Rabu, 24 Mei 2017

ISTRI PERTAMA



Hiduplah seseorang dengan empat istrinya. Istri yang pertama tua dan biasa saja serta tidak diperhatikan. Istri kedua lebih sedikit cantik dan diperhatikan. Istri ketiga lebih cantik dari istri pertama dan kedua dan cukup mendapat perhatian. Istri keempat lebih cantik, lebih muda dan disanjung serta diutamakan. 

STAYING IN LOVE



Kisah ini diceritakan oleh seorang perawat di Rumah Sakit kecil. Pagi itu klinik sangat sibuk.  Sekitar pukul 09.30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya untuk menunggu sebentar, karena pagi itu semua dokter masih sibuk.  Mungkin ia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Ketika menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar ia melirik ke jam tangannya.  Sepertinya ia harus buru-buru.    

MENGHADAPI TURBULENSI KEHIDUPAN


Turbulensi adalah perubahan kecepatan aliran udara yang sering terjadi pada skala kecil, jangka waktu yang pendek, serta acak. Dengan kata lain, ketika kecepatan aliran udara dan/atau arah pergerakannya berubah dengan cepat, maka pada saat itu dapat dikatakan telah terjadi turbulensi udara (Wagtendonk, 2003). 

Senin, 22 Mei 2017

METAMORFOSIS KEHIDUPAN


Suatu ketika saya dan istri menyempatkan diri berjalan-jalan ke Taman Kupu-Kupu di utara kota kami dengan udara yang cukup dingin karena melewati bebukitan. Sekalipun koleksi dan tempat kupu-kupu tidak begitu bagus dan banyak namun saat memasuki salah satu ruangan museum dimana terpampang ratusan jenis kupu-kupu yang diawetkan, ada yang menarik perhatian saya yaitu saat melihat foto tahapan kupu-kupu. 

KUASA KASIH



Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang ia harus jual. Ia pun membuat brosur iklan mengenai 4 anak anjing tersebut. Saat ia hendak menancapkan brosur iklan terakhir, seorang anak kecil menghampirinya dari belakang. “Tuan, saya ingin membeli salah satu anak anjing Anda.” Sambil mengusap keringat dari tengkuknya, pak tani menyahut, “Anak anjing ini datang dari induk yang baik dan harganya sangat mahal.” Anak itu menundukkan kepalanya sejenak dan merogoh sakunya. “Saya punya tiga puluh sembilan sen. Apakah itu cukup untuk melihatnya?” “Tentu,” kata si petani. Ia pun mengajak si anak kecil berjalan dengannya ke rumah. 

PELAJARAN DARI SEBUNGKUS KENTANG



Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan sebuah “permainan” pada murid-murid di kelasnya. Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik bening berisikan beberapa buah kentang. 

Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa dan tergantung jumlah orang-orang yang dibenci. 

Kamis, 18 Mei 2017

DOA YANG MENUNTUT DAN MATERIALISTIK



Kapitalisme sebagai sistem ekonomi sudah menjadi keniscayaan sejarah yang meresapi sendir-sendi kehidupan ekonomi masyarakat dunia. Bahkan negara yang mengklaim ideologi dan sistem ekonominya berbasis Komunisme saat inipun telah memeluk Kapitalisme dalam kegiatan produksi dan perekonomiannya. 

ARANG DAN INTAN




Dalam ilmu kimia baik arang dan intan disusun oleh unsur yang sama yaitu karbon. Ada empat allotrop (bentuk) dari karbon yaitu Amorfous, Grafit, Intan, Fullerene. Kandungan karbon pada intan adalah 99.95% sementara yang 0.05% adalah unsur ikutan yang terbawa masuk dalam intan selama proses pembentukannya. 

Selasa, 09 Mei 2017

MENETAPKAN HUKUM DENGAN ADIL (Sefatem Tsedeq)


Setiap orang yang berurusan dengan hukum pada sebuah persidangan di gedung pengadilan tentu mencari apa yang disebut keadilan. Ketika sebuah keputusan ditetapkan oleh hakim setelah melalui perdebatan panjang antara jaksa penuntut dan pengacara dengan berbagai barang bukti dan saksi, sampailah pada sebuah keputusan hakim.

Reaksi terhadap sebuah keputusan hakim ketika dinyatakan tidak memenuhi rasa keadilan bisa mengambil dua rupa yaitu reaksi rasional dan reaksi emosional. Dengan emosional diperlihatkan dengan kemarahan dan melakukan tindakkan destruktif baik terhadap hakim, terdakwa atau gedung pengadilan. Reaksi rasional diperlihatkan dengan menempuh langkah-langkah yang disyaratkan dalam peraturan perundangan baik Banding maupun Kasasi bahkan Peninjauan Kembali.