Dalam sebuah film berjudul, Lord of Shanghai (2016) ada penggalan percakapan
menarik yang terjadi di meja makan antara Huang Peiyu (penguasa Shanghai
generasi kedua) kepada istrinya, Xiao Yuegei yang mempertanyakan tindakkan
pembunuhan yang dilakukan suaminya,“Kamu pikir apa mungkin menjadi berhasil di
Shanghai tanpa tangan berlumuran darah? Itu angan-angan khayalan belaka!”,
teriak Huang Peiyu. Sang istri bergumam di hati, “Haruskah ini menjadi
satu-satunya cara untuk menyelesaikan perbedaan? Membunuh tanpa belas kasihan.
Saling membunuh dan dibunuh. Apakah ini satu-satunya cara untuk mendapatkan
kekuatan?”.






