Sunday, September 25, 2011

SFIRAT HA OMER DAN KARYA YESUS SANG MESIAS

Perayaan ini menunjuk hari raya panen Bangsa Yisrael setelah memasuki tanah Kanaan. Tiap jatuh panen mempersembahkan buah sulung panen dan menghitung omer (Im 23:9-14). 

Ada perbedaan pendapat diantara mazhab agama Yahudi di zaman Mesias sampai sekarang mengenai kapan ditetapkannya perayaan Buah Sulung (sfirat ha omer/bikurim). Perbedaan tersebut dikarenakan perintah YHWH yang menimbulkan multitafsir dalam Imamat 23:9-11 sbb: “YHWH berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama (bikurim) dari penuaianmu kepada imam. dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan YHWH, supaya YHWH berkenan akan kamu. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat itu.


Mazhab Farisi memaknai kalimat “sesudah Sabat itu” sebagai sabat moed atau sabat hari raya, sehingga setiap saat jatuh perayaan Roti Tidak Beragi pada Tgl 15 Nisan itu adalah saatnya sabat moed maka sehari setelah itu yaitu Tgl 16 Nisan dimulailah perayaan Buah Sulung dan menghitung omer sampai hari kelima puluh. Sementara itu mazhab Saduki memaknai kalimat “sesudah Sabat itu” sebagai hari sesudah hari sabtu yaitu hari minggu. Oleh karenanya penentuan kapan saat perayaan Shavuot atau Pentakosta akan terjadi selisih selama satu minggu antara mazhab Farisi dan mazhab Saduki karena penetapan perayaan Shavuot dimulai dengan menghitung omer (berkas gandum) sampai hari kelima puluh dimulai sejak perayaan Buah Sulung.


Dalam Perjanjian Baru perayaan ini menunjuk pada kebangkitan Yesus dari maut. Peristiwa kebangkitan Yesus Sang Mesias dari alam maut terjadi pada hari minggu (sekitar sabtu malam dan kubur kosong ditemukan minggu pagi) dan ini sangat cocok dengan perayaan Buah Sulung berdasarkan perhitungan mazhab Saduki yang menetapkan jatuhnya Buah Sulung pada hari minggu. Rasul Paul menghubungkan kebangkitan Yesus dari kematian dengan perayaan Buah Sulung dengan mengatakan demikian:

 Tetapi yang benar ialah, bahwa Mesias telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal” (1 Kor 15:20)

Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Mesias sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya” (1 Kor 15:23)

Jika rasul-rasul memberikan signifikasi (pemaknaan) terhadap sfirat ha omer (menghitung omer) atau ha bikurim (buah sulung) maka dapat dipastikan bahwa Yesus bangkit pada saat orang Yahudi melaksanakan buah sulung. Persoalannya, buah sulung versi Farisi atau versi Saduki?

Jika Yesus wafat pada hari rabu petang (bukan jumat petang sebagaimana anggapan Kekristenan pada umumnya)[1] maka Yesus bangkit pada saat orang-orang Yahudi dari madzhab Saduki merayakan buah sulung yang jatuh mulai sabtu petang sampai minggu petang. Yesus tidak mungkin bangkit pada Tanggal 15 Nisan (perayaan ha Matsah madzhab Farisi) karena berjarak hanya satu hari. Padahal Yesus berkata bahwa dirinya terbaring dalam rahim bumi selama tiga hari tiga malam. Maka yang paling masuk akal beliau bangkit pada sabtu malam minggu (entah jam berapa) dan ditemukan minggu pagi (mat 28:1-8).

Mari kita perhatikan sejenak fakta-fakta pararel berikut:

Setelah hari Sabat lewat menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu” (Mat 28:1)

Pernyataan di atas setara dengan perintah pelaksanaan Buah Sulung dalam Torah sbb:

dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan YHWH, supaya YHWH berkenan akan kamu. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat itu” (Im 23:11)

Frasa οψε δε σαββατων  (opse de sabbatoon) dalam Matius 28:1 sejajar dengan frasa ממחרת השׁבת (mimohorat ha shabat) yang diterjemahkan dalam Septuaginta dengan τῇ ἐπαύριον τῆς πρώτης (te epaurion tes prootes) dalam Imamat 23:11. 

Sekalipun berbagai komentar rabinik Yahudi memberikan penafsiran bahwa frasa “setelah Sabat” dalam Imamat 23:11 dimaknai sebagai “setelah Sabat Paskah” sebagaimana kesaksian berikut ini:

And he shall uplift the omera before the Lord to be accepted for you: after the day of the festivity (yoma taba) shall the priest uplift it[2] (Dan dia akan mengunjukkan omer di hadapan Tuhan agar menjadi layak bagimu yaitu setelah hari raya (yoma taba) maka imam akan mengunjukkan itu). 

and he shall uplift the sheaf before the Lord to be accepted for you. After the first festal day of Pascha (or, the day after the feast-day of Pascha)[3] (dan dia akan mengunjukkan berkas di hadapan Tuhan agar layak bagimu. Setelah hari pertama perayaan Paskah (atau hari sesudah perayaan Paskah)

Namun berdasarkan kesaksian Kitab Injil dan surat-surat rasul Paul, kita dapat mengambil keputusan bahwa Yesus Sang Mesias bangkit pada saat orang Yahudi madzhab Saduki merayaan Buah Sulung pada hari pertama (minggu) bukan satu hari setelah Paskah.


[1] Apakah Yesus Wafat hari Jumat? http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/03/apakah-yesus-wafat-pada-hari-jumat.html
[2] J.W. Etheridge, Targum Onkelos on the Pentateuch (English) 1862-1865
[3] ____________, Targum Pseudo Jonathan on the Pentaeuch 1862-1865

No comments:

Post a Comment