Jumat, 20 Juli 2012

TAFAKUR DAN MEDITASI DALAM PERSPEKTIF KRISTEN



Seseorang bertanya pada saya, “bolehkah kita bermeditasi? Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita lihat satu kata Ibrani יהגה -   Yehgeh (Bentuk imperfek dari Khaga). Kata Ibrani Yehgeh dibeberapa tempat dan diterjemahkan secara beragam dan dalam beberapa versi terjemahan berbahasa Inggris diterjemahkan denganMeditate (merenungkan). Kita simak sbb:

Merenungkan/Meditate (Mzm 1:1-2)

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Torah YHWH, dan yang merenungkan(yehgeh) Torah itu siang dan malam.”

Melahirkan (Ayb 27:4)

Maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan (yehgeh)tipu daya”

Mengucapkan (Mazmur 37:30)
“Mulut orang benar mengucapkan (yehgeh) hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum”


Mengatakan (Ams 8:7)

“Karena lidahku mengatakan (yehgeh) kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku”

Menimbang (Ams 15:28)

“Hati orang benar menimbang-nimbang (yehgeh) jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat”

Memikirkan (Ams 24:2, Yes 33:18)

Karena hati mereka memikirkan (yehgeh) penindasan dan bibir mereka membicarakan bencana”

“Dalam hatimu engkau akan memikirkan (yehgeh) kengerian yang sudah-sudah: "Sudah lenyapkah juru hitung, sudah lenyapkah juru timbang, dan sudah lenyapkah orang yang menghitung menara-menara?"

Mengeram (Yes 31:4)

“Sebab beginilah firman YHWH kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram (yehgeh) untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya.


Mengaduh (Yer 48:31)
“Sebab itu aku akan meratap karena Moab, akan berteriak karena Moab seluruhnya, dan akan mengaduh (yehgeh)karena orang-orang Kir-Heres!”

Dari aspek kajian bahasa, meditasi artinya aktifitas merenungkan dan memikirkan. Jika dihubungkan dengan Tuhan dan Firman-Nya, maka kita merenungkan, memikirkan, memperkatakan Nama Tuhan dan Firman-Nya. Dalam Teologi Islam aktifitas ini disebut dengan Tafakur dan Tadzakur dari kata Fikr dan Dzikr yang artinya kurang lebih merenungkan, memikirkan Tuhan dan Firman-Nya.

Setiap agama memiliki sistem meditasi. Yang jadi persoalan bukan meditasinya melainkan meditasi manakah yang kita lakukan? Meditasi Budhisme? Meditasi Hinduisme? Meditasi Islam? Meditasi Kristen? Setiap meditasi ada Akidah atauEmunah yang mendasarinya.
Dari perspektif Judeochristianity, kita diperbolehkan melakukan meditasi atau tafakur yaitu meditasi terhadap Nama Tuhan dan Firman-Nya sebagaimana petunjuk dalam Mazmur 1:2.