Kamis, 10 Agustus 2017

TOLERANSI TUHAN TOLERANSI KITA


Satu orang saleh mencoba untuk memenuhi hukum Kasih dan selalu menerima dan memberikan tumpangan kepada para pengembara menginap di rumahnya. Suatu hari ada seorang pengembara tua mengetuk pintu dan memohon agar bisa beristirahat di rumahnya. Tuan rumah menunjukkan keramahannya dan menyajikan hidangan makan malam untuk dinikmati bersama. Dengan senang hati sang pengembara tua ini menyambut keramahan sang tuan rumah dan segera mulai makan.

TOLERANSI YANG TIDAK DILANDASI PERASAAN TERINTIMIDASI


Istilah toleransi merupakan istilah yang sangat diakrabi dan kerap digaungkan di negara yang pluralistik seperti Indonesia. Masyarakat kita begitu plural baik di wilayah keagamaan, kebudayaan, etnis dan bahasa. Istilah toleransi menjadi sebuah kata yang mengandung muatan etika bersama untuk saling memahami dan membuka diri bagi kepercayaan, kebudayaan, adat istiadat serta bahasa yang berbeda sehingga tidak terjadi konflik diantara kelompok-kelompok yang berbeda. 

Rabu, 02 Agustus 2017

MISTERI 666 DAN RASIONALITAS MENGHADAPI KETEGANGAN ZAMAN


Angka 666 begitu penting dalam teologi Kristen (setidaknya bagi denominasi/mazhab tertentu dalam Kekristenan) karena dihubungkan dengan bilangan figur profetis yaitu Anti Mesias (Anti Kristus). Ada banyak tafsiran dan spekulasi mengenai makna dan siapa serta dalam bentuk apa angka 666 tersebut dipergunakan. 

Tafsir dan spekulasi perihal “siapa Anti Kristus” telah berlangsung berabad-abad, mulai dari gelar Paus “Vicarius Filii Dei” (Wakil Putra Tuhan) yang jika dikalkulasikan dalam abjad Latin menghasilkan angka 666. Demikian pula Kaisar Nero yang jika di Ibranikan “Nron Qsr” yang jika dikalkulasikan akan menghasilkan angka 666. Nama-nama seperti Hitler, Musolini telah menjadi kandidat kalkulasi angka 666. Bahkan di era modern dan demokrasi, nama Bill Clinton, Barack Obama pun menjadi sasaran tembak penafsiran “liar” perihal Antikristus. Jika angka “666” menunjuk pada kode angka manusia (Why 13:18) dan perihal “tanda yang disematkan pada tangan dan dahi” menunjuk pada sistem dan perangkat yang akan dipergunakan sebagai kendali kontrol ekonomi dan politik (Why 13:16-17). 

Jumat, 28 Juli 2017

KEKUATAN DIBALIK KETENANGAN


Seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. 

Rabu, 26 Juli 2017

YESUS SANG RABI


Dalam Kitab Perjanjian Baru, julukan dalam bahasa Ibrani “Rabi” muncul tujuh belas kali dan dilekatkan pada Yesus (Mat 23:7,8, Mrk 9:5, Yoh 3:2) dan “Rabuni” sebanyak dua kali (Mrk 10:51, Yoh 20:16) serta dalam bahasa Yunani  bentuk Nominatif  “Didaskalos” sebanyak lima belas kali (Mat 17:24, Mrk 14:14, Luk  22:1, Yoh 13:13) dan bentuk Vokatif (kata seru) “Didaskale” sebanyak 31 kali (Mat 8:19, Mat 12:38, Mrk 9:17, Luk 3:12, Yoh 8:4). 

DI BAWAH KAKI SANG RABI


Memahami konteks sosio religius dan idiom serta world view Yahudi dan Yudaisme bukan hanya membuat kita dapat memahami sabda-sabda Yeshua dengan lebih mendekati makna aslinya namun juga bermanfaat memahami berbagai peristiwa lain yang dituliskan dalam Kitab Perjanjian Baru yang samar artinya. 

SINAGOGA SEBAGAI PUSAT IBADAH DAN BELAJAR


Tanpa pemahaman konteks sosio religius Yahudi dan Yudaisme kita tidak mendapatkan gambaran yang utuh dalam memahami istilah “rumah ibadat” sebagaimana deskripsi Lukas 4:16, “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab”