Bagi kita yang pernah mengenyam
pendidikan yang lebih tinggi, tentu mengenai istilah metode dan metodologi.
Sederhananya, metodologi adalah pengetahuan tentang bagaimana mempergunakan
sebuah metode alias landasan filosofisnya sementara metode, adalah teknik atau
cara untuk melakukan proses penelitian. Kata metode berasal dari bahasa Inggris
methodology dan berasal dari kata
Yunani methodos dari akar kata metha (setelah, melampaui) dan hodos (jalan). Sederhananya, methodos adalah jalan untuk
mendapatkan pengertian.
Namun ada yang menarik saat
membaca Efesus 6:11 saat kita membaca kalimat, “tipu muslihat Iblis” dimana
frasa Yunani yang dipakai adalah tas
methodeias tou diabolou. Kata Yunani methodeias
sendiri bisa diartikan strategi atau cara tertentu, namun karena dinisbatkan
dengan kata diabolou atau iblis/satan
maka kata ini diterjemahkan secara dinamis oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
menjadi “tipu muslihat Iblis”. Iblis/Satan pun ternyata memiliki strategi atau
muslihat atau metode untuk menjatuhkan lawannya yaitu manusia.
Bagaimana cara Iblis/Satan
melakukan tipu muslihat? Banyak sekali. Mulai dari cara yang paling purba yaitu
membisikkan keraguan terhadap apa yang benar dan menyuruh melakukan apa yang
dilarang Tuhan. Ingat, Iblis melalui wujud ular mengatakan hal sebaliknya
kepada Hawa, “kamu tidak akan mati. Kamu akan mengetahui seperti Tuhan!”(Kej
3:4-5). Hal ini dikatakan saat Iblis dalam wujud ular memutarbalikkan perintah Tuhan
agar tidak memakan Pohon Pengetahuan Baik dan Buruk. Iblis bisa juga
mengirimkan sakit penyakit (Ayb 2), memberikan bisikan yang menyesatkan (1 Taw
1:21), menguji dengan berbagai tawaran namun meminta imbalan ketaatan (Luk
4:1-14), merasuk manusia (Mrk 5:1-20).
Merujuk pada kutipan peristiwa
dalam ayat-ayat di atas, jika kita aplikasikan dalam situasi masa kini, tipu
muslihat Iblis/Satan dapat berupa godaan untuk menyalahgunakan kekuasaan dan
wewenang (entah sebagai pejabat atau sebagai orang yang memiliki kedudukan di
sebuah organisasi), memperkaya diri sendiri dengan cara yang melanggar hukum
(mencuri, merampok, menipu, korupsi) bahkan menyakiti orang yang tidak kita
sukai dengan melakukan campur tangan kekuatan yang tidak nampak yaitu roh-roh
jahat melalui tenung dan sihir atau yang lebih dikenal dalam masyarakat kita
dengan sebutan santet dan guna-guna.
Rasul Paulus mengingatkan kita
untuk mengetahui musuh sebenarnya dibalik berbagai tindakkan kejahatan yaitu
bukan semata-mata orang yang melakukan kejahatan atau sistem yang rusak
melainkan ada kekuatan demonik yang bekerja dibalik itu semua. Rasul Paulus
menuliskan, “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan
pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa (archas pros tas exousias), melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap
ini (pos tous kosmokratoras tou skotous), melawan roh-roh jahat di udara (pros
ta pneumatika tes ponerias en tois epouraniois)” (Ef 6:12).
Itulah sebabnya Rasul Paulus
mengingatkan kepada kita bahwa, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Tuhan,
supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” (Ef 6:11). Pada ayat
berikutnya Rasul Paulus menegaskan, “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan
senjata Tuhan, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu
dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu” (Ef 6:13). Dua
kali Rasul Paulus menggunakan frasa “perlengkapan senjata Tuhan” (ten panoplian
tou Theou). Yang namanya senjata tentu bukan untuk mainan bukan? Senjata adalah
alat untuk bertahan dan melumpuhkan lawan selain mematikan.
Lantas, senjata model apakah yang
harus kita miliki dan bagaimana caranya kita menggunakan perlengkapan senjata
Tuhan (ten panoplian tou Theou) ini? Efesus 6:14-16 memberikan daftar
perlengkapan senjata Tuhan yang harus kita pergunakan yaitu: ikat pinggang
kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan memberitakan Injil damai
sejahtera, perisai iman, ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Tuhan,
doa dan permohonan. Jika kita membaca daftar perlengkapan senjata Tuhan ini,
janganlah kita berfikir lantas kita berteriak-teriak mengusir-ngusir setan atau
roh-roh jahat yang ada di pohon, rumah, di udara dan dimanapun. Jenis berdoa
seperti ini lazim dipergunakan saat melakukan pelayanan khusus yang disebut exorcisme atau pengusiran roh-roh jahat
yang menghantui atau merasuki.
Namun maksud Rasul Paulus dalam
Efesus 6:14-16 ini adalah menjadikan cara berfikir yang benar dan iman yang
sehat serta perilaku hidup yang kudus sebagai pakaian peperangan rohani. Di
tengah-tengah orang yang menjalankan sistem yang jahat dan buruk, kita hadir
membawa kebenaran dan keadilan. Di tengah situasi kehidupan yang saling
menyikut dan menyingkirkan, kita hadir membawa cara hidup dan berkompetisi yang
sehat. Di tengah badai fitnah kita tetap memegang perisai iman agar tidak
terjatuh. Di saat godaan bertubi, pedang roh yaitu Firman Tuhan harus
dipergunakan untuk melawan segala godaan dan bisikan jahat. Inilah cara mempergunakan
senjata-senjata Tuhan yang diperintahkan kepada kita untuk mempergunakannya.
Menjadi orang baik saja tidak
cukup. Menjadi orang Kristen yang baik hati tidaklah cukup. Di dunia yang keras
dan jahat ini, kita memerlukan kekuatan Tuhan. Mungkin kita pernah atau tidak
asing dengan orang-orang baik dan jujur di institusi hukum ataupun perusahaan
yang tiba-tiba mengalami sakit penyakit aneh yang berujung kematiannya? Kita
hidup di negeri yang mewarisi kultur menggunakan kuasa kegelapan untuk menghancurkan
kehidupan orang lain yang dianggap telah merugikan atau menjadi pesaing dalam
hidup kita.
Kita membutuhkan kekuatan dan
kuasa Tuhan. Efesus 6:10 telah dibuka dengan kalimat, “Akhirnya, hendaklah kamu
kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya”. Kita memerlukan kekuatan
Tuhan dan kuasa-Nya agar kita tidak mudah menjadi korban orang jahat serta
dikalahkan kejahatan
Tidak karena kita menjadi orang
Kristen maka secara otomatis segala sesuatunya bekerja mempermudah kehidupan
kita termasuk perlindungan dari kuasa kegelapan, baik dalam bentuk godaan
maupun penyakit kiriman oleh kuasa jahat yang diperintahkan oleh orang jahat.
Mengenakan perlengkapan senjata Tuhan berarti kita selalu dekat dan melekat
dengan Tuhan dan menerima kasih, kuasa serta kekuatan-Nya.
Temuilah Dia, Sang Pemilik Hidup
setiap hari dalam doa atau permenungan Firman Tuhan. Patuhilah apa yang Dia
perintahkan dalam firman-firman-Nya. Panggilah nama-Nya agar menjadi benteng
pertahanan yang kuat.
Kiranya setiap kita diberikan
kekuatan untuk melawan tipu muslihat Iblis/Satan dan mengalami kemenangan
karena kita selalu mengenakan senjata Tuhan dan cakap mempergunakannya

No comments:
Post a Comment