Thursday, January 11, 2018

DARI "TOHU WAVOHU" MENJADI "TOV MEOD"


Beberapa penafsir meyakini ada “rentang waktu” antara Kejadian 1:1 dan Kejadian 1:2. Menurut mereka, Kejadian 1:1 adalah peristiwa penciptaan yang pertama dan telah selesai. Sementara Kejadian 1:2-31 adalah penciptaan ulang. Alasan mereka adalah pertama, kata kerja hayeta yang bermakna “menjadi”. Sehingga kalimat wehaarets hayeta tohu wa vohu diartikan, “Dan bumi menjadi kosong dan tidak berbentuk”

MENGEMBANGKAN TALENTA


Yesus memberikan perumpamaan perihal talenta untuk mengajarkan kita mengembangkan potensi-potesi yang dimiliki diri kita yang telah diberikan Tuhan. Potensi-potensi itu disimbolkan dengan Talenta. Dalam budaya Yahudi, Talenta ialah berat dan jumlah mata uang yang sama dengan 3000 syikal atau 93 3/4 pond (=42.525 kg ); ataupun jika diuangkan adalah sebesar $1600 sampai $1900 Talenta Yunani sama dengan $1180,- ( Kel 38:25,26; Mat 18:24 ). 

INTEGRITAS MORAL


Ada seorang India yang pergi ke peternakan di Belanda dia terkejut dengan cara bagaimana temannya membeli susu, temannya itu hanya menaruh gelas dibawah tanki, membuka keran untuk mengisi gelas tersebut, lalu menaruh uang pembayarannya di dalam sebuah mangkuk. 

PINTAR SAJA TIDAK CUKUP


Saat orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-62 Universitas Airlangga di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10 Des 2017), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengatakan pelaku korupsi di Indonesia didominasi mereka yang mengenyam pendidikan tinggi, mulai yang bergelar sarjana, master, hingga doktor. Sementara itu, yang berpendidikan rendah sangat minim melakukan kejahatan tindak pidana luar biasa itu. Berdasarkan data KPK, lanjutnya, jumlah pelaku korupsi yang bergelar master (S-2) sebanyak 197 orang, sarjana 195, doktor 33 orang, SMA 35 orang, SMP 3 orang, dan SD 4 orang. (Pendidikan Tinggi Minus Integritas- mediaindonesia.com).

Sunday, December 31, 2017

TABULA RASA

Meditasi dan Refleksi Januari 2018

Kita tentu pernah mendengar istilah tabula rasa bukan? Tabula rasa adalah ungkapan Latin yang sering diterjemahkan sebagai “blank slate” (batu tulis kosong) dalam bahasa Inggris dan berasal dari tabula Romawi yang digunakan untuk mencatat yang dituliskan dengan memanaskan lilin dan kemudian menghaluskannya.

Sebelum berkembang menjadi teori filsafat pendidikkan yang dipopulerkan oleh John Locke, konsep ini telah dimulai sejak Aristoteles, filsuf Yunani dalam karyanya Peri Psuches (On the Soul) lalu dikembangkan kembali oleh filsuf mazhab Stoa kemudian filsuf Persia Avicenna lantas filsuf Andalusia Ibn Tufail hingga teolog Kristen Abad Pertengahan Thomas Aquinas. John Locke (1632-1704) secara khusus menjelaskan konsep tabula rasa-nya dalam buku Essay Concerning Human Understanding.

Saturday, December 30, 2017

MEMAHAMI SIKLUS DAN TUJUAN WAKTU

Meditasi dan Refleksi Desember 2017

Kita telah sampai di penghujung tahun 2017 dan besok kita akan memasuki tahun 2018. Waktu demi waktu telah kita lewati. Hari demi hari telah kita lalui. Bulan demi bulan telah kita masuki. Setiap tahun yang lama akan berakhir dan tahun baru akan hadir kita selalu diingatkan akan satu kata yaitu “waktu”.

Pengkotbah 3:1 mengatakan perihal masa dan waktu sbb, לכל זמן ועת לכל־חפץ תחת השׁמים - Lakol zeman weeth lekol khefets takhat hashamayim (Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya). Pernyataan ini menyadarkan kita bahwa setiap peristiwa yang terjadi memiliki siklus (perputaran) yang tetap. Oleh karenanya dilanjutkan, עת ללדת ועת למות עת לטעת ועת לעקור נטוע – ‘et leledet we’et lamut ‘et la ta’at, we’et la’aqur natua’a (Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam (Pengkht 3:2) dst.
 

Wednesday, December 13, 2017

KHANUKAH: PERAYAAN MUKJIZAT DAN PENEGASAN KEMESIASAN YESUS


Apakah hari raya Khanukah itu? Apakah Yesus Mesias kita merayakan Khanukah? Apakah Khanukah relevan dirayakan oleh Kekristenan? Keterangan mengenai Yesus merayakan Khanukah dapat kita simak dalam kesaksian Kitab Yohanes sbb: “Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Tuhan di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Tuhan, di serambi Salomo” (Yoh 10:22-23). Tanpa pemahaman latar belakang keagamaan Yudaisme Abad 1 Ms dan latar belakang kebudayaan Yahudi pada zaman itu, maka kita akan kerap gagal memahami pesan-pesan yang tertulis dalam Kitab Perjanjian Baru karena banyak perkataan Yesus, ajaran Yesus, perumpamaan Yesus yang terekam dalam keempat Injil dibungkus dalam idiom Ibrani sekalipun dikisahkan dalam bahasa Yunani. Demikian pula surat-surat rasuli baik rasul Paul, rasul Yakobus, rasul Yudas dll.