Minggu, 28 Agustus 2016

TIGA ASPEK SALIB

Kita mungkin kerap menemui sejumlah perilaku beragama yang berlebihan saat ada seseorang yang dengan bersemangat melarang orang Kristen menggunakan lambang salib baik dalam bentuk accecories ataupun hiasan dinding. Alasan naif yang kerap dilontarkan adalah “itu lambang kehinaan”, “lambang paganisme”, “lambang kutuk” dll. Orang-orang fanatik tersebut tidak mengerti istilah salib baik secara historis ,teologis serta simbolis. 

Secara historis, istilah salib menunjuk pada sebuah peristiwa historis dan benda yang dipakai untuk menyulakan seorang bernama Yesus dari Natzaret di bukit bernama Golgota dengan tuduhan menyamakan dirinya dengan Tuhan karena menyebut diri-Nya Anak Tuhan dan Mesias. Itulah sebabnya dikatakan, “Tuhan nenek moyang kita telah membangkitkan Yeshua yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh” (Kis 5:30). 

Jumat, 26 Agustus 2016

APA YANG SALAH DENGAN YUDAS ISKARIOT?



Tahun 2006 terbit dalam bahasa Indonesia buku dengan judul The Gospel of Judas Dari Kodeks Tchacos oleh Gramedia Pustaka Tama. Buku tersebut hasil upaya penerjemahan naskah kuno Gnostik oleh Rodolphe Kasser dkk terhadap salah satu isi naskah yang ada dalam Kodeks Tchacos yang ditemukan pada tahun 1970. Kodeks ini berisikan al., suatu versi dari Surat Petrus kepada Filipus, sebuah naskah berjudul Yakobus, Injil Yudas, sebuah naskah yang sementara disebut dengan Kitab Allogenes. Sebagaimana dikatakan Marvin Meyer dalam pengantarnya, “Injil Yudas dapat diklasifikasikan sebagai Injil gnostik. Kemungkinan besar disusun pada pertengahan abad kedua, amat mungkinberdasarkan gagasan dan sumber-sumber awal, Injil Yudas mewakili model kerohanian awal yang amat menekankan pentingnya gnosis atau pengetahuan – yaitu pengetahuan mistik rahasia, ilmu gaib, pengetahuan mengenai Tuhan dan kesatuan esensial antara kita dan Tuhan” (2006:xxvi).