Sunday, December 31, 2017

TABULA RASA

Meditasi dan Refleksi Januari 2018

Kita tentu pernah mendengar istilah tabula rasa bukan? Tabula rasa adalah ungkapan Latin yang sering diterjemahkan sebagai “blank slate” (batu tulis kosong) dalam bahasa Inggris dan berasal dari tabula Romawi yang digunakan untuk mencatat yang dituliskan dengan memanaskan lilin dan kemudian menghaluskannya.

Sebelum berkembang menjadi teori filsafat pendidikkan yang dipopulerkan oleh John Locke, konsep ini telah dimulai sejak Aristoteles, filsuf Yunani dalam karyanya Peri Psuches (On the Soul) lalu dikembangkan kembali oleh filsuf mazhab Stoa kemudian filsuf Persia Avicenna lantas filsuf Andalusia Ibn Tufail hingga teolog Kristen Abad Pertengahan Thomas Aquinas. John Locke (1632-1704) secara khusus menjelaskan konsep tabula rasa-nya dalam buku Essay Concerning Human Understanding.

Saturday, December 30, 2017

MEMAHAMI SIKLUS DAN TUJUAN WAKTU

Meditasi dan Refleksi Desember 2017

Kita telah sampai di penghujung tahun 2017 dan besok kita akan memasuki tahun 2018. Waktu demi waktu telah kita lewati. Hari demi hari telah kita lalui. Bulan demi bulan telah kita masuki. Setiap tahun yang lama akan berakhir dan tahun baru akan hadir kita selalu diingatkan akan satu kata yaitu “waktu”.

Pengkotbah 3:1 mengatakan perihal masa dan waktu sbb, לכל זמן ועת לכל־חפץ תחת השׁמים - Lakol zeman weeth lekol khefets takhat hashamayim (Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya). Pernyataan ini menyadarkan kita bahwa setiap peristiwa yang terjadi memiliki siklus (perputaran) yang tetap. Oleh karenanya dilanjutkan, עת ללדת ועת למות עת לטעת ועת לעקור נטוע – ‘et leledet we’et lamut ‘et la ta’at, we’et la’aqur natua’a (Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam (Pengkht 3:2) dst.
 

Wednesday, December 13, 2017

KHANUKAH: PERAYAAN MUKJIZAT DAN PENEGASAN KEMESIASAN YESUS


Apakah hari raya Khanukah itu? Apakah Yesus Mesias kita merayakan Khanukah? Apakah Khanukah relevan dirayakan oleh Kekristenan? Keterangan mengenai Yesus merayakan Khanukah dapat kita simak dalam kesaksian Kitab Yohanes sbb: “Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Tuhan di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Tuhan, di serambi Salomo” (Yoh 10:22-23). Tanpa pemahaman latar belakang keagamaan Yudaisme Abad 1 Ms dan latar belakang kebudayaan Yahudi pada zaman itu, maka kita akan kerap gagal memahami pesan-pesan yang tertulis dalam Kitab Perjanjian Baru karena banyak perkataan Yesus, ajaran Yesus, perumpamaan Yesus yang terekam dalam keempat Injil dibungkus dalam idiom Ibrani sekalipun dikisahkan dalam bahasa Yunani. Demikian pula surat-surat rasuli baik rasul Paul, rasul Yakobus, rasul Yudas dll.

Friday, December 1, 2017

MELEMPAR ROTI KE DALAM AIR

Untuk membiayai pendidikannya, seorang anak miskin menjual barang dari pintu ke pintu. Suatu hari, anak laki-laki ini benar-benar lapar tapi tidak punya uang untuk membeli makanan. Dia memutuskan untuk meminta sesuatu untuk dimakan ketika ia mengetuk pintu di rumah berikutnya. 

MENILAI DAN MENGHAKIMI DENGAN ADIL


Seorang lelaki berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama dengan ayahnya. Ia melihat keluar melalui jendela kereta api dan berteriak, “Ayah, lihat pohon-pohon itu berjalan!”. Ayahnya tersenyum, namun pasangan muda yang duduk di dekatnya, memandang perilaku kekanak-kanakan lelaki yang berusia 24 tahun dengan kasihan. 

GEMILUT KHASADIM (PERBUATAN BAJIK)


Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu. Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring. Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal. 

UNTA DAN LUBANG JARUM


Dalam suatu kesempatan saat Yesus menjawab pertanyaan perihal orang kaya dan Kerajaan Surga, keluarlah pernyataan sbb, “Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Tuhan” (Luk 10:25). Pernyataan ini membingungkan banyak penafsir Kitab Perjanjian Baru. Ada berbagai tafsir terkait pernyataan Yesus di atas.