Wednesday, December 25, 2019

MENGHADAPI MASA DEPAN


Kehidupan, selalu terdiri dari tiga rentangan waktu yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan. Beberapa orang berpengaruh kerap mengutip adagium ini, “Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it the present” (Kemarin adalah sejarah dan masa depan adalah misteri. Hari ini adalah karunia Tuhan, itulah sebabnya kita menyebutnya hari ini). Masa depan, selalu menimbulkan keingintahuan. 

Tuesday, December 24, 2019

GEMBALA JIWA KITA


Kita tentu pernah mendengar lirik lagu pujian sbb: “Tak pernah Tuhan janji/ Hidupku takkan berduri/ Tak pernah Dia janji lautan tenang/Tetapi Dia berjanji kan selalu sertaku/ Dan menuntun jalan hidupku slalu/ Janji-Nya Dia atur langkahku/ Janji-Nya Dia pegang tanganku……….dst. 

CHARAN MEGALEN (KESUKAAN BESAR)


Peristiwa kelahiran Yesus sebagaimana dilaporkan dalam Lukas 2:1-20 masih menjadi topik perdebatan tiada habisnya di antara umat Kristiani. Apa yang diperdebatkan? Frasa, “Hari ini telah lahir bagimu Juruslamat” (Luk 2:11) terus menerus diperdebatkan. 

Saturday, December 21, 2019

KETIKA ANAK-ANAK KITA BERUBAH


Kahlil Gibran, seorang penyair terkemuka dari Libanon dan seorang Kristen Moronit, dalam masterpiecenya yang berjudul The Prophet (Sang Nabi) yaitu kumpulan puisi-puisi terbaiknya  menuliskan puisinya tentang anak sbb:

Thursday, December 5, 2019

KETABAHAN DAN KEARIFAN YUSUF


Pernyataan Yusuf diakhir riwayat yang dikisahkan dalam Kitab Kejadian yaitu, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Tuhan telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kej 50:20) merefleksikan tiga hal sbb: 

KASIH MENJADI DINGIN


Ujaran kebencian, fitnah, dusta, hoax, kemarahan yang diartikulasikan melalui media sosial kerap dan semakin menjadi-jadi hari ini. Kita bisa melihat dan menemukan disetiap status Facebook seseorang pernyataan-pernyataan provokatif, ajakkan melakukan kekerasan, ujaran kebencian. 

JANGAN MENYEBUT "KAFIR" DAN "JAHIL?"


Kata “kafir” dan “jahil” dalam Matius 5:22 dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) sesungguhnya “jauh panggang dari api” alias tidak tepat sama sekali dengan teks aslinya yang berbunyi “Raka” (bahasa Aramaik) yang artinya “isi kepala kosong” dan “Moore” (bahasa Yunani) yang artinya, “kebodohan”. 

KAPAL YANG TIDAK PERNAH AKAN TENGGELAM


Pada tanggal 14 April tahun 1912, terjadi tragedi yang begitu mengguncang dunia, sebanyak 1500 orang lebih diketahui menjadi korban tragedi yang saat itu terjadi di samudra atlantik. Kapal Titanic, sebuah kapal megah yang sangat populer di zamannya saat itu, harus rela menjadi tumpukan besi didasar laut setelah tak dapat menghindari tabrakan dengan gunung es. 

EKBASIS (JALAN KELUAR)


Keledai favorit seorang pria jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam. Dia tidak bisa menarik keledai tersebut keluar, tidak peduli seberapa keras ia mencobanya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengubur keledainya hidup-hidup.Tanah mulai ditimbun ke lubang tempat keledai berada dari atas. 

APHELION


Dilansir Nytimes, Jumat (6/7/2018), pada posisi aphelion, bumi akan berada tiga juta mil lebih jauh dari matahari. Perubahan ini terjadi karena orbit planet bumi tidak melingkar secara sempurna, sehingga ada kalanya bumi menempati posisi terdekat atau terjauhnya dengan matahari. 

Thursday, November 14, 2019

MATI SEBELUM MATI


Pernahkah kita mendengar kisah-kisah dan testimoni mengenai orang-orang yang mengalami perjumpaan dengan seseorang yang belum menyadari kematian dirinya? Percaya atau tidak, itu urusan masing-masing pribadi. Faktanya, kisah-kisah sedemikian bisa kita temukan dengan berselancar di dunia maya dan menonton sejumlah tayangan di Youtube. Omong-omong soal kematian dan ketidaksadaran orang-orang tertentu tentang kematian dirinya, saya teringat sebuah film pendek berjudul Dreams karya Akira Kurosawa tahun 1990. Dari delapan antologi film pendek ada salah satu yang menarik dengan judul, The Tunnel.

Film ini tidak memiliki satu alur cerita tunggal, melainkan bersifat episodik; film ini mengikuti petualangan sosok yang menjadi "wakil Kurosawa" dalam delapan segmen atau "mimpi" yang masing-masing memiliki judul tersendiri.

The Tunnel menceritakan mengenai kesedihan seorang prajurit yang keluar dari terowongan menjumpai komandannya yang masih hidup dan belum menyadari kalau dirinya sudah mengalami kematian.

Diceritakan sang komandan berjalan melewati terowongan gelap itu dan keluar di sisi seberangnya. Ia dibuntuti oleh arwah salah satu prajuritnya yaitu Prajurit Noguchi, yang sebelumnya tewas akibat luka parah dalam pelukan sang komandan. Wajah Noguchi tampak membiru dengan area di sekitar matanya yang menghitam.

Noguchi tampaknya tidak percaya bahwa dirinya sudah meninggal. Ia menunjuk ke arah cahaya yang berasal dari sebuah rumah di lereng gunung tak jauh dari situ, yang ia kenali sebagai rumah orang tuanya. Hatinya hancur karena menyadari ia tak bisa lagi menemui mereka, meskipun ia tetap menunjukkan sikap hormat kepada sang komandan. Setelah mendengar permintaan komandannya agar ia menerima takdirnya, Noguchi kembali masuk ke dalam terowongan.

Seluruh anggota peleton ketiga sang komandan—yang dipimpin oleh seorang letnan muda yang mengacungkan pedang perwira—kemudian berbaris keluar dari terowongan. Trap...trap...trap...mereka berbaris dan berjalan dengan berwibawa dengan membawa senjata. Mereka berhenti dan melakukan penghormatan militer kepada sang komandan. Wajah mereka pun tampak membiru.

Sang komandan berusaha keras menyampaikan bahwa mereka semua telah tewas dalam pertempuran, dan bahwa dirinyalah yang patut disalahkan karena telah mengirim mereka ke medan laga yang sia-sia. Mereka hanya berdiri diam tanpa sepatah kata pun sebagai tanggapan. Sang komandan memerintahkan mereka untuk berbalik arah, lalu memberikan penghormatan perpisahan saat mereka berbaris kembali masuk ke dalam terowongan. Saat ia jatuh terduduk karena duka yang mendalam, sang komandan segera bangkit kembali ketika anjing anti-tank itu muncul lagi (Simak petikan filmnya di sini: https://youtu.be/L9syrsjcwyk?si=p8xYA6Nn-syaIpss).

Darimanakah sebenarnya asal muasal kematian? Dalam perspektif Kristiani, kematian (lebih tepatnya asal usul kematian yang melekati kehidupan manusia) bukan sekedar takdir namun akibat dari sebuah sebab. Ketika manusia pertama (Adam dan Hawa) diciptakan, Tuhan tidak menjadikan kematian sebagai bagian dari takdirnya. 

Ketika manusia pertama telah menerima mandat untuk mengelola bumi, Tuhan memberikan satu larangan yang apabila dilanggar akan menimbulkan kematian (Kej 3:16-17). Berdasarkan pemahaman di atas, kita mendapatkan pengetahuan bahwa kematian adalah akibat dosa dan pelanggaran manusia. Benih maut itu diturunkan dari Adam dan Hawa sampai kepada kita (Rm 6:23). 

Terlepas cara kita mengalami kematian berbeda-beda (ada yang karena sakit, mengalami kecelakaan, pembunuhan), namun sebab musabab bisa muncul kematian yang melekati kehidupan manusia, bahkan bayi yang belum berbuat dosa sekalipun, karena pelanggaran, dosa Adam dan Hawa. Kefanaan, kematian akibat buah dosa itulah yang diwariskan dan menjalari semua mahluk bernama manusia.

Berbicara mengenai kematian, Kitab Suci memberikan keterangan bahwa ada dua fase kematian. Kematian pertama (thanatos ho protos, Yun) adalah terpisahnya roh/nyawa dari tubuh dan kematian kedua (thanatos ho deuteros, Yun) adalah penghukuman  di neraka sebagaimana dikatakan dalam Wahyu 21:8 sbb, “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." 

Jika ada kematian pertama dan kematian kedua, lalu apa yang dimaksudkan dengan “mati sebelum mengalami kematian?” Wahyu 3:1 mengatakan sbb, "..Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!” Wahyu 3:1 menggambarkan jemaat di Sardis dengan frasa Yunani, zes kai nekros ei (hidup namun mati) dengan kata lain, “mati sebelum mati”. Mereka adalah orang-orang yang mati imannya, mati perbuatan baiknya, mati pengharapannya, mati hasrat dan kerinduannya pada Tuhan, mati persekutuannya, mati ibadahnya. Banyak orang yang mengaku Kristen secara formal namun dikategorikan “mati sebelum mengalami kematian”. 

Dari penjelasan ini kita mendapatkan tiga bentuk kematian yaitu kematian jasadi atau ragawi, kematian rohani alias mati sebelum mati serta kematian kekal yaitu penghukuman di neraka yang disebut kematian kedua oleh Kitab Wahyu.

Sebelum kematian fisik mendatangi dan kematian kedua menghabisi masa depan seseorang, bertobat adalah jalan kembali menuju kehidupan sejati (Why 3:2-3). Bertobat dalam bahasa Ibrani adalah shuv yang artinya “berbalik arah”. Berbalik arah dari jalan yang salah menuju jalan yang benar. Berbalik arah dari pemikiran yang jahat menjadi pemikiran yang baik (metanoia, Yun). Berbalik arah dari perilaku yang jahat menjadi perilaku yang baik (epistrophe, Yun). 

Di mana posisi kehidupan yang Anda jalani saat ini? Hidup dalam kehidupan atau mati sebelum kematian? Jika Anda hidup dalam kehidupan Mesias (Kristus), maka teruslah berada dalam diri-Nya. Terkoneksi dengan Yang Maha Tinggi, Sang Bapa Surgawi melalui Sang Putra melalui permenungan sabda Tuhan dan ibadah baik personal maupun komunal. Bagi yang berada dalam situasi "mati sebelum mati", inilah saatnya berpaling dan berbalik arah. Kembali kepada sang pemilik hidup yaitu Sang Bapa di dalam Sang Putra. Tidak ada waktu terlambat. Selama ada hari ini, pintu senantiasa terbuka untuk kembali kepada Tuhan dan mengalami kehidupan sejati di dalam Yesus Sang Mesias, Juruslamat dan Jungan Yang Ilahi (Yoh 10:10)

KEMATIAN YESUS DI KAYU SALIB MEMBATALKAN TORAH?



“...sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,…”, demikianlah penggalan kalimat dalam Efesus 2:15 terjemahan LAI. Konsekwensi logis teks terjemahan tersebut bahwasanya kematian Yesus di kayu salib bermakna Torah tidak memiliki relevansi dalam kehidupan umat Kristiani. 

MEMIKUL KUK DAN KEDEWASAAN ROHANI



Saat pertama kali meninggalkan Bandung untuk studi Teologi di Yogyakarta. Banyak pengalaman baru yanag tidak didapat di kota sebelumnya. Salah satunya adalah saat tinggal di kost. 

Friday, October 25, 2019

ADA "CHOICE' DI ANTARA "BIRTH" DAN "DEATH"


Beberapa tahun silam saat saya masih tinggal mengontrak di suatu tempat di kota saya. Tidak seberapa jauh dari lingkungan saya tinggal mengontrak rumah tersebut ada seorang lelaki tua yang memiliki kebiasaan aneh yaitu berjalan dengan menggunakankan kedua tangannya selain kedua kakinya. Seperti seorang yang berjalan ngesot. Dia menggunakan kaos tangan di kedua tangannya. 

Thursday, October 17, 2019

ILMU KEGAGALAN DAN PANTANG MENYERAH


Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. 

Sunday, October 13, 2019

YESUS SEBAGAI "HO LAMPROS HO PROINOS" (BINTANG TIMUR)


Dari sekian banyak gelar-gelar yang dimiliki oleh Yesus adalah “Bintang Timur” sebagaimana dikatakan, “Aku, Yesus telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang”. 

BENARKAH LUCIFER NAMA IBLIS?


Kita lazim mendengar dan menyebut nama Lucifer dan menghubungkannya dengan nama Satan. Di kalangan denominasi gereja tertentu kerap dihubungkan saat terjadi aktifitas exorcisme atau pengusiran Satan. Bermula dari teks Yesaya 14:12, “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!”. 

PONDOK DAUN (SUKOT) DAN PERAYAAN PENGHARAPAN TERHADAP LANGIT BARU DAN BUMI YANG BARU


Makna Istilah Sukkot

Istilah Ibrani Sukkot merupakan bentuk jamak dari kata Sukkah. Kata Ibrani Sukkah bermakna “pondok dari kayu” atau “kemah dari kayu dan dan daun serta ranting pohon sebagai atapnya”

Friday, October 11, 2019

BERFOKUS PADA APA YANG BISA DILAKUKAN


Pada Mei 2001, Erik Weihenmayer melakukan sesuatu yang hanya dilakukan oleh sekitar 150 orang per tahun — mencapai puncak Gunung Everest. Hal yang membuat prestasi Erik tidak biasa adalah bahwa ia adalah orang buta pertama yang berhasil mendaki gunung tertinggi di dunia. 

Tuesday, October 8, 2019

RAKHUM DAN KHANUN: MEMAHAMI “BELAS KASIH” DAN “PENGAMPUNAN” SEBAGAI SALAH SATU SIFAT TUHAN


Bulan Elul (Agt-Sept) adalah bulan ke-enam dari kalendar Yahudi, yaitu 1 bulan menjelang Rosh ha Shanah (Sept-Okt) atau Tahun Baru Ibrani yang secara tradisi jatuh pada setiap tanggal 1 bulan ke-7.

Sunday, October 6, 2019

PEMBACAAN DOA “AVINU MALKEINU” : Relevansi dan Refleksi Memaknai Perayaan Rosh Ha Shanah Hingga Yom Kippur



Setiap jatuh perayaan Rosh ha Shanah (Tahun Baru Ibrani) atau Yom Truah (Peniupan Shofar), penganut Yudaisme melantunkan doa bernama Avinu Malkeinu (Bapa Kami Raja Kami) yang tercantum dalam buku doa (siddur) dan menjadi bagian dari liturgi peribadatan.

Sunday, September 22, 2019

MAKNA PERNYATAAN "AKU DAN BAPA ADALAH SATU" DALAM YOHANES 10:30


Saat Yesus menjelaskan misi-Nya sebagai Mesias dan Anak Tuhan, beliau mendapatkan reaksi yang keras dari orang-orang Yahudi yang kemudian melemparinya dengan batu (Yoh 10:33). Pelemparan itu dipicu oleh perkataan Yesus, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30). 

MAKNA PERKATAAN YESUS, "KAMU ADALAH TUHAN" DALAM YOHANES 10:34


Saat Yesus dikelilingi orang banyak yang penasaran apakah diri-Nya adalah Mesias yang dinanti-nantikan atau bukan (Yoh 10:24), Yesus memberikan analogi Gembala dan Domba untuk memberikan penegasan bahwa hanya mereka yang terhubung seperti domba pada gembalanya akan mengerti apakah diri-Nya Mesias atau bukan. 

APAKAH YESUS "BAPA YANG KEKAL" (AVI AD) DALAM YESAYA 9:5


Saat umat Kristen menegaskan posisi Kristologis mengenai Keilahian dan Kemanusiaan Yesus, beberapa ayat yang begitu familiar dikutip salah satunya adalah Yesaya 9:5 yang berbunyi, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib (פלא יועץ - Pele Yoets), Tuhan yang Perkasa (אל גבור - Gibor), Bapa yang Kekal (אביעד - AviAd), Raja Damai” (שׂר־שׁלום - Shar Shalom). 

MAKNA KALIMAT "BARANGSIAPA TELAH MELIHAT AKU TELAH MELIHAT BAPA"


Dalam sebuah percakapan antara Thomas dengan Yesus dikatakan, “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia’. Kata Filipus kepada-Nya: ‘Tuan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami’. Kata Yesus kepadanya: ‘Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami”. (Yoh 14:7-9). 

MAKNA UNGKAPAN "AKULAH DIA"


Dalam sebuah percakapan dengan beberapa orang Farisi yang tersandung dengan pernyataan Yesus saat beliau bersabda, “Akulah Terang Dunia” (Yoh 8:12), beliau memberikan penegasan sbb,  ”Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu”. 

Saturday, September 21, 2019

SIAPA YANG MENJADI MANUSIA? TUHAN ATAU FIRMAN-NYA?


Saat Natal tiba, salah satu lagu yang kerap dinyanyikan untuk merayakan kembali peristiwa Kristologis adalah Hai Mari Berhimpun (Kidung Jemaat 109). Dalam salah satu baitnya berbunyi demikian (kata "Allah" saya ganti menjadi "Tuhan"):

AGUNGLAH RAHASIA IBADAH KITA: DIA YANG MENJADI MANUSIA


Ada sebuah lagu dalam Kidung Jemaat yang kurang familiar dinyanyikan dan tidak ada yang menyanyikan dalam bahasa Indonesia di channel You Tube selain alunan instrumen piano. Lagu ini berjudul, Sebelum Semua Jadi (Kidung Jemaat 136). Berikut penggalan baitnya:

Thursday, September 12, 2019

TIDAK MEMINTA KEPUTUSAN TUHAN


Setelah kehancuran Yerikho dan Ai, orang Hewi di Gibeon mengirimkan utusan untuk menipu Yosua dan orang Israel agar membuat perjanjian damai dengan mereka yang berpura-pura datang dari negara jauh. 

Friday, August 30, 2019

DUA PENYAMUN DI SAMPING YESUS DAN DUA SIKAP TERHADAP PERISTIWA SALIB


Saat Yesus tergantung di kayu salib untuk menjalani eksekusi hukum Romawi atas desakan dan tuduhan para imam Yahudi, suasana pada saat itu digambarkan, “Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Tuhan” (Luk 23:35). 

Saturday, August 24, 2019

MENGAPA YESUS MENGECAM ORANG FARISI DAN AHLI TORAH?


Jika kita membaca narasi Matius 23:1-39, sebanyak delapan kali Yesus mengatakan “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi” (Mat 23:13-16, 23,25,27,29). Mengapa Yeshua mengecam demikian? Apakah Yesus sedang memposisikan bahwa diri-Nya hendak meniadakan Torah? Apakah Yesus hendak mengatakan bahwa Torah adalah sebuah kuk perhambaan yang bertentangan dengan diri-Nya? 

PARADOX SALIB: KEBODOHAN SEKALIGUS KEKUATAN


Jika kita memasuki rumah seseorang, mungkin kita akan menemui sejumlah simbol-simbol keagamaan yang bersifat visible (terlihat) dan terpampang di dinding atau diletakkan di atas meja. Jika kita melihat lambang “bulan sabit dan bintang” atau kaligrafi berbahasa Arab yang berisikan “sahadat”, maka tahulah kita bahwa pemilik rumah adalah seorang Muslim. Demikian pula jika kita memasuki rumah seseorang lalu ada patung “Siwa” atau “Ganesha” atau lambang huruf  “AUM”, maka pemiliknya adalah seorang beragama Hindu. Jika ada simbol “swastika” dan patung “Sidharta Gautama”, maka pemiliknya mestilah seorang beragama Budha. Demikianlah jika kita memasuki rumah, lantas melihat lambang “salib” atau lukisan “Yeshua membopong domba” serta “Perjamuan Malam” karya Leonardo Da Vinci, maka kita dapat meyakini bahwa pemilik rumah adalah seorang Kristiani.

Wednesday, July 24, 2019

SATU "THEOS" DAN SATU "KURIOS"

Beberapa waktu cukup ramai di media sosial berbagai tanggapan terhadap kotbah viral seorang pendeta yang menjelaskan bahwa Yesus bukan Theos. Beramai-ramai orang memberikan tanggapan teologis maupun hujatan penuh emosional. Jauh sebelum ada perdebatan demikian, saya telah menuliskan artikel di tahun 2013 dengan judul, Haruskah Gelar Kurios (Adon) Bagi Yesus Diterjemahkan Tuhan?(https://pijarpemikiran.blogspot.com/2014/04/haruskah-gelar-kurios-adon-bagi-yesus.html)

Thursday, June 20, 2019

TIDAK AKAN BERKEKURANGAN SAAT KITA MEMBERI


Pada waktu menganggur, seorang pria hanya memiliki uang satu dolar. Lima puluh sen – separuh dari uang yang dimilikinya – dimasukkannya ke dalam kantung kolekte pada waktu Misa Hari Minggu.

Friday, May 24, 2019

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KEPRIBADIAN


Greenacre (1941) dan Fodor (1949), ahli psikoanalisis berpendapat bahwa pembentukkan kepribadian seseorang sebenarnya dimulai sejak dalam kandungan ibu. Hal itu dibuktikkan oleh hasil risetnya terhadap tikus putih. Mereka ingin memperoleh jawaban terhadap pertanyaan, “Apakah stres pada induk tikus yang bunting itu akan mempengaruhi keturunannya?”. 

MENANTIKAN YHWH


Dalam buku Geeks and Geezers (Kaum Muda dan Kaum Tua), pengarang Warren Bennis dan Robert Thomas memberikan pandangan menakjubkan tentang “Bagaimana sebuah era, nilai, dan momen yang menentukan dapat membentuk para pemimpin” dari dua generasi yang sangat berbeda, yaitu kaum muda (usia 21-35) dan kaum tua (usia 70 lebih). 

NYANYIAN PUJIAN DAN AWAN KEMULIAAN


Dalam Kekristenan – sebagai kelanjutan Yudaisme - nyanyian adalah bagian dari ibadah. Yang dimaksudkan adalah nyanyian pujian yang ditujukan pada Tuhan Yahweh dan Yeshua Sang Mesias tentunya. Nyanyian bukan sekedar pelengkap ibadah semata. 

JANGAN MELUPAKAN TUHAN SAAT BERHASIL


Keberhasilan dapat melenakkan kesadaran kita. Ungkapan-ungkapan seperti “lupa daratan”  atau “kacang lupa kulitnya”, hendak menggambarkan mereka yang mengalami kelupaan terhadap asal usul dan larut dalam keberhasilan dan kenikmatan yang dialami. Ketika kita masih mengalami kesusahan, kita begitu bersungguh-sungguh beribadah dan berdoa pada Tuhan. 

Thursday, April 25, 2019

TETELESTAI


Tujuh Perkataan Salib adalah tujuh ucapan Yesus ketika beliau berada di tiang salib dan berada diantara kehidupan dan kematian, sebagaimana tertulis dalam keempat Injil. Ketujuh perkataan tersebut adalah, “Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (Luk 23:34), “Sesungguhnya, hari ini juga kamu akan bersama Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43), “Ibu, inilah anakmu!” – “Inilah ibumu!” (Yoh19:26-27), “Tuhan-Ku, Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mat 27:46),  “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” (Luk 23:46), “Aku haus!” (Yoh 19:28), “Sudah selesai” (Yoh 19:30). 

MEMPELAJARI BADAI


Di Amerika, profesi sebagai “pemburu badai” (storm hunters) sudah lazim dijumpai. Mereka adalah para peneliti yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari dan meneliti badai, seperti sekelompok Storm Chaser di Olustee, Oklahoma. 

DIGUNCANG DARI SARANG KENYAMANAN


Burung rajawali adalah burung yang menarik. Peneliti pernah mengamati bagaimana cara burung rajawali membangun sarangnya. Akhirnya ditahui bahwa: Pada saat ia membuat sarang, maka ia mencari tempat yang paling tinggi. Burung rajawali mencari tebing yang tinggi, pohon yang paling tinggi hingga menara-menara yang tinggi. 

RUBAH KECIL YANG MENGGANGU


Beberapa waktu lalu, smartphone saya mengalami masalah dalam pemindahan data. Baik data dari smartphone ke komputer ataupun pemindahan data dari komputer ke penyimpanan data di smartphone. 

Monday, March 18, 2019

EKSTRIMISME DALAM BERAGAMA DAN PENGENALAN TERHADAP TUHAN


Perhatian dunia sedang mengarah pada negara Selandia Baru atas teror penembakan yang menyerang Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di pusat kota Christchurch. Kejadian memilukan terjadi di kota Christchurch, Selandia Baru pada hari ini, Jumat (15/3/2019) dengan menewaskan 49 orang. 

Thursday, February 21, 2019

MENGENAL PASANGAN KITA


Mereka yang menggemari film Mandarin era tahun 1960-1970-an tentu pernah menyaksikan film berjudul, Love Without End (Bo Liao Qing) yang ditayangkan tahun 1961dan 1970 dengan tokoh utama dalam kisah romantika tersebut bernama Li Qingging (diperankan Linda Lin Dai, 1961 dan Jenny Hu, 1970) dan Tan Pen Nian (diperankan Guan Shan, 1961 dan Ling Yun, 1970). 

HARUSKAH BERBISNIS DENGAN TIPU DAYA?


Berikut sebuah penggalan percakapan di meja makan antara Huang Peiyu (penguasa Shanghai generasi kedua) kepada istrinya, Xiao Yuegei yang mempertanyakan tindakkan pembunuhan yang dilakukan suaminya, dalam film layar lebar Lord of Shanghai. “Kamu pikir apa mungkin menjadi berhasil di Shanghai tanpa tangan berlumuran darah? Itu angan-angan khayalan belaka!”, teriak Huang Peiyu. Sang istri bergumam di hati, “Haruskah ini menjadi satu-satunya cara untuk menyelesaikan perbedaan? Membunuh tanpa belas kasihan. Saling membunuh dan dibunuh. Apakah ini satu-satunya cara untuk mendapatkan kekuatan?”. 

Wednesday, January 9, 2019

MAKNA KATA GANTI "EKEINOS" BAGI PARAKLETOS



Dalam beberapa buku polemik Islam dan Kristen, kerap muncul klaim bahwa Yesus telah menubuatkan kedatangan seorang nabi setelah dirinya dalam Yohanes 14:26. Salah satu asumsi yang dibangun adalah penggunaan kata ganti “Dia” yang berjenis kelamin laki-laki sebagai terjemahan teks Yunani εκεινος - Ekeinos. 

PERIHAL KATA IBRANI "MAKHMADIM"


Dalam salah satu publikasi terjemahan karya Prof. Abdul Ahmad Dawud dengan judul, Muhamad In The Bible: Bible Pun Mengakui Muhamad Sebagai Seorang Rasul diulas perihal kata Ibrani Makhmadim. Kidung Agung 5:16 berbunyi: “Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik (makhmadim). Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem”. 

Tuesday, January 1, 2019

MENGHADAPI PENGGODAAN



Kisah Yesus digoda satan di padang gurun memberikan beberapa pelajaran penting bagi kita sbb: Pertama, Satan tahu titik kelemahan manusia yang beberapa diantaranya, harta dan kekuasaan serta kesombongan. Ketika Satan menyuruh Yesus mengubah batu menjadi roti (Luk 4:4), kita teringat kisah raja tamak bernama Midas yang menginginkan kemampuan agar semua yang disentuhnya dapat dijadikan emas yang akhirnya menyulitkan dirinya karena dia tidak bisa makan karena apa yang akan dimakannya telah berubah menjadi emas.