Friday, February 6, 2026

DENGARKANLAH SUARA ANAK TUHAN

Sumber gambar: pbpcsermons.blogspot.com

Reaksi apakah yang akan Anda lakukan ketika sedang berbicara dengan sesama orang beriman lantas Yesus Sang Juruslamat dan Junjungan Yang Ilahi tiba-tiba hadir di tengah-tengah kita dengan penampakkan wajah penuh kemuliaan? Takjub, kagum, haru, hormat dan sujud menyembah tentu menjadi kosa kata tindakan yang akan kita lakukan bukan?

Demikianlah yang terjadi saat Petrus, Yakobus dan Yohanes diajak Yesus mendaki gunung yang tinggi dan dalam keheningan tiba-tiba mereka mendapati tiga pemandangan yang luar biasa. Pertama, mereka melihat sang guru tiba-tiba metemorphete (Yun) alias transfigure (Ing) alias “berubah rupa”. Perubahan apa yang dilihat ketiga murid Yesus di pegunungan yang dingin dan hening tersebut? Elampsen to prosopon autou hos ho helios (wajah-Nya bercahaya seperti matahari) dan ta de himatia autou egeneto leuka hos to phos (pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang).

Apa yang disaksikan ketiga murid adalah penampakkan wajah dan diri Yesus dalam kemuliaannya sebelum kewafatan dan kebangkitan-Nya dari kematian. Kelak Yesus menampakkan diri kembali kepada Yohanes untuk menyingkapkan peristiwa di masa depan dan saat itu Yohanes melihat rupa dan diri Yesus kembali dalam kemuliaan-Nya sbb:

“Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.  Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik” (Why 1:12-16).

Kedua, ketiga murid melihat Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus Sang Guru (Mat 17:3). Keduanya bukan nabi biasa melainkan nabi terkemuka yang dihormati oleh bangsa Israel. Musa, adalah pemimpin ulung, pemberi Torah, perantaraan siapa Tuhan membawa orang Israel keluar dari Mesir. Ia membina bangsa Israel menjadi suatu umat untuk mengabdi kepada Tuhan serta membawa mereka sampai ke perbatasan negeri yang dijanjikan Tuhan kepada nenek-moyang mereka.

Demikian pula Nabi Elia. Dia adalah salah satu tokoh dalam Perjanjian Lama yang sangat unik dan menarik pada masa yang kritis dalam sejarah Israel, dimana Tuhan menggunakan dia untuk menentang seorang raja yang jahat bernama Ahab dan membangkitkan kerohanian bangsa itu. Meskipun dipakai secara luar biasa dengan berbagai perbuatan ajaib, kehidupan Elia penuh dengan kekacauan. Ada kalanya ia berani dalam mengambil keputusan namun kadang ia takut dan tak berani berkutik. Hidupnya ditandai oleh kemenangan dan kekalahan, yang diikuti oleh pemulihan. Elia mengenal kuasa Tuhan namun juga mengetahui rasanya depresi, sendirian di antara kekuasaan yang menhendaki nyawanya.

Demi melihat penampakkan nabi besar dalam kehidupan leluhur bangsa Israel, Petrus berinisiatif membuat tenda katanya kepada Yesus, "Tu(h)an, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Ketiga. Baru saja usai Petrus berkata demikian kepada sang guru,tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,dengarkanlah Dia” (Mat 17:4). Mungkin suara yang didengar Petrus, Yakobus dan Yohanes menggelegar dari langit dan memenuhi seantero pegunungan sehingga membuat mereka merasa kecil dan tidak ada apa-apanya. Itulah sebabnya dikatakan, “Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan” (Mat 17:6)

Penampakkan Elia di hadapan ketiga murid bukan tanpa tujuan melainkan hendak memberikan pesan simbolik bahwa apa yang telah diajarkan turun temurun bahwa sebelum kedatangan Mesias (Yang Dirurapi) akan datang terlebih dahulu Elia dan Yesus menunjuk pada Yohanes yang memiliki roh Elia untuk mempersiapkan jalan bagi karya Mesianisnya dijalankan di dunia sebagaimana dikatakan, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka” (Mat 17:11-12)

Penampakkan yang dialami Petrus, Yakobus, Yohanes bukan hanya menegaskan bahwa Elia sudah datang melalui pelayanan Yohanes Pembaptis namun menegaskan bahwa Anak Tuhan telah datang ke dunia dan siapapun yang percaya hendaklah mendengarkan apa yang diajarkan-Nya sebagaimana dikatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,dengarkanlah Dia” (Mat 17:4).

Sebagai murid dan pengikut Kristus/Mesias dan Anak Tuhan, kitapun harus memperlihatkan bakti dan ketaatan kita dengan melakukan apa yang dikatakan-Nya. Yesus bersabda, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka  dan mereka mengikut Aku” (Yoh 10:27).

Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi dan mengampuni, demikianlah kita harus mengasihi dan mengampuni. Yesus mengajarkan kita untuk memperhatikan almanot (para janda), yatomim (anak yatim) serta evyonim (orang-orang miskin), demikianlah kita seharusnya melakukannya. Yesus mengajarkan untuk menghakimi dengan adil demikianlah seharusnya kita melakukan. Yesus mengajarkan dan memerintahkan kita menjadi terang dan garam dunia, demikianlah seharusnya kita melakukannya. Yesus memerintahkan kita memberitakan Injil dan menjadi saksinya, demikianlah kita mengerjakan seperti yang diperintahkan.

Jika kita mengaku dengan hati, mulut, lidah bahwa Yesus adalah Kurios (Junjungan Yang Ilahi) dan Christos (Mesias) serta Huiou tou Theou (Anak Tuhan), maka dengarkan dan lakukanlah apa yang diajarkan dan diperintahkan-Nya untuk kita mengerjakannya di tengah dunia di mana kita ada dan diutus menjadi saksi-Nya.

No comments:

Post a Comment