Sunday, September 27, 2020

TESHUVAH DAN KAPARAH SERTA KERAHIMAN TUHAN


https://www.torahmusings.com

“Ampunilah kami sebagaimana kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Mat 6:12) demikianlah salah satu penggalan frasa dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus Sang Mesias dan Juruslamat kita. Pernyataan dalam doa tersebut memiliki makna ganda. Pertama, bahwa kita harus menjadi orang yang mudah mengampuni agar kita diampuni saat melakukan kesalahan atau kekeliruan, baik terhadap Tuhan dan sesama. Kedua, bahwasanya kita masih berpotensi untuk melakukan kesalahan dan kekeliruan dalam tindakan kita. Penebusan yang dilakukan Yesus memang telah menghapus kita dari kuasa dosa yaitu maut yang diturunkan dari sejak Adam. Namun bukan berarti setelah mengalami penebusan kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan dosa perbuatan.

WAKTU UNTUK BERDAMAI DENGAN TUHAN DAN SESAMA


www.hebrew4christians.com

Yom Kippur Dalam Perspektif Yudaisme

Menurut tradisi Yahudi, Yom Kippur pertama terjadi setelah keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan tiba di Gunung Sinai, di mana Tuhan YHWH memberi Musa Sepuluh Perintah. Saat turun dari gunung, Musa melihat orang-orangnya menyembah anak lembu emas dan menghancurkan loh batu dengan marah. Karena orang Israel menebus penyembahan berhala mereka, maka Tuhan mengampuni dosa mereka dan memberikan kepada Musa kedua loh batu yang baru.

Friday, September 18, 2020

PERTOBATAN DAN PANGGILAN MEMPERBAIKI KEHIDUPAN


Sumber: Setapartpeople.com

Rosh ha Shanah Dalam Perspektif Yudaisme

Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi, adalah salah satu hari tersuci dalam Yudaisme. Arti literalnya adalah "kepala tahun" atau "tahun pertama", sebuah perayaan yang dimulai pada hari pertama bulan Tishri, bulan ketujuh dalam kalender Ibrani, yang jatuh selama September (akhir) atau Oktober (awal).

Wednesday, September 2, 2020

TANGGAPAN TERHADAP ARTIKEL "KESALAHAN KELOMPOK YAHWEH"


https://blog.logos.com/2017/11/name-yahweh-angel-lord/

Perdebatan dan diskusi perihal relevansi penggunaan nama Tuhan YHWH dalam ibadah Kristiani dan penyalinannya dalam teks tertulis masih tetap terjadi hingga hari ini. Dialektika pemikiran yang terus menerus terjadi dari satu tesis dan anti tesis menuju sebuah sintetis. Atau bahkan hanya sekedar perulangan argumen dari waktu ke waktu. Berikut ini penulis ingin memberikan sebuah tanggapan dari sebuah tanggapan terhadap relevansi penggunaan nama YHWH sebagai salah satu bentuk dialektika pemikiran teologis.