Tujuh Perkataan Salib
adalah tujuh ucapan Yesus ketika beliau berada di tiang salib dan berada
diantara kehidupan dan kematian, sebagaimana tertulis dalam keempat Injil. Ketujuh
perkataan tersebut adalah, “Ya Bapa,
ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (Luk
23:34), “Sesungguhnya, hari ini juga kamu
akan bersama Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43), “Ibu, inilah anakmu!” – “Inilah ibumu!” (Yoh19:26-27), “Tuhan-Ku, Tuhan-Ku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?” (Mat 27:46), “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan
nyawa-Ku” (Luk 23:46), “Aku haus!”
(Yoh 19:28), “Sudah selesai” (Yoh
19:30).
Thursday, April 25, 2019
MEMPELAJARI BADAI
Di Amerika, profesi
sebagai “pemburu badai” (storm hunters) sudah lazim dijumpai. Mereka adalah
para peneliti yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari dan meneliti
badai, seperti sekelompok Storm Chaser
di Olustee, Oklahoma.
DIGUNCANG DARI SARANG KENYAMANAN
Burung rajawali adalah
burung yang menarik. Peneliti pernah mengamati bagaimana cara burung rajawali
membangun sarangnya. Akhirnya ditahui bahwa: Pada saat ia membuat sarang, maka
ia mencari tempat yang paling tinggi. Burung rajawali mencari tebing yang
tinggi, pohon yang paling tinggi hingga menara-menara yang tinggi.
RUBAH KECIL YANG MENGGANGU
Beberapa waktu lalu, smartphone saya mengalami masalah dalam
pemindahan data. Baik data dari smartphone
ke komputer ataupun pemindahan data dari komputer ke penyimpanan data di smartphone.
Monday, March 18, 2019
EKSTRIMISME DALAM BERAGAMA DAN PENGENALAN TERHADAP TUHAN
Perhatian dunia sedang
mengarah pada negara Selandia Baru atas teror penembakan yang menyerang Masjid
Al Noor dan Masjid Linwood di pusat kota Christchurch. Kejadian memilukan
terjadi di kota Christchurch, Selandia Baru pada hari ini, Jumat (15/3/2019)
dengan menewaskan 49 orang.
Thursday, February 21, 2019
MENGENAL PASANGAN KITA
Mereka yang menggemari
film Mandarin era tahun 1960-1970-an tentu pernah menyaksikan film berjudul, Love Without End (Bo Liao Qing) yang
ditayangkan tahun 1961dan 1970 dengan tokoh utama dalam kisah romantika
tersebut bernama Li Qingging (diperankan Linda Lin Dai, 1961 dan Jenny Hu,
1970) dan Tan Pen Nian (diperankan Guan Shan, 1961 dan Ling Yun, 1970).
HARUSKAH BERBISNIS DENGAN TIPU DAYA?
Berikut sebuah penggalan
percakapan di meja makan antara Huang Peiyu (penguasa Shanghai generasi kedua)
kepada istrinya, Xiao Yuegei yang mempertanyakan tindakkan pembunuhan yang
dilakukan suaminya, dalam film layar lebar Lord
of Shanghai. “Kamu pikir apa mungkin menjadi berhasil di Shanghai tanpa tangan
berlumuran darah? Itu angan-angan khayalan belaka!”, teriak Huang Peiyu.
Sang istri bergumam di hati, “Haruskah
ini menjadi satu-satunya cara untuk menyelesaikan perbedaan? Membunuh tanpa belas
kasihan. Saling membunuh dan dibunuh. Apakah ini satu-satunya cara untuk
mendapatkan kekuatan?”.
Subscribe to:
Posts (Atom)






