Dalam Kitab Perjanjian
Baru, julukan dalam bahasa Ibrani “Rabi” muncul tujuh belas kali dan dilekatkan
pada Yesus
(Mat 23:7,8, Mrk 9:5, Yoh 3:2) dan “Rabuni” sebanyak dua kali (Mrk 10:51, Yoh
20:16) serta dalam bahasa Yunani bentuk
Nominatif “Didaskalos” sebanyak lima
belas kali (Mat 17:24, Mrk 14:14, Luk
22:1, Yoh 13:13) dan bentuk Vokatif (kata seru) “Didaskale” sebanyak 31
kali (Mat 8:19, Mat 12:38, Mrk 9:17, Luk 3:12, Yoh 8:4).
Wednesday, July 26, 2017
DI BAWAH KAKI SANG RABI
Memahami konteks sosio religius dan idiom serta world view Yahudi dan Yudaisme bukan
hanya membuat kita dapat memahami sabda-sabda Yesus dengan lebih mendekati
makna aslinya namun juga bermanfaat memahami berbagai peristiwa lain yang
dituliskan dalam Kitab Perjanjian Baru yang samar artinya.
SINAGOGA SEBAGAI PUSAT IBADAH DAN BELAJAR
Tanpa pemahaman konteks sosio religius Yahudi dan Yudaisme kita tidak mendapatkan gambaran yang utuh dalam memahami istilah “rumah ibadat” sebagaimana deskripsi Lukas 4:16, “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab”
TORAH DAN TALMID
Hampir semua orang Kristen begitu familiar dengan teks Matius 28:19-20 dan biasanya menyebutkan dengan istilah “Amanat Agung” (Great Commandement). Hampir semua konsep teologi misi dan aksi misi hingga ke luar negeri yang dibangun oleh lembaga-lembaga teologi maupun lembaga misi mendalilkan semua filosofi dan aksinya di atas dasar teks tersebut untuk melakukan tugas pemberitaan Injil.
STIGMA TERHADAP FARISI DAN SADUKI
Ketika kita mendengar
nama Farisi dan Saduki, hampir kebanyakan diantara orang Kristen akan memiliki
sejumlah prasangka yang sudah terpateri dalam alam bawa sadar sebagai
sekelompok orang-orang Yahudi yang berlaku munafik. Dengan kata lain, Farisi
dan Saduki menjadi simbol bagi kemunafikkan. Apalagi jika kita membaca Kitab
Injil dimana Yeshua Sang Mesias kerap terlibat perdebatan dengan orang-orang
Farisi dan Saduki.
Tuesday, July 25, 2017
BERJAGA-JAGA DAN BEKERJA MENYONGSONG KEDATANGANNYA
Ir. Herlianto, MTh.
Dalam bukunya Akhir Zaman Kapan Akan Terjadi? Menjelaskan sbb: “Sejarah telah mencatat bahwa sejak abad
pertama sudah banyak perhitungan-perhitungan yang dilakukan umat untuk
menentukan waktu akhir zaman dan kedatangan Yesus kedua kali, tetapi
ramalan-ramalan mengenai akhir zaman itu memuncak dengan timbulnya ajaran-ajaran
bidat yang mulai banyak bermunculan pada abad ke-19 sehingga dapat disimpulkan
bahwa ‘salah satu ciri kegiatan bidat adalah kepastiannya dalam menghitung
waktu akhir zaman’, padahal justru hal ini dilarang oleh Tuhan untuk dilakukn
manusia!”(Yayasan Kalam Hidup, hal 23).
MASA TRIBULASI 23 SEPTEMBER 2017?
Dalam sebuah artikel di internet berjudul, Tanda
Besar di Langit: Perempuan dan Naga | 23 September 2017 penulisnya
dengan mengutip dari situs internet di luar negeri memaparkan ramalan perihal
kesusahan besar di tahun 2017 sbb, “Tanda
Wahyu 12 ini melibatkan 12 suku-suku Israel, yakni bangsa Yahudi lahiriah
sekarang ini. Menurut website Stellarium (www.stellarium.org), tanda ini akan
muncul di langit malam, di atas Yerusalem, pada hari Sabtu, 23 September
2017....Tanda Wahyu 12 digenapi dalam ayat 5 sesudah Anak laki-laki ini
dilahirkan, dan demikian juga dua minggu sesudah Yupiter keluar dari rahim
Virgo, ia bergerak turun melalui “saluran kelahiran” dan tanda besar ini
lengkap terbentuk di langit. Bisa dikatakan bahwa perempuan ini mengalami sakit
bersalin selama dua minggu sementara bayi itu bergerak keluar dari rahim dan
melewati saluran kelahiran. Perlu diingat, masa “Tribulasi” atau “Kesusahan
Besar” juga memiliki arti “sakit bersalin“ (https://harituhan.wordpress.com/2017/02/09/tanda-besar-di-langit-perempuan-dan-naga-23-september-2017/).
Subscribe to:
Posts (Atom)






