Friday, May 8, 2020

ENAM JAM PENDERITAAN SANG JURUSLAMAT


Dalam bukunya Dare To Believe, Dan Baumann membagikan beberapa pemikiran tentang penyaliban yang seharusnya memperdalam rasa syukur kita atas apa yang Juruselamat lakukan bagi kita. Dia menulis, “Abad ke-20 telah lupa betapa penyaliban yang kejam dan mengerikan itu sebenarnya. Kita mungkin secara tidak bijaksana dan kadang-kadang secara tidak sadar mengagungkan salib. Perhiasan dan menara disemati ornamen yang menarik tetapi tidak membawa kisah penyaliban yang sebenarnya. metode kematian publik yang paling menyakitkan di Abad Pertama. Seseorang diletakkan di atas kayu salib. Dipaku dan tidak diragukan lagi kayu didorong ke tangan dan kaki korbankemudian salib itu diangkat dan ditancapkan ke tanah, merobek daging orang yang disalibkan dan memeras tubuhnya dengan rasa sakit yang luar biasa. Sejarawan mengingatkan kita bahwa bahkan para prajurit pun tidak bisa terbiasa dengan pemandangan yang mengerikan itu, dan sering minum minuman keras untuk mematikan indra mereka”. 

HIDUP MENJADI SALURAN TUHAN


Pengkhotbah Inggris yang terkenal, yakni Charles H. Spurgeon (1834-1892) menuliskan sesuatu yang baik untuk diingat ketika kita hendak memulai suatu hari: “Jadikanlah pikiranmu sebagai mazmur, doamu sebagai dupa, dan nafasmu sebagai pujian”. 

HARUM SEMERBAK SEPERTI KEMENYAN


Jika kita mendengar kata “dupa” ( קְטֹ֥רֶת  - qetoret) dan “kemenyan” ( לְבֹנָֽה  - levonah), ingatan kita segera dihubungkan dengan aktivitas ocultisme atau perdukunan. Apalagi jika kita melihat tayangan film-film bertema horor di Indonesia, figur dukun selalu muncul dengan pakaian hitam atau keris serta dupa mengepul. 

Friday, May 1, 2020

MEMINYAKI ENGSEL YANG BERDERIT


Ada sebuah kisah tentang seorang pria tua eksentrik yang selalu membawa sekaleng minyak ke mana pun ia pergi. Jika melewati pintu yang berderit atau gerbang yang sulit digerakkan, ia mengoleskan minyak pada engselnya. Tindakannya meminyaki pintu itu mempermudah orang-orang yang lewat setelah dia. 

Thursday, April 9, 2020

BERBEDA PENGHAYATAN DAN PEMAHAMAN BERSATU TUJUAN, MENGENANG PENDERITAAN, KEMATIAN SERTA KEBANGKITAN SANG MESIAS DARI KEMATIAN


Jika Kekristenan arus utama saat ini mengenang sengsara dan kewafatan serta kebangkitan Yesus dari kematian  melalui fase  Ibadah Pekan Suci yang dimulai dari, “Minggu Palma” (memperingati Yesus memasuki Yerusalem sebelum penyaliban), “Kamis Putih” (pembasuhan kaki dan perjamuan malam), “Jumat Agung” (penyaliban Yesus), “Sabtu Sunyi” (penguburan Yesus), “Minggu Paskah” (kebangkitan Yesus dari kematian dan ditandai melakukan Perjamuan Kudus memakan roti dan anggur).

Tuesday, April 7, 2020

PERAYAAN PESAKH SEBAGAI DEKLARASI DAN PEMBARUAN IMAN MENGHADAPI ANCAMAN WABAH MEMATIKAN



Pesakh 14 Nisan 5780/8 April 2020 nampaknya menjadi sebuah penanda yang membedakan dengan Pesakh sebelum atau sesudahnya. Perayaan Pesakh tahun ini ditandai sebuah keprihatinan yang mendalam dikarenakan menyebarluasnya pandemi Covid-19 atau virus Corona sejak Februari 2019 yang bukan hanya meluluh lantakan Cina sebagai negeri awal yang dinyatakan mengalami dampak terbesar pandemi ini namun sudah menyebarluas sampai Eropa, Amerika, Asia bahkan Indonesia.

Friday, March 27, 2020

BENARKAH ANAK DOMBA PASKAH DALAM KELUARAN 12 DIKURUNG 14 HARI?


Beredar sebuah tulisan berantai melalui media Whatshap yang menghubungkan himbauan pemerintah mengenai isolasi diri selama 14 hari untuk mencegah penyebarluasan dan pemutusan rantai Covid-19 dengan teks Keluaran 12 perihal Anak Domba Paskah yang harus disembelih pada hari keempat belas sebagaimana dikatakan: