Thursday, March 12, 2026

MENDOAKAN YANG BAIK BAGI ANAK-ANAK KITA

Sumber gambar: freebibleteachings.com

Setiap orang tua yang baik pasti menghendaki agar anak-anaknya hidup lebih baik dari dirinya (jika belum mencapai kemapanan) atau sebaik dirinya (jika telah mengalami kemapanan). Sepertinya tidak ada orang tua yang mendoakkan anak-anaknya hidup dalam kemiskinan dan mengalami kesusahan. Sebagaimana mereka memberi nama-nama pada anak mereka, bukan sekedar menandai peristiwa saat mereka lahir namun menaruhkan harapan dan doa tentang kehidupan yang akan mereka terima dan jalani.

Kisah Ayub memberikan suri tauladan kepada kita bagaimana senantiasa membawa anak-anak kita ke dalam altar doa di hadapan Tuhan sebagaimana dilakukan Ayub, "Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Tuhan di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa" (Ayb 1:5).

Ya, Ayub senantiasa yeqadeshem (menguduskan) anak-anaknya mana tahu mereka telah melakukan dosa dan memohon ampun di hadapan Tuhan. Dengan cara demikian, Ayub sangat peduli dengan kehidupan anak-anaknya bukan semata-mata kebutuhan material mereka namun kebutuhan spiritual. Ayub selalu mengorientasikan anak-anaknya pada Yang Ilahi sehingga apapun yang telah dikerjakan dalam hidup mereka, senantiasa teringat untuk mengasihi Tuhan dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya serta menjauhkan perbuatan apapun yang mendatangkan kemurkaan-Nya.

Dalam kearifan lokal Jawa, kewajiban orang tua ditandai dengan tiga kata yaitu tutur, muwur, sembur. Tutur artinya perkataan yang memberikan ajaran dan pengetahuan atau didikan. Anak-anak kita harus diberitahu apa perilaku yang benar dan perilaku yang tidak benar, perilaku yang sopan dan perilaku yang tidak sopan. Rumah, harus menjadi tempat pertama penanaman perihal nilai-nilai kejujuran, kebernian, kebaikan hati, cinta kasih pada sesama, persahabatan, berfikir kritis dll.

Muwur bermakna memberikan kebutuhan material dan finansial seperti makan dan minum, pakaian, menyekolahkan. Di zaman dimana saat ada begitu banyak pilihan menjalani hidup, tidk mudah bagi orang tua untuk memenuhi apa yang diinginkan anak-anaknya, mulai dari hobi dan membeli berbagai hal yang menyenangkan. Bersyukurlah bagi mereka yang bisa memenuhi semuanya bagi anak-anak mereka

Sementara sembur artinya mendoakan yang baik agar mereka hidup dalam perlindungan Tuhan dan mendapatkan nasib yang baik dan beruntung dalam kehidupan serta diberikan kekuatan manakala mereka harus melewati pencobaan dan godaan dalam hidup. Anak-anak kita bukan hanya dipenuhi kebutuhan material mereka dan berbagai pengetahuan yang memperlengkapi diri mereka namun kita harus mendoakan mereka sebagaimana telah diteladankan oleh Ayub.

Mazmur 144 bukan hanya mengajar kita berdoa perihal keselamatan dan kemakmuran ekonomi sebagaimana diungkapkan dalam ayat 13-14 demikian, “Semoga gudang-gudang kita penuh, mengeluarkan beraneka ragam barang; semoga kambing domba kita menjadi beribu-ribu, berlaksa-laksa di padang-padang kita! Semoga lembu sapi kita sarat; semoga tidak ada kegagalan dan tidak ada keguguran, dan tidak ada jeritan di lapangan-lapangan kita!” Namun kita diminta senantiasa memohonkan agar anak-anak kita menjadi berguna bagi Kerajaan Tuhan dan berguna bagi diri mereka sendiri serta berguna bagi sesamanya sebagaimana dikatakan pada ayat 12, “Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!”

Demikianlah kitapun hendaknya memohonkan kepada Tuhan agar anak-anak lelaki kita megudalim (tumbuh menjadi besar) seperti tanam-tanaman dan anak-anak perempuan menjadi mehutabot (dipahat) seperti tiang penjuru atau pilar untuk bangunan istana. Apa artinya? Artinya anak-anak kita memiliki kehidupan yang baik dan membawa manfaat bagi Kerajaan Tuhan dan bagi sesama.

No comments:

Post a Comment