Beberapa waktu lalu saya menerima pesan melalui media
sosial Whatsapp dengan judul, Sejarah
Nama Allah Masuk ke Alkitab Indonesia. Dalam tulisan singkat itu dibuka
dengan kalimat, “Sejak awal terjemahan
Alkitab Indonesia, Penterjemah dibantu oleh orang Muslim yang adalah Haji
bernama Haji Abdul Kadir Munsyi dari Malaysia (1796-1854), saat diminta
pendapatnya oleh misionaris bule, maka Haji Abdul Kadir Munsy menyodorkan nama
Allah yang dia sembah dalam mesjid sebagai orang Muslim untuk terjemahkan kata
Elohim (bhs Ibrani) dan Theos (bhs Yunani) dan God (bhs Inggris) ke dalam
bahasa Indonesia, maka karena saat itu kurangnya tersedia informasi yang
akurat, akhirnya diputuskan nama Allah masuk ke Alkitab Indonesia sampai
sekarang dan hari ini nama Allah masih bercokol di Alkitab Indonesia (LAI)”.
Tuesday, May 22, 2018
Monday, May 21, 2018
YESUS ITU ADONAI ATAU ADON?
Dalam kelompok gereja yang sudah memanggil nama YHWH
yang lazim disebut Sacred Name Movement
dan sebagiannya ada yang melanjutkan pada konsepsi Back to Hebraic Root (Kembali ke Akar Ibrani) dengan merefleksikan
konsep-konsep dalam Yudaisme dan literatur rabinik untuk memahami sabda Yesus
dan teks Kitab Perjanjian Baru, masih ditemui berbagai penggunaan
istilah-istilah Ibrani yang salah kaprah.
Friday, May 18, 2018
MEMBERI DIRI DIBERDAYAKAN OLEH ROH KUDUS
Setelah hari Raya
Pesakh dan ha Matsah (Roti Tidak
Beragi) serta Yom ha Bikurim (Buah
Sulung) maka hari raya berikutnya yang ditetapkan Tuhan YHWH di Sinai agar
diperingati oleh Bangsa Israel adalah Yom
Shavuot (Hari Kelimapuluh).
Friday, April 27, 2018
ORANG BERDOSA
Siapa
yang dimaksudkan dengan “orang berdosa” dalam
kalimat, “...banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan
bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya” (Mrk 2:15)? TaNaKh berulang kali menyebut istilah “orang berdosa” (khataim, Mzm 1:1; 51:15, Ams 23:17,
Pengk 8:12).
HEBREW MINDSET
Tim Hegg menjelaskan
perihal Hebraic Mindset sbb: “Berpikir secara Ibrani berarti berpikir
sebagaimana orang Ibrani berpikir pada zaman lampau. Mengapa hal ini demikian
penting? Karena sebagain besar isi Kitab Suci, dituliskan oleh orang-orang
Ibrani. Sebenarnya, hanya Lukas dari keseluruhan penulis Kitab Suci yang bukan
seorang Yahudi berdasarkan kelahirannya (setidaknya menurut pendapat sarjana
modern). Agar kita dapat memahami yaitu cara berbicara, mengenai kata-kata yang
dipergunakan serta pentingnya persoalan-persoalan kehidupan yang digambarkan
oleh seseorang dalam kebudayaan Ibrani, maka kita harus memahami dengan istilah
umum, mengenai bagaimana orang Ibrani berpikir, bagaimana mereka melihat kehidupan
- pandangan dunia yang mereka miliki” (Interpreting the Bible: An Introduction to
Hermeneutics, 2000:20).
Thursday, April 26, 2018
KRISTEN HELENIS?

Suatu ketika, saya pernah mendapatkan keluh kesah dan
uneg-uneg dari seseorang yang sedang belajar tentang akar Ibrani dari iman
Kristen di sebuah group media sosial whatsaap. Seperti biasa dan saya duga,
orang-orang baru kerap menjadi kecewa karena bentuk-bentuk komunikasi di antara
sesama anggota group yang terkadang sarat dengan klaim-klaim absolut dan mudah
menghakimi mereka yang berbeda dengan sebutan sesat.
Orang tersebut mengutarakan kekecewaannya karena
orang-orang seperti dirinya malah kerap dituding sebagai “anti semit”, “kristen
helenis” dll. Dia memberikan apresiasi terhadap buku yang saya tulis dan
bagaimana saya menjawab dan memperlakukan dirinya saat bertanya tentang hal
yang tidak dipahaminya.
ADAB MEMBAGI WARISAN
Kekristenan kerap
dituding tidak memiliki syariat atau aturan, baik aturan ibadah, aturan
kehidupan keseharian mulai dari kelahiran hingga kematian bahkan pembagian
warisan.
Tudingan ini tidak sepenuhnya keliru karena masih banyak orang-orang
Kristen yang beranggapan bahwa kekristenan bukan agama dengan seperangkat
peraturan melainkan hubungan pribadi dengan Tuhan. Dibalik pemahaman yang
terlihat mulia ini justru bukan didasarkan pemahaman yang benar tentang iman
kristen.
Subscribe to:
Posts (Atom)





