Ketika saya masih sekolah menengah atas di Bandung, saya pernah ingin menyalurkan bakat menulis saya dengan menyerahkan naskah cerpen ke pihak organisasi intra sekolah agar dapat dimuat di mading (majalah dinding). Namun cerpen tersebut dikembalikan pihak pengelola mading dengan alasan isinya terlalu idealis dan mustahil terjadi.
Tuesday, May 7, 2013
Thursday, April 4, 2013
ARTI KEMATIAN YESUS BAGI PENGHAPUSAN DOSA MANUSIA
Sebelum kita mengupas makna kematian Yesus bagi penghapusan dosa umat manusia, kita akan mengkaji terlebih dahulu apa yang dimaksudkan dengan Dosa Asal (Original Sin). Saya lebih memilih istilah ini karena memang istilah inilah yang lebih tepat dan dipergunakan untuk menjelaskan asal usul dosa dalam berbagai terjemahan bahasa Inggris. Tidak ada istilah Dosa Waris kecuali penafsiran beberapa golongan Kristen yang membuat istilah tersebut menjadi rancu. Karena memang dosa tidak diwariskan sebagaimana dikatakan dalam Yekhezkiel 18:20
“Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya”.
Dosa Asal (Original Sin)
Dosa berawal ketika manusia melanggar perintah Tuhan YAHWEH agar tidak memakan buah Pohon Pengetahuan Baik dan Pengetahuan Jahat sebagaimana dikatakan:
“Lalu Yahweh Tuhan (יהוה אלהים) memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”(Kej 2:16-17).
Saturday, March 23, 2013
YESUS DALAM UPACARA SEDER PESAKH
MENGKAJI AKAR YUDAISME PERJAMUAN KUDUS YAITU SEDER PESAKH
Pesakh ada daftar perayaan yang pertama dari ketujuh hari raya yang ditetapkan YHWH di Sinai untuk dipelihara selamanya. Perayaan ini menunjuk pada peringatan terluputnya nenek moyang Yishrael dari tulah YHWH melalui olesan darah di tiap palang pintu orang Yisrael (Im 23:5).
Tradisi Yahudi melaksanakan Seder Pesakh dalam menandai Pesakh yang jatuh Tanggal 14 Nisan. DR. David Stern menjelaskan perihal Seder sbb: “Seder adalah, Tata Cara, namun istilah ini menunjuk pada tata cara makan dan perayaan yang dilaksanakan saat Pesakh. Hari ini, bagian-bagian dari peristiwa Paskah, doa-doa, cerita dan berbagai hidangan yang dimakan dipersiapkan dalam bentuk Haggadah (penceritaan) yang mengumpulkan cerita Kitab Suci mengenai keluarnya Bangsa Israel dari Mesir dengan tambahan-tambahan Rabinik. Banyak dari ciri-ciri dalam Seder Modern tetap dilaksanakan dimasa hidup Yeshua”[1].
Unsur-Unsur Liturgis Seder Pesakh Yahudi
Untuk dapat memahami makna yang terkandung dalam Seder Pesakh, maka perlu mengkaji unsur-unsur liturgis dan berbagai hidangan yang tersedia selama pelaksanaan Seder Pesakh, yaitu:
Cawan Berkat/Pengudusan
Meminum anggur pertama, dengan terlebih dahulu mengucap syukur dan mengucapkan Berakhah (berkat). Anggur yang diminum bukanlah anggur berfermentasi sebagai lambang tanpa dosa dan cela.
Cawan Tulah
Meminum anggur kedua, sebagai lambang peringatan terhadap peristiwa YHWH membebaskan Bangsa Israel dari Mesir. Nama-nama tulah disebutkan sambil mencelupkan jari kelingking kedalam cawan sebagai simbol berkurangnya sukacita.
Thursday, February 21, 2013
KORUPSI: MENDAPATKAN REZEKI TIDAK KOSHER
Halaman
surat kabar hari-hari ini masih melaporkan kasus-kasus penindakan korupsi
sebagai headingnya. Harian Suara Merdeka beberapa hari lalu melaporkan hasil
pengkajian KPK terhadap kasus korupsi Simulator SIM dan penyucian uang dengan
terdakwa Irjen Djoko Susilo dengan heading “Irjen
Djoko ‘Raja’ Properti”. Dalam pemberitan dilaporkan bahwa Irjen Djoko
Susilo telah melakukan penyucian uang dengan membeli sejumlah properti di
beberapa daerah. KPK telkah menemukan dan menyita sejumlah rumah mewah yang
dibeli oleh Irjen Djoko Susilo dengan uang hasil korupsi al., rumah di Graha
Candi Golf Semarang (2 buah), rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan Solo, rumah
di Jalan Sam Ratulangi Solo, rumah di Jalan Langenastran Yogya, rumah di Jalan
Patehan Lor Yogyakarta[1].
Rumah-rumah tersebut disita antara tanggal 13-14 Februari 2013 lalu.
Beberapa
hari kemudian tanggal 20 Februari 2013 KPK menemukan bukti baru dan melakukan
penyitaan perumahan hasil penyucian uang Irjen Djoko Susilo al, rumah di Jalan
Prapanca Raya Jakarta Selatan, rumah di Jalan Cikajang Jakarta Selatan, rumah
di Jalan Elang Mas Jakarta Selatan, rumah di Pesona Kayangan Jawa Barat[2].
Semua rumah tersebut bernilai miliaran rupiah. Sebuah angka fantastis dan
jumlah rumah yang fantastis jika melihat jabatan Djoko Susilo sebagai Inspektur
Jendral.
Kita
pun masih teringat dengan kasus korupsi pengadaan Al Qur’an beberapa waktu
lalu. Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan
dua tersangka korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama pada 2011/2012.
Mereka adalah anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat, Zulkarnaen Djabar,
serta Direktur Utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia, Dendy Prasetia. "KPK dalam hal ini telah
menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status kasus ini ke tahap
penyidikan," kata Ketua KPK Abraham Samad di kantor KPK kemarin. Abraham
hanya menyebut inisial kedua tersangka sebagai ZD dan DP demikian laporan koran
Tempo[3].
SUAP MEMBUTAKAN MATA ORANG BIJAKSANA
Di era Reformasi yang mengedepankan
jargon-jargon (semboyan) al., demokrasi, kebebasan berpendapat, reformasi
birokrasi, reformasi hukum, keadilan sosial, anti korupsi dll justru
kenyataan-kenyataan di atas semakin menguat saja kepermukaan.
Dibentuknya KPK (Komisi Pemberantasan
Korupsi) bukan menghentikan dan meminimalisir korupsi dan suap, sebaliknya
semakin merajalela di tubuh badan-badan pemerintahan serta partai politik
dengan ditemukannya berbagai fakta dan kasus yang ditemukan oleh KPK. Ini bukan
bermakna keberadaan KPK menjadi stimulan kemunculan korupsi, melainkan
eksistensi dan kerja KPK menyebabkan aktifitas korupsi sistemik di segala
bidang mulai terkuak satu persatu dan belum memberikan efek jera kepada pelaku
korupsi.
Publik kembali dikejutkan oleh kasus yang
sedang hangat hari ini dibahas yaitu kasus suap kuota impor daging sapi yang
melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bernama Luthfi Hasan Ishaaq[1].
Ternyata tindakan melawan hukum berupa kasus suap tidak melihat apakah orang
tersebut beragama apa atau berasal dari partai berbasis agama atau tidak. Kasus
Lutfi Hasan Ishaaq membuktikan bahwa partai berbasis agama tidak menjamin
pelaku organisasi kepartaian ini akan menjadi orang yang bersih dan terbebas
dari suap dan korupsi.
Bagaimana iman Kristen memandang kasus suap? Tuhan YHWH
melalui Torah-Nya ribuan tahun lampau telah mengecam dan melarang praktek suap.
Kitab Keluaran (Sefer Shemot) 23:8 Tuhan YHWH bersabda agar para hakim di
Israel dalam menjalankan peradilan dalam sistem Teokrasi diperintahkan, “Suap
janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan
memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar”.
Sunday, December 16, 2012
BERSENTUHAN DENGAN ALAM CIPTAAN TUHAN
Seseorang pernah bertanya pada saya, “untuk apa Tuhan menciptakan alam semesta
khususnya kehidupan di bumi yang dihuni manusia, berbagai hewan serta tumbuhan?”
Saya mengutip Kitab Mazmur 19:2-7, “Langit
menceritakan kemuliaan Tuhan, dan
cakrawala memberitakan pekerjaan
tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan
pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka
tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan
mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang
keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan
pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan
ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas
sinarnya”.
Kutipan ayat di atas mengatakan bahwa hashamayim
mesaprim kevod El, umaasyeh yadaiw maggid haraqiya (Langit
menceritakan kemuliaan Tuhan, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya).
Tujuan penciptaan alam semesta dan kehidupan yang indah di bumi adalah untuk
memperlihatkan kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Jika kita perhatikan, seluruh
sistem dan gerak dalam alam semesta khususnya kehidupan di bumi mencerminkan
keteraturan, harmoni, sistematis, hukum yang mengatur keseimbangan. Mari kita
perhatikan beberapa keteraturan dan keseimbangan berikut ini:
Tingkat eksentrisitas bumi (kemiringan
rotasi bumi) berada dalam angka 2%. Jika kemiringan bumi saat berotasi mendekati
angka 0% maka berbentuk lonjong dan jika mendekati angka 1% maka akan berbentuk
datar. Dengan kisaran angka kemiringan 2% maka rotai bumi seperti lingkaran.
Jika mendekati kemiringan 1% maka lautan kita akan menguap karena terlalu dekat
dengan matahari dan membeku jika menjauh dari matahari (Noel Hornor, Planet
Earth; Lucky Accident or Master Handiwork?, Good News Magazine, March-April
2012, p. 5)
Kadar oksigen dalam atmosfir bumi
berjumlah 21%. Dengan jumlah sedemikian, kehidupan bumi dapat terjamin. Apa
yang terjadi jika kadar oksigen 25%? Akan ada ledakan besar secara tiba-tiba.
Apa yang akan terjadi jika kadar oksigen 15%? Manusia akan mengalami mati lemas
(Ibid.,)
Bumi kita senantiasa dibombardir cahaya
radiasi matahari. Tingkat transparansi atmosfir bumi sebagai penyaring radiasi
matahari sangat berpengaruh terhadap kehidupan di bumi. Jika atmosfir bumi terlalu
terang akan menimbulkan efek bagi manusia berupa kanker kulit. Namun jika
atmosfitr bumi kurang terang maka akan menimbulkan ketiadaan kemampuan foto
sintesis pada tanaman hijau yang mengubah air, mineral serta karbon dioksida
menjadi oksigen (Ibid., p. 6).
Tuesday, December 11, 2012
TORAH SEBAGAI SUMBER KESEHATAN JASMANI ROHANI
DR, Grant R. Jefrey dalam bab 7 dari bukunya mengulas
tentang “Pengetahuan Medis Yang Mutakhir
Dalam Alkitab” mengatakan sbb:”Meskipun
demikian, kelima kita pertama dari Alkitab yang ditulis oleh Musa pada kurang
lebih tahun 1491-1451 sebelum Masehi, yang dikenal sebagai Hukum Taurat,
mengandung prinsip-prinsip ilmiah yang luar biasa. Selain itu, Alkitab juga
berisi pengetahuan medis dan ilmiah yang terkini mengenai higiene dan sanitasi[1].
Ketika beliau melakukan kajian atas pengobatan Mesir kuno yang terekam dalam
Papyrus Eber,yang diterjemahkan S.E. Massengill dalam bukunya, “A Sketch of Medicine and Pharmacy”
sampailah pada kesimpulan sbb: “Penyelidikan
atas cara-cara pengobatan yang digunakan oleh orang-orang Mesir kuno dan
kebudayaan-kebudayaan penyembah berhala lainnya di Timur Tengah menunjukkan
suatu data yang mengejutkan; ternyata mereka bahkan tidak memiliki pengetahuan
medis yang paling dasar sebagaimana yang kita kenal dewasa ini. Akan tetapi,
hukum-hukum Musa mengandung peraturan-peraturan spesifik dan prosedur-prosedur
kebersihan yang jika diikuti dengan setia, akan menyingkapkan penyakit-penyakit
mengerikan yang menyengsarakan bangsa Mesir pada masa itu dan masih diderita
oleh kebanyakan manusia di Dunia Ketiga saat ini”[2].
|
Subscribe to:
Posts (Atom)






