Minggu, 25 September 2011

SUKKOT DAN KARYA YESUS SANG MESIAS

SPerayaan ini menunjuk pada puncak perayaan dari tujuh hari raya. Sukkot merupakan peringatan atas penyertaan YHWH di padang gurun. YHWH hadir di tengah-tengah Yisrael melalui MISHKAN (Kemah Suci) di mana SHEKINAH YHWH berada di dalamnya. Bangsa Yishrael tinggal di pondok-pondok kayu sambil merayakan panen buah-buahan. Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada saat mana “Kerajaan Seribu Tahun Damai” dan juga “Langit Baru dan Bumi Baru” di mana YHWH memerintah bersama Yesus Sang Mesias.

Kita ringkasan ciri-ciri perayaan Sukkot menurut Barney Kasdan[1] sbb: memberikan beberapa penjelasan mengenai Sukkot sehingga membantu bagi kita untuk menghayati makna yang terkandung di dalamnya. Nama lain yang diberikan untuk Perayaan Sukkot adalah Zman Shimkhatenu (Waktu Sukacita), mengapa? Secara historis, Sukkot bagi orang Yahudi menunjuk dua hal yaitu pesta panen buah-buahan sebagaimana digambarkan dalam Imamat 23 dan yang kedua sebagai tanda peringatan bahwa YHWH berkemah bersama leluhur Yisrael di padang gurun selama empat puluh tahun. YHWH hadir di Kemah Suci (Mishkan) dan suku-suku Yisrael tinggal dalam kemah-kemah.



Rumah tangga-rumah tangga Yahudi tradisional biasanya merayakan Sukkot dengan membangun pondok kayu di depan rumah mereka. Kegiatan ini menjadi suatu kegiatan yang menarik bagi masing-masing keluarga khususnya anak-anak. Mereka bisa berpartisipasi dengan menghias pondok-pondok kayu tersebut dengan gambar, ayat-ayat firman, dll. Pondok kayu yang dibuatpun semi permanen dengan atap yang terbuat dari daun-daun atau ranting-ranting kering. Pada permulaan Sukkot yang jatuh pada Tgl 15 Tishri (dimulai Tgl 14 Tishri pukul 18.00) maka masing-masing keluarga akan membuka dengan makan bersama di rumah. Ada penyalaan lilin hari raya. Ada makan roti dan anggur. Ada pengucapan Kiddush yaitu birkat untuk anggur dan roti dan diiringi nyanyian hari raya.

YOM KIPPUR DAN KARYA YESUS SANG MESIAS

Perayaan ini menunjuk pada pendamaian dosa-dosa kolektif Bangsa Yisrael terhadap YHWH dengan penyembelihan hewan setahun sekali. Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada karya Yesus sebagai korban pendamaian sejati.

Kita ringkasan ciri-ciri perayaan Yom Kippur menurut Barney Kasdan[1] sbb: memberikan penjelasan mengenai Yom Kippur sbb: Berdasarkan Imamat 16, ritual Yom Kippur berpusat pada persembahan dua korban kambing. Yang satu dinamai dengan Khatat yang akan disembelih sebagai lampang penghapusan dosa Yisrael. Sementara kambing yang satu diberi nama Azazel. Kambing ini tidak disembelih namun dibuang ke hutan dan ditandai kain merah kesumba. Kambing ini sebagai lambang dosa Yisrael yang dibuang. Ritual di atas merupakan ketetapan Tuhan yang agung, yaitu mengenai penebusan dan pengampunan melalui korban pengganti. Karena Rosh ha Shanah dan Yom Kippur berdekatan dalam berjarak sepuluh hari, maka perayaan Yom Kippur menjadi sangat penting. Apa yang telah dimulai pada bulan Tishri sebagai evaluasi diri dan pertobatan maka pada hari kesepuluh digenapi dengan penebusan dan pengampunan. Sejak Bait Suci (Bet ha Miqdash) di Yerusalem hancur pada tahun 70 Ms. Maka muncul kebingungan diantara para rabbi, mengenai bagaimana pelaksanaan korban Yom Kippur yang berpusat di Bait Suci. Pada perkembangannya para rabbi membuat korban pengganti melalui Tseloshah Taw atau “TIGA T” yaitu: Tefilah (doa), Tsedaqah (perbuatan baik, derma) dan Teshuvah (pertobatan).



YOM TRUAH DAN KARYA YESUS DANG MESIAS


Perayaan Rosh ha Shanah menunjuk pada peniupan shofar (tanduk domba yang panjang) sebagai penanda tahun baru sipil Ibrani dan juga peringatan penghakiman YHWH. Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada kedatangan Mesias yang kedua sebagai Hakim Yang Adil.

Kita ringkasan ciri-ciri perayaan Rosh ha Shanah menurut Barney Kasdan[1] sbb: Tujuan hari raya ini diungkapkan dengan satu kata yaitu “pengumpulan kembali”. Karena hari raya ini mengajak semua orang Yisrael untuk kembali kepada iman yang murni kepada Tuhan. Rosh ha Shanah mewakili hari pertobatan. Ini adalah hari dimana Bangsa Yisrael mengambil persediaan kondisi spiritual mereka dan membuat perubahan yang diperlukan untuk memastikan bahwa tahun baru yang akan datang akan berkenan pada Tuhan. 

Selama bulan Elul atau Tishri memiliki makna spiritual yang mendalam bagi orang Yisrael. Para rabbi menekankan bahwa dari tangal 1 Tishri sampai tgl 10 Tishri (jatuhnya Yom Kippur) merupakan hari persiapan rohani yang khusus. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa selama bulan Elul atau Tishri, Moshe naik ke Bukit Sinai untuk memperoleh Loh Torah yang kedua dan dia turun pada saat Yom Kippur (Pirke De Rabbi Eliezer 46).


Dalam sinagog-sinagog, shofar (terompet dari tanduk domba) dibunyikan setiap hari untuk memberi peringatan orang beriman bahwa waktu untuk pertobatan telah tiba. Banyak kaum Orthodox Yahudi (Orthodox Jew) melakukan ritual penyucian diri dengan melakukan baptisan air (tevilah mikveh) untuk melambangkan pembersihan hati. Karena hari ini dipahami sebagai hari pertobatan maka suasana perayaan diliputi oleh suasana penyesalan diri, namun demikian selalu dengan sebuah harapan adanya pengampunan dosa oleh Tuhan. Dalam keluarga-keluarga tradisional Yahudi, petang hari saat jatuh Rosh ha Shanah dimulai dengan pesta perayaan makan malam dengan banyak hidangan khas (customary dishes,Ing). Setiap sinagog menghentikan aktivitas pelayanan petang hari saat jatuh Rosh ha Shanah namun keesokkan harinya akan dihabiskan dengan ibadah.



SHAVUOT DAN KARYA YESUS SANG MESIAS

Perayaan ini menunjuk pada pesta panen hari kelima puluh setelah menghitung buah sulung. Dalam tradisi Yahudi dihubungkan pula dengan turunnya Torah di Sinai. Barney Kasdan menjelaskan, “Rabbis discovered that the Israelites came to Mount Sinai in the third month after Passover (Exodus 19:1). Shavuot is the day Moses received the Law to deliver to the people. Modern observance includes celebrating the giving of the Torah. Hence, the rabbinic name for Shavuot is Zman Matan Torateynu (the Time of the Giving of Our Law)[1] (Para rabbi menemukan bahwa bangsa Israel mendatangi Gunung Sinai pada bulan ketiga setelah Paskah (Kel 19:1). Shavuot adalah hari dimana Musa menerima Torah untuk disampaikan kepada umat Israel. Pelaksanaan perayaan modern melibatkan perayaan turunnya Torah pada Shavuot. Oleh karena itu, para rabbi memberikan nama bagi Shavuot sebagai Zman Matan Torateynu yang artinya Waktu bagi Pemberian Torah bagi kita).



Perayaan Shavuot dinamakan juga Pentakosta. Istilah ini merujuk pada Kitab Septuaginta (terjemahan TaNaKh: Torah, Neviim, Kethuvim dalam bahasa Yunani pada Abad III Ms yang disponsori oleh Kaisar Ptolemaus Philadhelphus) yang menerjemahkan kata “lima puluh hari” dalam Imamat 23:16 di atas dengan kata Yunani Pentekonta

SFIRAT HA OMER DAN KARYA YESUS SANG MESIAS

Perayaan ini menunjuk hari raya panen Bangsa Yisrael setelah memasuki tanah Kanaan. Tiap jatuh panen mempersembahkan buah sulung panen dan menghitung omer (Im 23:9-14). 

Ada perbedaan pendapat diantara mazhab agama Yahudi di zaman Mesias sampai sekarang mengenai kapan ditetapkannya perayaan Buah Sulung (sfirat ha omer/bikurim). Perbedaan tersebut dikarenakan perintah YHWH yang menimbulkan multitafsir dalam Imamat 23:9-11 sbb: “YHWH berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama (bikurim) dari penuaianmu kepada imam. dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan YHWH, supaya YHWH berkenan akan kamu. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat itu.


Mazhab Farisi memaknai kalimat “sesudah Sabat itu” sebagai sabat moed atau sabat hari raya, sehingga setiap saat jatuh perayaan Roti Tidak Beragi pada Tgl 15 Nisan itu adalah saatnya sabat moed maka sehari setelah itu yaitu Tgl 16 Nisan dimulailah perayaan Buah Sulung dan menghitung omer sampai hari kelima puluh. Sementara itu mazhab Saduki memaknai kalimat “sesudah Sabat itu” sebagai hari sesudah hari sabtu yaitu hari minggu. Oleh karenanya penentuan kapan saat perayaan Shavuot atau Pentakosta akan terjadi selisih selama satu minggu antara mazhab Farisi dan mazhab Saduki karena penetapan perayaan Shavuot dimulai dengan menghitung omer (berkas gandum) sampai hari kelima puluh dimulai sejak perayaan Buah Sulung.

HA MATSAH DAN KARYA YESUS SANG MESIAS

Perayaan ini menunjuk pada nenek moyang Yisrael yang memakan roti tidak beragi selama perjalanan menuju Laut Teberau. Pelaksanaan makan roti tidak beragi selama satu minggu sebagaimana diperintah: “Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi YHWH; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada YHWH tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat” (Im 23:6-8). 

Masing-masing keluarga Yahudi modern melaksanakan ha Matsah selama tujuh hari sebagai bagian dari Pesakh dengan ditandai membuang segala yang mengandung ragi dalam rumah. Ini mengandung pelajaran penting bahwa ragi adalah lambang dosa. Barney Kasdan memberikan komentar perihal makna mendalam dibalik tradisi ini sbb: “Remember the symbolism. It is just spring house cleaning; it is to remind us of our need for spiritual cleansing and repentance. Hence, every time we eat a matzah sanwidch during Pesach, we are reminded of the meaning of the holy day. Every time we long for a leavened cookie we are reminded of this great spiritual truth[1] (Ingatlah simbolisasi ini. Ini bukan hanya mengenai pembersihan rumah; ini mengingatkan kita perlunya pembersihan rohani dan pertobatan. Sebab itu, setiap kali kita memakan roti matsah (tanpa ragi) selama Pesakh, kita diingatkan perihal makna hari kudus tersebut. Setiap waktu selama kita memasak roti tidak beragi maka kita diingatkan perihal makna rohaniah yang agung tersebut).

Ragi dipergunakan untuk membusukkan makanan atau mengembangkan sebuah adonan untuk dimasak menjadi roti. Ada beberapa makna ragi dalam Kitab Perjanjian Baru. 


PESAKH DAN KARYA YESUS SANG MESIAS

Pesakh ada daftar perayaan yang pertama dari ketujuh hari raya yang ditetapkan YHWH di Sinai untuk dipelihara selamanya. Perayaan ini menunjuk pada peringatan terluputnya nenek moyang Yishrael dari tulah YHWH melalui olesan darah di tiap palang pintu orang Yisrael (Im 23:5). 

Tradisi Yahudi melaksanakan Seder Pesakh dalam menandai Pesakh yang jatuh Tanggal 14 Nisan. DR. David Stern menjelaskan perihal Seder sbb:  “Seder adalah, Tata Cara, namun istilah ini menunjuk pada tata cara makan dan perayaan yang dilaksanakan saat Pesakh. Hari ini, bagian-bagian dari peristiwa Paskah, doa-doa, cerita dan berbagai hidangan yang dimakan dipersiapkan dalam bentuk Haggadah (penceritaan) yang mengumpulkan cerita Kitab Suci mengenai keluarnya Bangsa Israel dari Mesir dengan tambahan-tambahan Rabinik. Banyak dari ciri-ciri dalam Seder Modern tetap dilaksanakan dimasa hidup Yeshua[1]

Untuk dapat memahami makna yang terkandung dalam Seder Pesakh, maka perlu mengkaji unsur-unsur liturgis dan berbagai hidangan yang tersedia selama pelaksanaan Seder Pesakh, yaitu:


  1. Cawan Berkat/Pengudusan
Meminum anggur pertama, dengan terlebih dahulu mengucap syukur dan mengucapkan Berakhah (berkat). Anggur yang diminum bukanlah anggur berfermentasi sebagai lambang tanpa dosa dan cela.

  1. Cawan Tulah
Meminum anggur kedua, sebagai lambang peringatan terhadap peristiwa YHWH membebaskan Bangsa Israel dari Mesir. Nama-nama tulah disebutkan sambil mencelupkan jari kelingking kedalam cawan sebagai simbol berkurangnya sukacita.

  1. Shulen Orekh

Memakan Matsah, Maror, Karpas dan Kharoset. Makanan ini (Matsah, Maror, Karpas) merupakan lambang pahitnya penderitaan di Mesir. Namun demikian ada rencana yang indah dan manis dibalik berbagai penderitaan yang pahit. Ini dilampangkan dengan Kharoset.


Maror   : Rempah pahit


Karpas                 : Selada



Kharoset             : Campuran kacang tanah, apel dan madu


  1. Memakan Afikomen
Ada tiga Matsah (roti tidak beragi) yang ditaruh dalam kantung. Matsah yang ditengah diambil dan dipatahkan. Matsah yang dipatahkan, dibungkus dengan kain putih dan disembunyikan. Nama Matsah yang dipatahkan dan dibungkus kain putih disebut dengan Afikomen yang artinya ‘hidangan penutup’. Afikomen inilah yang dipergunakan oleh Yesus saat melaksanakan Seder Pesakh, untuk melambangkan tubuh-Nya yang akan dipecah-pecah dan diserahkan bagi penebusan manusia dari kutuk dosa. 11:23-24). 




  1. Cawan Penebusan
Meminum anggur ketiga yang melambangkan penebusan Israel dari tulah YHWH terhadap Mesir. Yesus memakai anggur dalam Cawan Penebusan untuk melambangkan darah-Nya yang akan ditumpahkan untuk menebus manusia dari kutuk dosa. 



  1. Cawan Pujian
Meminum anggur keempat yang merupakan penutup sebagai simbol ucapan syukur kepada Bapa Sorgawi yang telah mengaruniakan segala sesuatu yang baik.

  1. Cawan Elia
Meminum anggur kelima sebagai tambahan. Dalam tradisi Yahudi Ortodox, yaitu yang belum menerima Mesias Yahshua, anggur kelima ini berisikan pengharapan erhadap Elia yang akan datang untuk meratakan jalan Mesias (Mal 4:5-6). Sampai hari ini, mereka mengharapkan kedatangan Nabi Elia. Namun bagi orang-orang Yahudi pengikut Mesias, tradisi ini dipelihara dengan pemahaman baru bahwa Elia sudah datang, yaitu Yohanes Pembaptis namun diakhir zaman, Elia akan datang kembali untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali.

Jumat, 23 September 2011

TUJUH HARI RAYA YHWH (SHEVA MOEDIM) SEBAGAI BAYANGAN KARYA MESIAS



Di Sinai YHWH memberikan Torah. Dalam Torah, YHWH menetapkan Moedim (waktu-waktu yang tetap) atau hari-hari raya yang berjumlah tujuh (sheva moedim). Ketujuh perayaan tersebut adalah (Imamat 23:1-44) sbb:

1. Pesakh (14 Nisan)
2. Ha Matsah (15 Nisan)
3. Sfirat ha Omer (menghitung omer setelah shabat moedim)
4. Shavuot (hari kelimapuluh setelah menghitung omer)
5. Yom Truah /Rosh ha Shanah (1 Tishri)
6. Yom Kippur (10 Tishri)
7. Sukkot (15-21 Tishri)

Rasul Paul berkata dalam Kolose 2:16-17 sbb: “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Mesias”. Ayat ini bukan larangan agar orang Kristen melaksanakan perayaan yang ditetapkan oleh YHWH di Sinai namun perihal larangan agar jemaat Mesias non Yahudi jangan membiarkan diri mereka dihakimi oleh beberapa kelompok mazhab Yahudi yang menekankan praktek legalistik dalam pelaksanaan Torah yang dipaksakan terhadap jemaat non Yahudi sebagaimana DR. David Stern menjelaskan sbb: “But here it appears that Gentile Judaizers, perhaps like those in Corinth who put themselves ‘in subjection to a legalistic perversion of the Torah (1 C 9:20b&N), have set up arbitrary rules (Shaul brings examples at v.21) about when and how to eat and drink, in order to ‘take ...captive’(v.8) their fellow Collosian”  (Namun di sini nampaknya orang-orang non Yahudi yang di yahudisasi, seperti di Korintus yang meletakkan pada diri mereka dalam ketaatan kepada pelaksanaan Torah yang legalistik (1 Kor 9:20) harus membebaskan diri dari aturan-aturan dangkal (Shaul memberikan contoh pada ayat 21) mengenai kapan dan bagaimana makan dan minum agar menjadikan... tawanan).

Sabtu, 17 September 2011

SIAPAKAH NAMA BAPA SURGAWI DAN PUTRA-NYA?


Ada sebuah ayat yang menarik untuk direnungkan. Ayat ini merupakan sebuah teka-teki untuk dipecahkan. Amsal 30:4 mengatakan sbb: “Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!”. Jika ada sebutan Anak maka ada sebutan Bapa, sekalipun dalam istilah Ketuhanan istilah Bapa dan Anak tidak menunjuk pada istilah bologis melainkan metafisis.

Ayat yang setara dengan Amsal 30:4 adalah Wahyu 14:1 yang menuliskan sbb: “Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya

Sebelum kita menjawab teka teki dalam Amsal 30:4, kita akan mengkaji perbedaan teks sumber berbahasa Yunani. Dalam manuskrip Byzantine (salah satunya dalam The New Testament in the Original Greek)  tertulis demikian:

το ονομα αυτου και το ονομα του πατρος αυτου
(to onoma autou kai to onoma tou patros autou= nama Bapa-Nya dan nama Anak-Nya)

Namun dalam manuskrip Alexandrian (salah satunya dalam Stpehanus – Robert Estinne’s- 1550 NT)

το ονομα του πατρος αυτου
(to onoma tou patros autou=nama Bapa-Nya)

Jumat, 16 September 2011

APAKAH TORAH TELAH DIBATALKAN MENURUT EFESUS 2:15?


Terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia menuliskan, “sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,…”.


Benarkah Efesus 2:15 membicarakan “pembatalan Torah?” Marilah kita mengulas teks dan konteks Efesus 2:15, agar mendapatkan pengertian yang wajar dan proporsional mengenai hakikat Torah.

Jika benar terjemahan diatas, mengapa pada banyak ayat lain, Rasul Paul mengatakan “jika demikian, adakah kami membatalkan Torah karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya” (Rm 3:31). Demikian pula dibagian lain dikatakan, “Jika demikian, apakah yang hendak kukatakan? Adakah Hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh Hukum Taurat aku telah mengenal dosa” (Rm 7:7). Bahkan dengan tegas Rasul Paul mengatakan, “Jadi Hukum Taurat adalah kudus dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik” (Rm 7:12). Bagaimana mungkin disatu pihak Rasul Paulus mengatakan bahwa Torah tidak dibatalkan, kudus dan baik namun dipihak lain berkata Torah dibatalkan?? 

Kamis, 15 September 2011

KERUDUNG SEBAGAI TANDA KEWIBAWAAN WANITA


Saat umat Kristen (yang masih memelihara) merayakan Christmass (Natal) 25 Desember biasanya di beberapa gereja dilaksanakan drama terkait kelahiran Yesus Sang Mesias. Tokoh-tokoh yang terlibat adalah Yusuf, Maria, bayi Yahshua, orang Majus, Gembala domba. Maria selalu digambarkan sebagai wanita berkerudung kepalanya. Namun ironisnya hampir mayoritas gereja Kristen, para wanitanya tidak pernah mempergunakan kerudung di atas kepalanya. Namun gereja Ortodok masih memberlakukan pemakaian kerudung terhadap para wanitanya. Sementara gereja Katolik hanya sebatas para suster yang mempergunakan tudung di kepalanya.

Apakah wajib dan perlu seorang wanita Kristen mempergunakan kerudung? Wajib dan perlu. Apa makna kerudung untuk seorang perempuan Kristen? Tanda wibawa sebagaimana dikatakan: “Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat” (1 Kor 11:10). Tanda wibawa dalam naskah Yunani dituliskan exousian, dalam naskah Peshitta Aramaik dituliskan anotta d’shultana, dalam naskah terjemahan Ibrani Franz Delitz dituliskan ot mishma’ta sementara terjemahan Ibrani Hebrew New Testament dituliskan kesut. Kerudung bagi seorang perempuan bukan sekedar hiasan pemoles wajah dan penampilan. Lebih dari itu adalah tanda kewibawaannya.

APAKAH DUNIA ORANG MATI DAN NERAKA ITU NYATA?



Saksi Yehuwa meyakini bahwa kematian hanya tidur belaka tanpa sebuah kesadaran dan neraka hanyalah sebuah istilah simbolis bagi tempat pembakaran di lembah Gehinom (Apa Yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? Hal 59 Hal 72-74). Benarkah pandangan tersebut?


Memang benar bahwa manusia yang mengalami kematian “tidak memiliki kekuatan” (lo yekhelash), “tidak bangkit dari kematian” (lo yaqum), “tidak terjaga” (lo yaqishu), “tidak bangun dari tidurnya” (lo ye’oru) (Ayb 14:10-12, 14). Namun menafsirkan kata Ibrani Sheol dan kata Yunani Hades dengan “kuburan” adalah kesalahan yang fatal. Kuburan tidak identik dengan dunia orang mati. 


Secara kebahasaan, kata kuburan dipergunakan kata Ibrani קבר (Qavar) dan diterjemahkan dalam naskah Septuaginta dengan ταφὴν (taphen) sebagaimana muncul dalam beberapa ayat sbb:


Dan dikuburkan-Nyalah (wayiqbor)dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini” (Ul 34:6)
 

Yakub mendirikan tugu di atas kuburnya (qevuratah); itulah tugu kubur Rahel sampai sekarang” (Kej 35:20)


Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuan YHWH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu (qivroteykem) dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel” (Yekhz 37:12)

PELAYANAN TERHADAP PARA JANDA DAN ANAK YATIM


Istilah melayani para janda (Ibr: Almanah) dan anak yatim (Ibr: Yatomim) sebagaimana memberikan sedekah, merupakan istilah yang juga kurang populer dalam lingkungan “Gereja Kristen”. Pengaruh Teologi Sukses yang menjadikan kekayaan materil sebagai ukuran bahwa seseorang telah sungguh-sungguh beriman dan diberkati dengan melimpah, mengakibatkan isu mengenai relevansi pelayanan terhadap para janda dan anak yatim menjadi terabaikan.

Marilah kita melihat bagaimana Torah Yahweh maupun Torah Mesias Yahshua, secara berkesinambungan memerintahkan agar orang beriman senantiasa memperhatikan kaum janda dan anak yatim dalam pelayanan mereka.

Torah Yahweh mengenai para janda dan anak yatim

Belalah hak para janda dan anak yatim (Kel 22:22-24)

"Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim

UPAH MENDAPATKAN KEKAYAAN DENGAN MELANGGAR HUKUM

Ketika kita mendengar sebuah bisnis atau usaha yang menggiurkan serta menghasilkan uang dengan mudah dan cepat, kita jarang bertanya: Apakah jenis usaha dan pekerjaan ini kosher (layak, tepat) dari sudut pandang Tuhan dan Firman-Nya? Apakah pekerjaan dan usaha yang saya kerjakan bersifat menyengsarakan orang lain atau memanipulasi orang lain?

Yeremia 17:11 mengatakan, Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal”. Banyak orang mengeluarkan alasan untuk “menggaruk kekayaan secara tidak halal antara lain ingin lekas kaya, ingin lekas memperoleh keuntungan besar.

Bukankah korupsi adalah salah satu cara “menggaruk kekayaan dengan tidak halal alias melanggar hukum?”, Bukankah berbuat curang dalam perdagangan dan bisnis adalah salah satu cara “menggaruk kekayaan dengan tidak halal alias melanggar hukum?”

Kalimat, “menggaruk kekayaan secara tidak halal” dalam bahasa Ibraninya, osyeh osyer lo bemitspat yang jika diterjemahkan secara hurufiah, “mendapatkan kekayaan dengan cara yang melanggar hukum atau keadilan”. Kata mishpat bisa bermakna “hukum” dan “keadilan”. Oleh karenanya dalam Imamat 19:36 dikatakan, “Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; Akulah YHWH, Tuhanmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir”.

MEMBERIKAN TSEDAQAH

Istilah Sedekah (Ibr: Tsedaqah) nampaknya kurang populer di telinga orang-orang Kristen pada umumnya. Namun dikalangan Yudaisme maupun Islam, istilah ini begitu kental dirasakan dan diaplikasikan dalam kehidupan kongkrit. Bagaimanakah Yesus  mengajarkan mengenai sedekah yang benar? Marilah kita mengkaji makna sedekahdalam Matius 6:1-4, sebagai bagian dari ajaran pengikut Mesias pada Abad 1 Ms dan yang seharusnya tetap digemakan dalam konteks modern ini.

Sikap yang benar untuk melakukan Tsedaqah

Pertama, jangan mempertontonkan pada orang lain (ay 2). LAI menerjemahkan ay 2, “jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu,…”. Terjemahan diatas sangat keliru! Naskah Greek berbunyi, ”Otan oun poies helemosunen me salpises”.  Kata “salpises” dari kata “salpizo” yang bermakna “to sound the trumpet(meniup trompet)[1]. Terjemahan  Holy Bible, New International Version  sbb, “So when you give to the needy, do not announce it with trumpets[2]

Yesus mengajarkan pada para murid-Nya bahwa jika mereka hendak memberikan Tsedaqah, jangan dengan memiliki motif dipuji. Ekspresi ingin dipuji pada waktu itu adalah dengan meniup shofar (sangkakala terbuat dari tanduk domba, biasanya dipergunakan saat  Hag Yom Truah dan pengumuman sesuatu hal). Orang yang ingin dipuji, telah mendapat upah yaitu dari manusia.

Kedua, lakukan dengan tidak diketahui orang lain (ay 4). Apabila memberikan Tsedaqah, janganlah diketahui orang lain. Yesus mengistilahkan “apa yang dilakukan tangan kanan, jangan diketahui oleh tangan kiri”. Apabila orang beriman dapat melakukan ajaran ini, maka upah dan balasan yang baik akan diberi oleh YHWH Bapa Sorgawi.

Kepada Siapa Sedekah Diberikan?

  1. Kornelius seorang non Yahudi  memberikan Tsedaqah pada orang Yahudi (Kis 10:2,4)
  2.  Orang miskin (Kis Ras 3:2)
  3. Berbagai kegiatan sosial dan kerohanian (membangun rumah peribadahan) pemberitaan Injil, pengembangan kegiatan kerohanian dll.
  4. Jdan anak yatim

Rabu, 14 September 2011

APA YANG KITA BAWA SAAT KITA MENINGGAL?



Midrash Wahyu 14:1-27  (Nats Wahyu 14:13)


Pada suatu hari ada seekor rubah lapar yang menginginkan untuk memakan buah anggur yang ranum disebuah kebun yang luas. Namun dia terhadap oleh tembok yang tinggi dan tebal. Dia hanya bisa melihat ranumnya buah anggur dari balik lubang atau celah mengangga di salah satu tembok tersebut.

Dia pun memasukkan kepalanya namun lubang itu terlalu kecil untuk memuat badannya. Maka dia mencari akal bagaimana caranya agar dia dapat memasuki kebun anggur tersebut melalui celah sempit itu.

Kemudian dia menemukan ide bahwa dia harus berpuasa selama tiga hari agar badannya mengecil dan bisa memasuki lubang tersebut. Akhirnya setelah tiga hari rubah itu berhasil mengecilkan badannya sehingga dia dapat memasuki lubang tersebut.

Dengan riang gembira dia pun melahap sebanyak-banyaknya buah anggur yang ranum dan harum serta menyegarkan mulutnya tersebut. Akhirnya rubah itu pun merasa puas dan inggin kembali ke sarangnya.

Sayang ketika dia hendak masuk ke dalam lubang darimana dia masuk, dia pun tidak mampu memasuki lubang tersebut. Ternyata badannya telah menjadi gemuk. Lalu rubah itu memutar akalnya agar dia dapat memasuki kembali lubang tersebut.

Akhirnya rubah tersebut memutuskan untuk berpuasa tiga hari untuk mengecilkan badannya. Sebelum masuk ke dalam tembok untuk meninggalkan kebun anggur tersebut sang rubah menengok kepada pohon anggur dan berkata, “Wahai pohon anggur, betapapun manis dan eloknya rupa dan rasamu, apakah kebaikannya bagiku?Ternyata sebagaimana aku datang dengan tidak membawa apa-apa akupun pulang dengan tidak membawa apa-apa”.

Ilustari di atas diceritakan oleh Rabi Akiva Ben Yosef (50-135 Ms). Dia memiliki murid sebanak 24.000 dan diantaranya yang terkenal adlah Rabbi Simeon ben Yohai dan Rabbi Meir. Rabi Akiva termasuk yang mendukung Revolusi Bar Khokbah tahun 135 yang dipimpin oleh Simon Bar Khokba untuk menentang penjajahan Romawi.

Rabi Akiva menjelaskan makna ilustrasi di atas bahwasanya sebagaimana manusia datang dengan tangan hampa demikianlah dia kembali dengan tidak membawa apapun. Kecintaan terhadap dunia ini hanya akan mendatangkan penderitaan. Manusia hanya membawa pengetahuan tentang Torah, Tsedaqah dan Gemilut Khasadim atau perbuatan baik saat dia meninggal.

Sekalipun Rabi Akiva tidak menerima dan tidak percaya pada Yesus (Yahshua/Yeshua) sebagai Mesias namun pengajaran dan kesalehannya yang berlandaskan Torah tetap relevan dan menjadi pelajaran menarik untuk direnungkan.

Ayub memaparkan fakta bahwa manusia datang dengan tidak membawa apa-apa dan kembali pulang dengan tidak membawa apa-apa.

“katanya: Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Yahweh yang memberi, Yahweh yang mengambil, terpujilah nama Yahweh!" (Ayb 1:21)

Saat Alexander Agung sang pemimpin Yunani ternama yang telah berhasil menaklukan wilayah-wilayah yang jauh dan menjadi raja besar wafat dalam usia muda yaitu 33 tahun. Saat kematiannya tandu yang mengusung peti matinya memperlihatkan kedua tangan yang terkulai keluar dari balik peti matinya. Ini memang pesan Alexander sebelum meninggal. Dia mau mengatakan kepada semua pengikutnya bahwa dia mati dengan tidak membawa apapun baik kedudukan, kekayaan dan kejayaan.

Saat manusia mati dan jasadnya menjadi tanah dia sesungguhnya tidak membawa apapun yang berasal dari dunia ini. Dia hanya membawa segala pengetahuan dan kebaikkan atau perbuatannya belaka. Oleh karenanya perbuatan apakah yang telah kita bawa saat kita meninggal?

APAKAH HUKUM GIGI GANTI GIGI DAN NYAWA GANTI NYAWA BERTENTANGAN DENGAN AJARAN YESUS TENTANG KASIH?


Banyak orang Kristen yang menyalahpahami hukum gigi ganti gigi dan nyawa ganti nyawa bertentangan dengan hukum Kasih yang diajarkan oleh Yesus. Hukum tersebut mencerminkan kekerasan dibalas dengan kekerasan. Dengan membenturkan hukum yang tertulis dalam Torah tersebut, maka seolah-olah ajaran Yesus berlawanan dengan Torah. Benarkah pandangan tersebut?

Mari kita simak hukum YHWH dalam Imamat 24: “Juga apabila seseorang membunuh seorang manusia, pastilah ia dihukum mati. Tetapi siapa yang memukul mati seekor ternak, harus membayar gantinya, seekor ganti seekor. Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya: patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. Siapa yang memukul mati seekor ternak, ia harus membayar gantinya, tetapi siapa yang membunuh seorang manusia, ia harus dihukum mati. Satu hukum berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli, sebab Akulah YHWH Tuhanmu”. Jika kita perhatikan dengan seksama pernyataan hukum di atas, justru tidak ada unsur balas dendam dan kekerasan. Sebaliknya, hukum YHWH di atas mengatur perihal penyelesaian sebuah persoalan dengan cara yang adil. Jika seseorang membunuh maka dia akan dihukum bunuh. Jika seseorang membunuh seekor ternak maka dia akan menganti dengan seekor ternak. Jika seseorang menyebabkan orang lain cacat maka maka dia akan dihukum dengan cara yang sama.