Melalui bacaan Yohanes 14:1-14
kita akan mendapatkan sejumlah topik penting yang menjadi fundasi iman Kristiani
sekaligus menjawab pertanyaan, “mengapa kita percaya dan beriman kepada Yesus Sang
Mesias?” Pertama, rumah Bapa yang
dipersiapkan untuk orang percaya (Yoh 14:1-4). Kedua, Yesus adalah Jalan, Kehidupan, Kebenaran khususnya jalan kepada
Bapa (Yoh 14:5-6). Ketiga, Yesus
bukan Sang Bapa melainkan Sang Putra (Yoh 14:5-11), Keempat, yang percaya kepada Yesus mengerjakan perkara yang
dikerjakan Yesus (Yoh 14:12-14). Mari kita telaah satu persatu bagian-bagian
tersebut.
Rumah Bapa Yang Dipersiapkan Untuk Orang Percaya (Yoh 14:1-4)
"Janganlah gelisah hatimu;
percayalah kepada Tuhan, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak
tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab
Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi
ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan
membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ (Yoh 14:1-4)
Apa yang dimaksudkan dengan oikia tou Patros mou (rumah Bapaku)? Tentu
saja Kerajaan Tuhan atau lazim disebut sorga sekalipun istilah “kerajaan Tuhan”
dalam sabda Yesus Sang Mesias bisa merujuk pada ajaran Yesus. Mengapa Yesus
mampu menyediakan dan mempersiapkan sorga bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan
Sang Bapa dan kepada diri-Nya sebagai Sang Putra? Yesus bersabda dalam Yohanes
8:42, "Jikalau Tuhan adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku
keluar dan datang dari Tuhan. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,
melainkan Dialah yang mengutus Aku”. Teks ini menegaskan kesetaraan dan
kesehakikatan Yesus sebagai Sang Putra dengan Sang Bapa. Yesus adalah
perwujudan Sang Firman yang menjadi manusia dan Sang Firman itu setara,
sehakikat dengan Tuhan Sang Bapa dan Pencipta sebagaimana dikatakan Yohanes 1:1
dan 14 sbb, “Pada mulanya adalah Firman Firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan
Firman itu adalah Tuhan…Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara
kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan
kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”
Yesus Jalan Kepada Bapa (Yoh 14:5-6)
“Kata Tomas kepada-Nya: "Tu(h)an,
kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke
situ?" Kata Yesus kepadanya:
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang
kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
Tidak ada seorang nabi dalam
ajaran agama manapun yang mengatakan dirinya jalan, kebenaran, hidup. Semua
akan berkata bahwa dirinya sebagai pewarta mengenai jalan, kebenaran, hidup. Mengapa
demikian? Sebagaimana sudah diterangkan sebelumnya, hakikat Yesus Sang Mesias
bukan manusia biasa yang lahir dari bu Maria tanpa persetubuhan biologis. Sang Firman
Tuhan yang merupakan Daya Cipta Tuhan telah menjadi manusia (Yoh 1:14) melalui kuasa
Roh Kudus (Luk 1:35) yaitu Yesus (Mat 1:21)
Jika demikian hakikat Yesus,
tentu saja Yesus yang mengetahui jalan menuju Bapa dan rumah kekal yang disediakan
bagi semua orang yang percaya. Itulah sebabnya dikatakan dalam Yohanes 8:23, “Kamu
berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia
ini”. Jika kita ingin sampai pada Sang Bapa dan rumah kekal yang disediakan,
percaya dan ikutilah Yesus Sang Jalan menuju Sang Bapa.
Yesus Bukan Bapa Melainkan Anak (Yoh 14:5-11)
"Tu(h)an, tunjukkanlah Bapa
itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama
Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa
telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata:
Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak
percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” (Yoh 14:9-10)
Apakah makna kalimat “Barangsiapa
telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” dan “Aku di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku” bermakna Yesus adalah Bapa? Baik Kitab Injil maupun surat-surat
rasuli tidak pernah menisbatkan Yesus sebagai Sang Bapa, melainkan Dia adalah
Sang Anak karena hakikat Dia adalah Sang Firman yang menjadi manusia (Yoh 1:14,
18).
Bapa menyatakan sendiri bahwa
Yesus adalah Anak sebagaimana dikatakan dalam Matius 3:16-17 sbb: “Sesudah
dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka
dan Ia melihat Roh Tuhan seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu
terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang
Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Jika Yesus Sang Bapa, siapa yang
berkata “Inilah Anak-Ku?” Apakah Anak Tuhan berbicara kepada Anak Tuhan?
Malaikat yang mewartakan
kelahiran Yesus mengatakan sbb: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Tuhan
Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu
akan disebut kudus, Anak Tuhan” (Luk 1:35)
Petrus murid Yesus menegaskan
siapa Yesus dan dibenarkan oleh Yesus saat ditanya siapakah diri-Nya,
sebagaimana dikatakan dalam Matius 16 :15-17, “Lalu Yesus bertanya kepada
mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon
Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Tuhan yang hidup!" Kata Yesus
kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang
menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga”.
Bahkan Shatan saja mengakui bahwa
Yesus adalah Anak Tuhan dengan mengatakan: “Setibanya di seberang, yaitu di
daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan
menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani
melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu
dengan kami, hai Anak Tuhan? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum
waktunya?" (Mat 8:28-29)
Jika demikian, apakah makna
pernyataan Yesus Apakah makna kalimat “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah
melihat Bapa” dan “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” Dengan melihat
ajaran dan tindakan Yesus yaitu mengasihi, mengampuni, menolong orang tanpa
memandang status sosial dan ekonominya, menyatakan kuasa mukjizatnya untuk
semua orang dll maka kita telah melihat isi hati dan pikiran Sang Bapa. Makna
berikutnya adalah, apa yang dikerjakan Yesus tidak pernah kontradiktif dengan
apa yang dikerjakan Bapa-Nya karena Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Sang
Bapa. Pada teks lainnya yaitu Yohanes 10:30 Yesus bersabda, “Aku dan Bapa
adalah satu”. Artinya satu hakikat, satu tujuan, satu rencana, satu perbuatan.
Yang Percaya Yesus Mengerjakan Pekerjaan Yesus (Yoh 14:12-14)
“Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga
pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih
besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa” (Yoh 14:12).
Orang yang mengaku telah menerima
Yesus sebagai Junjungan Yang Ilahi dan Juruslamat di dalam hatinya tentu saja
harus mengerjakan apa yang dikerjakan Yesus selama ada di bumi. Apa saja yang
dikerjakan Yesus? Markus 7:37 menuliskan, “Ia menjadikan segala-galanya baik,
yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata”. Ya,
kehadiran orang Kristiani salah satunya adalah harus menjadi berkat dan membawa
dampak positif untuk lingkungan di mana mereka berada. Membawa perubahan yang
lebih baik dan menjadi orang-orang yang menghadirkan shalom dan kebaikan bagi
orang lain
Kita terkadang berpuas diri dan
menyalahartikan kehadiran Kristiani dengan memberikan hal-hal material untuk
lingkungan kita (sembako dsj). Sekalipun itu tidak keliru namun bukan makna
sesungguhnya dari melakukan pekerjaan Yesus. Lebih luas dari itu kita membawa
dampak bagi lingkungan di mana kita ada baik melalui keilmuan, kekayaan,
kebaikan moral yang berakar dan lahir dari ajaran Yesus Sang Mesias dan Juruslamat
dan Junjungan Yang Ilahi
Kesalahpahaman berikutnya adalah menyalahartikan
makna “perbuatan-perbuatan Yesus” semata-mata pada mukjizat Yesus. Mendirikan
tempat pendidikan dan rumah sakit serta memberdayakan masyarakat adalah wujud
lain melakukan pekerjaan Yesus di dunia ini.

No comments:
Post a Comment