Kamis, 15 September 2011

KERUDUNG SEBAGAI TANDA KEWIBAWAAN WANITA


Saat umat Kristen (yang masih memelihara) merayakan Christmass (Natal) 25 Desember biasanya di beberapa gereja dilaksanakan drama terkait kelahiran Yesus Sang Mesias. Tokoh-tokoh yang terlibat adalah Yusuf, Maria, bayi Yahshua, orang Majus, Gembala domba. Maria selalu digambarkan sebagai wanita berkerudung kepalanya. Namun ironisnya hampir mayoritas gereja Kristen, para wanitanya tidak pernah mempergunakan kerudung di atas kepalanya. Namun gereja Ortodok masih memberlakukan pemakaian kerudung terhadap para wanitanya. Sementara gereja Katolik hanya sebatas para suster yang mempergunakan tudung di kepalanya.

Apakah wajib dan perlu seorang wanita Kristen mempergunakan kerudung? Wajib dan perlu. Apa makna kerudung untuk seorang perempuan Kristen? Tanda wibawa sebagaimana dikatakan: “Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat” (1 Kor 11:10). Tanda wibawa dalam naskah Yunani dituliskan exousian, dalam naskah Peshitta Aramaik dituliskan anotta d’shultana, dalam naskah terjemahan Ibrani Franz Delitz dituliskan ot mishma’ta sementara terjemahan Ibrani Hebrew New Testament dituliskan kesut. Kerudung bagi seorang perempuan bukan sekedar hiasan pemoles wajah dan penampilan. Lebih dari itu adalah tanda kewibawaannya.


Seorang wanita Kristen pun harus memiliki perhiasan abadi yang melekat dalam dirinya kemanapun dia pergi yaitu kesalehan dan perilaku yang berbudi sebagaimana dikatakan: “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Tuhan. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Tuhan; mereka tunduk kepada suaminya” (1 Petr 3:3-5). Seorang wanita Kristen harus memiliki sekaligus baik tanda kewibawaan dan perhiasan abadi yaitu manusia batiniah yang terpancar keluar dari tutur kata dan perilaku keseharian yang saleh dan santun.

Kapan kerudung tersebut layak dipakai oleh seorang perempuan Kristen? Lebih layak jika kerudung dipergunakan saat berdoa di hadapan Tuhan dan saat pertemuan-pertemuan ibadah kejemaaatan sebagaimana dikatakan: “Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Tuhan dengan kepala yang tidak bertudung?” (1 Kor 11:13). Saat hendak mengenakan kerudung di kepala, ucapkanlah doa berkat demikian: “Diberkatilah Engkau Yahweh Tuhan kami Raja Alam Semesta yang telah memerintahkan saya untuk mengenakan kerudung. Dalam nama Yahshua Sang Mesias, Amin”.

Beberapa orang Kristen mengejek dan membuat berbagai dalih untuk menafikan penggunaan kerudung bagi seorang perempuan dengan mengatakan, “itu khan hanya kebudayaan Timur Tengah”, “Itu hanya berlaku di zaman Yesus dan rasul-rasul”, “itu khan tidak mempengaruhi keselamatan”. Semua pernyataan tersebut gugur dan tidak senafas dengan perintah dalam 1 Korintus 11:13 sebagai standar kepatutan bagi seorang perempuan saat berdoa di hadapan Tuhan.



Jemaat Wanita Gereja Orthodox di Etiopia


Jemaat Wanita Gereja Orthodox di Rusia


Jemaat Wanita Gereja Orthodox di Irak


Jemaat Wanita Gereja Orthodox di Rusia


Para wanita Gereja Orthodox Rusia


Ibadah Perempuan Orthodox Rusia


Jemaat Wanita Gereja Orthodox di Rusia


Jika ada yang menghubungkan persoalan penggunaan kerudung dengan keselamatan, itu sebuah pertanyaan dan bantahan yang tidak pada tempatnya. Penggunaan kerudung berbicara perihal ketaatan dan kepatuhan pada perintah Tuhan. Keselamatan memang didasarkan Anugrah yang direspon dengan Iman. Iman yang bagaimana? Bukan hanya sekedar ucapan dibibir namun iman yang bersumber dari pemahaman terhadap perintah Tuhan  dan niat untuk melakukan perintah-perintah-Nya dalam kehidupan sehari-hari. 




Seorang Wanita Yahudi penganut Yudaisme


Yesus bersabda, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” (Yoh 14:23). Beriman dan mengasihi Tuhan harus dibuktikan dengan ketaatan melakukan Firman Tuhan. Mengenakan kerudung bagi seorang wanita adalah perintah Tuhan.

Indonesian Judeochristianity Institute (IJI) bukan hanya sekedar mewacanakan perihal kerudung melainkan menghadirkan pola ibadah seorang wanita dengan menggunakan kerudung.


4 komentar:

  1. Bpk Teguh Hindarto Yth, saya ingin mendapat penjelasan tentang alasan wanita Kristen menggunakan kerudung. Apabila ayat yang digunakan adalah, “Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat” (1 Kor 11:10). Pertama, maaf bila saya salah mengartikannya, Jadi wanita Kristen wajib dan perlu menggunakan kerudung, hanya OLEH KARENA PARA MALAIKAT, bukan oleh karena YHWH. Kedua, bukankan Paulus juga berkata bahwa KERUDUNG WANITA ITU DIWUJUDKAN DENGAN RAMBUT PANJANG, sebagaimana tertulis di I Kor. 11:15, "Namun jika wanita berambut panjang, hal itu adalah suatu kehormatan baginya, karena rambut panjang itu telah diberikan kepadanya sebagai kerudung." Jadi, kalau saya tidak salah menafsirkan, KERUDUNG BAGI SEORANG WANITA ADALAH RAMBUT PANJANG, BUKAN KERUDUNG FISIK SEPERTI FOTO-FOTO DI ATAS, ATAU JILBAB MENURUT ORANG MUSLIM. SAH-SAH SAJA WANITA MENGGUNAKAN KERUDUNG FISIK SPT TERLIHAT PADA GAMBAR, TETAPI BUKAN SUATU KEWAJIBAN & PERLU. Bagaimana menurut Anda? Terima kasih.

    BalasHapus
  2. Mengenai frasa "oleh karena para malaikat" nampaknya lebih dikarenakan sebuah pemahaman bahwa ada para malaikat disekeliling kita yang mendampingi kita sehingga seorang wanita patut untuk menudungi kepalanya.

    Mengenai rambut panjang sebagai penudung, ada PERBEDAAN kata benda yang dipakai antara PENUDUNG (περιβολαιου: PERIOLAIOU, ay 15) dengan MENUDUNGI (κατακαλυπτεσθω: KATAKALUPTESTHOOI, ay 6) serta TIDAK BERTUDUNG (ακατακαλυπτον: AKATAKALUTON, at 13). . Rambut panjang BUKAN kerudung (katalupto) melainkan penudung (peribolaiou) kepala seorang wanita.Semua ada kaidah tafsirnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Bapak Teguh, balasan saya, atau tepatnya pertanyaan saya berikutnya telah saya kirim ke email Bapak, karena saya telah mengetahuinya. Terima kasih. Y2O.

    BalasHapus