Thursday, May 13, 2021

DIA YANG NAIK KE SORGA, DIA YANG AKAN DATANG KEMBALI DARI SORGA

https://www.vectorstock.com

Dalam Pengakuan Iman Rasuli – sahadat Kristiani – kita mendasarkan sebuah keyakinan kepada Sang Bapa dan Sang Putra serta Sang Roh Kudus yang berkarya untuk dunia dan manusia.

Sang Bapa yaitu YHWH menjadikan dunia dan isinya. Sang Putra yaitu Yesus Sang Mesias, Firman Tuhan yang menjadi manusia menebus kutuk dosa dan menyelamatkan dunia. Sang Roh Kudus, yang keluar dari Sang Bapa berdiam dalam diri orang beriman dan mengingatkan sabda-sabda Tuhan.

Thursday, May 6, 2021

ANTIKRISTUS (ANTIMESIAS) DIKALAHKAN

Saat sebuah krisis melanda (sosial, ekonomi, politik) akan melahirkan fenomena pelarian diri. Agama kerap menjadi pelarian diri yang paling banyak dituju. Para pengkotbah mulai menghubung-hubungkan krisis dengan akhir zaman. Termasuk ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, mulailah beredar berita liar dan viral yang menghubungkan keberadaan virus ini dengan fenomena kiamat. 

Bahkan setelah ditemukannya vaksin dan penggalakan vaksinasi untuk mengatasi Covid-19, beredar kembali sejumlah tafsir liar yang menghubungkan keberadaan vaksin dan rencana Antikristus/Antimesias. Berita yang beredar mengatakan bahwa di dalam cairan vaksin ditanam microchip. Dan masih banyak berita-berita liar lainnya diseputar vaksinasi yang tidak jauh dari tafsir-tafsir keagamaan yang melekatinya.

Berkaitan dengan fenomena krisis sosial, ekonomi, politik dan kotbah-kotbah Kristiani yang kerap memanipulasi kesadaran kritis umat dan semakin memenjarakan nalar untuk mengatasi persoalan secara rasional sekaligus spiritual, sering kita mendengar tafsir Wahyu 13 menjadi jualan yang laris manis untuk menakut-nakuti umat perihal datangnya tokoh Anti Mesias sehingga semakin tercipta “paranoia massa”.

Namun jika kita membaca Wahyu 15:2 justru membesarkan hati kita bahwa Anti Mesias bukan sosok yang harus ditakuti dan dibesar-besarkan peran dan kekuasaannya karena akan ada yang berhasil mengalahkannya yaitu orang-orang kudus yang beriman dan tabah tidak menyerah pada sistem Anti Mesias (Why 13:10) dan yang berpaut pada Tuhan dalam segala aspek kehidupannya (Why 15:2-3).

Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka  terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Tuhan. Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca  bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan  binatang  itu   dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Tuhan. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Tuhan, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu,  ya YHWH, Tuhan, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya YHWH, dan yang tidak memuliakan nama-Mu?  Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau,  sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu”.

Kotbah-kotbah Kristiani seharusnya membesarkan harapan, membangkitkan keberanian dalam menghadapi krisis dalam kehidupan bahkan bertahan di masa kesukaran dan bukan sebaliknya menyebarluaskan paranoia dan ketakutan berlebihan yang bukan bersumber dari penelaahan persoalan secara mendalam.

Simak saja kotbah-kotbah Kristiani semasa pandemi ini. Ada yang mempercayai bahwa virus Covid-19 adalah rekayasa dan ciptaan kelompok tertentu untuk mengontrol populasi Ada yang sangat yakin bahwa virus Covid-19 tidak ada. Ini hanya virus biasa yang dibesar-besarkan. Sikap-sikap demikian justru sangat kontraproduktif dan membuat orang menjadi abai bahaya Covid dan abai menggunakan protokol kesehatan.

Setelah vaksin ditemukan, paranoia massa alias ketakutan masal kembali merebak, yang disebarluaskan dari mimba-mimbar keagamaan. Beredar berita viral dan liar bahwa di dalam cairan vaksin ditanamkan microchip 666 untuk mengontrol siapapun yang telah menerima vaksin tersebut.

Apakah Tuhan tidak berkuasa mengubah keadaan sehingga kita harus tersandera oleh semua reka cipta cerita tentang tokoh yang akan mengontrol dunia melalui sistem yang dibangunnya? Wahyu 15:1-4 justru membuktikan bahwa sekalipun tokoh anti kristus (anti mesias) akan datang dan menguasai dunia, kemenangan ada pada Tuhan, Bapa Surgawi di dalam Yesus Putra-Nya Yang Tunggal itu, Juruslamat dan Junjungan Agung kita Yang Ilahi.

Ketika mengkaji Wahyu 13 jangan hanya memfokuskan pada tanda yang disematkan pada penduduk dunia yaitu bilangan namanya yaitu “666” namun alihkan dan fokuskan pada Wahyu 13:9-10 yang berkata, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman  orang-orang kudus”. Yang penting adalah, η υπομονη και η πιστις των αγιων  (he hupomone kai he pistis toon hagion - ketabahan dan iman orang-orang kudus).

Sudahkan ketabahan dan iman orang-orang kudus ditekankan dalam mimbar Kristiani untuk menjawab tantangan zaman dan situasi krisis yang bisa terjadi sewaktu-waktu? Krisis bukan sekedar berbicara moneter alias keuangan namun juga pandemi yang merusak tatanan kehidupan sosial dan ekonomi. Jika masa itu tiba – datangnya Anti Kristus dan sistemnya yang masih diperdebatkan bentuknya – tekankanlah keberanian menjalani kehidupan dan ketabahan serta iman jemaat Tuhan.

Marilah kita menjadi orang-orang yang mengalahkan sistem Anti Mesias dengan menghadirkan Kerajaan Tuhan dalam perkataan dan tindakan keseharian kita sebagaimana doa yang diajarkan Mesias, “Datanglah Kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di Surga” (Mat 6:9-10).

TANDA PENGIKUT ANAK DOMBA DAN TANDA PENGIKUT ANTI KRISTUS (ANTI MESIAS)

Dalam tafsiran dunia Kristen, Angka “666” dan “Tanda di dahi dan tangan” serta “Binatang”  adalah tiga kata yang melekat menjadi kesatuan identifikasi perihal seorang tokoh masa depan yang akan mengambil alih kontrol dunia baik dari segi ekonomi dan politik yang disebut Anti Kristus/Anti Mesias.