Thursday, September 15, 2011

MEMBERIKAN TSEDAQAH

Istilah Sedekah (Ibr: Tsedaqah) nampaknya kurang populer di telinga orang-orang Kristen pada umumnya. Namun dikalangan Yudaisme maupun Islam, istilah ini begitu kental dirasakan dan diaplikasikan dalam kehidupan kongkrit. Bagaimanakah Yesus  mengajarkan mengenai sedekah yang benar? Marilah kita mengkaji makna sedekahdalam Matius 6:1-4, sebagai bagian dari ajaran pengikut Mesias pada Abad 1 Ms dan yang seharusnya tetap digemakan dalam konteks modern ini.

Sikap yang benar untuk melakukan Tsedaqah

Pertama, jangan mempertontonkan pada orang lain (ay 2). LAI menerjemahkan ay 2, “jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu,…”. Terjemahan diatas sangat keliru! Naskah Greek berbunyi, ”Otan oun poies helemosunen me salpises”.  Kata “salpises” dari kata “salpizo” yang bermakna “to sound the trumpet(meniup trompet)[1]. Terjemahan  Holy Bible, New International Version  sbb, “So when you give to the needy, do not announce it with trumpets[2]

Yesus mengajarkan pada para murid-Nya bahwa jika mereka hendak memberikan Tsedaqah, jangan dengan memiliki motif dipuji. Ekspresi ingin dipuji pada waktu itu adalah dengan meniup shofar (sangkakala terbuat dari tanduk domba, biasanya dipergunakan saat  Hag Yom Truah dan pengumuman sesuatu hal). Orang yang ingin dipuji, telah mendapat upah yaitu dari manusia.

Kedua, lakukan dengan tidak diketahui orang lain (ay 4). Apabila memberikan Tsedaqah, janganlah diketahui orang lain. Yesus mengistilahkan “apa yang dilakukan tangan kanan, jangan diketahui oleh tangan kiri”. Apabila orang beriman dapat melakukan ajaran ini, maka upah dan balasan yang baik akan diberi oleh YHWH Bapa Sorgawi.

Kepada Siapa Sedekah Diberikan?

  1. Kornelius seorang non Yahudi  memberikan Tsedaqah pada orang Yahudi (Kis 10:2,4)
  2.  Orang miskin (Kis Ras 3:2)
  3. Berbagai kegiatan sosial dan kerohanian (membangun rumah peribadahan) pemberitaan Injil, pengembangan kegiatan kerohanian dll.
  4. Jdan anak yatim

Manfaat Memberikan Sedekah

Amsal 11:25 -26 mengatakan demikian, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum”. Kita tidak akan menjadi miskin ketika berbagai kekayaan kita melalui sedekah. Senaliknya, sedekah membuat kita tidak akan berkekurangan dan akan mendapatkankan kembali apa yang telah kita keluarkan. Hukum Memberi melalui Sedekah adalah: Barangsiapa memberi dia akan menerima. Banyak memberi banyak menerima. Sedikit memberi sedikit menerima.

Kisah Rasul 10:4 mengatakan perihal sedekah Kornelius yang menggerakkan hati Tuhan menjawab doanya sbb, “ Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Tuhan dan Tuhan mengingat engkau”.

1 Raja-raja 17:10-15 mengisahkan keraguan janda Sarfat yang diminta untuk memberikan roti yang dia miliki kepada nabi EliYah: Dalam keraguan dia menjawab: "Demi YHWH, Tuhanmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Namun EliYah memgucapkan perkataan iman sbb: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman YHWH Tuhan Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu YHWH memberi hujan ke atas muka bumi."

Apa yang terjadi saat janda Sarfat tersebut melalkukan apa yang EliYah perintahkan? Dikatakan: “Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya”. Mukjizat terjadi dalam keluarga janda Sarfat karena dia bersedekah dengan roti dan minyak yang tersisa dan diberikan pada nabi Eliyah. Janda Sarfat tidak mati keparan melainkan bisa makan sampai beberapa waktu lamanya.

Oleh karena itu, bersedekahlah dan belajakanlah hartamu di jalan Tuhan yaitu terhadap mereka yang membutuhkan, agar kebaikan Tuhan memelihara kita.




[1] Refresh You Greek (Moody Press Chicago, 1989)

[2] International Bible Society, 1984

No comments:

Post a Comment