Thursday, January 8, 2026

MENGAPA KITA PERCAYA DAN BERIMAN KEPADA YESUS SANG MESIAS DAN JURUSLAMAT

Sumber gambar:www.sharefaith.com

Melalui bacaan Yohanes 14:1-14 kita akan mendapatkan sejumlah topik penting yang menjadi fundasi iman Kristiani sekaligus menjawab pertanyaan, “mengapa kita percaya dan beriman kepada Yesus Sang Mesias?” Pertama, rumah Bapa yang dipersiapkan untuk orang percaya (Yoh 14:1-4). Kedua, Yesus adalah Jalan, Kehidupan, Kebenaran khususnya jalan kepada Bapa (Yoh 14:5-6). Ketiga, Yesus bukan Sang Bapa melainkan Sang Putra (Yoh 14:5-11), Keempat, yang percaya kepada Yesus mengerjakan perkara yang dikerjakan Yesus (Yoh 14:12-14). Mari kita telaah satu persatu bagian-bagian tersebut.

Rumah Bapa Yang Dipersiapkan Untuk Orang Percaya (Yoh 14:1-4)

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Tuhan, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ (Yoh 14:1-4)

Apa yang dimaksudkan dengan oikia tou Patros mou (rumah Bapaku)? Tentu saja Kerajaan Tuhan atau lazim disebut sorga sekalipun istilah “kerajaan Tuhan” dalam sabda Yesus Sang Mesias bisa merujuk pada ajaran Yesus. Mengapa Yesus mampu menyediakan dan mempersiapkan sorga bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Sang Bapa dan kepada diri-Nya sebagai Sang Putra? Yesus bersabda dalam Yohanes 8:42, "Jikalau Tuhan adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Tuhan. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku”. Teks ini menegaskan kesetaraan dan kesehakikatan Yesus sebagai Sang Putra dengan Sang Bapa. Yesus adalah perwujudan Sang Firman yang menjadi manusia dan Sang Firman itu setara, sehakikat dengan Tuhan Sang Bapa dan Pencipta sebagaimana dikatakan Yohanes 1:1 dan 14 sbb, “Pada mulanya adalah Firman Firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan…Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”

Yesus Jalan Kepada Bapa (Yoh 14:5-6)

“Kata Tomas kepada-Nya: "Tu(h)an, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

Tidak ada seorang nabi dalam ajaran agama manapun yang mengatakan dirinya jalan, kebenaran, hidup. Semua akan berkata bahwa dirinya sebagai pewarta mengenai jalan, kebenaran, hidup. Mengapa demikian? Sebagaimana sudah diterangkan sebelumnya, hakikat Yesus Sang Mesias bukan manusia biasa yang lahir dari bu Maria tanpa persetubuhan biologis. Sang Firman Tuhan yang merupakan Daya Cipta Tuhan telah menjadi manusia (Yoh 1:14) melalui kuasa Roh Kudus (Luk 1:35) yaitu Yesus (Mat 1:21)

Jika demikian hakikat Yesus, tentu saja Yesus yang mengetahui jalan menuju Bapa dan rumah kekal yang disediakan bagi semua orang yang percaya. Itulah sebabnya dikatakan dalam Yohanes 8:23, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini”. Jika kita ingin sampai pada Sang Bapa dan rumah kekal yang disediakan, percaya dan ikutilah Yesus Sang Jalan menuju Sang Bapa.

Yesus Bukan Bapa Melainkan Anak (Yoh 14:5-11)

"Tu(h)an, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."  Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” (Yoh 14:9-10)

Apakah makna kalimat “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” dan “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” bermakna Yesus adalah Bapa? Baik Kitab Injil maupun surat-surat rasuli tidak pernah menisbatkan Yesus sebagai Sang Bapa, melainkan Dia adalah Sang Anak karena hakikat Dia adalah Sang Firman yang menjadi manusia (Yoh 1:14, 18).

Bapa menyatakan sendiri bahwa Yesus adalah Anak sebagaimana dikatakan dalam Matius 3:16-17 sbb: “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Tuhan seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Jika Yesus Sang Bapa, siapa yang berkata “Inilah Anak-Ku?” Apakah Anak Tuhan berbicara kepada Anak Tuhan?

Malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus mengatakan sbb: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Tuhan Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Tuhan” (Luk 1:35)

Petrus murid Yesus menegaskan siapa Yesus dan dibenarkan oleh Yesus saat ditanya siapakah diri-Nya, sebagaimana dikatakan dalam Matius 16 :15-17, “Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Tuhan yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga”.

Bahkan Shatan saja mengakui bahwa Yesus adalah Anak Tuhan dengan mengatakan: “Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Tuhan? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" (Mat 8:28-29)

Jika demikian, apakah makna pernyataan Yesus Apakah makna kalimat “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” dan “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” Dengan melihat ajaran dan tindakan Yesus yaitu mengasihi, mengampuni, menolong orang tanpa memandang status sosial dan ekonominya, menyatakan kuasa mukjizatnya untuk semua orang dll maka kita telah melihat isi hati dan pikiran Sang Bapa. Makna berikutnya adalah, apa yang dikerjakan Yesus tidak pernah kontradiktif dengan apa yang dikerjakan Bapa-Nya karena Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Sang Bapa. Pada teks lainnya yaitu Yohanes 10:30 Yesus bersabda, “Aku dan Bapa adalah satu”. Artinya satu hakikat, satu tujuan, satu rencana, satu perbuatan.

Yang Percaya Yesus Mengerjakan Pekerjaan Yesus (Yoh 14:12-14)

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa” (Yoh 14:12).

Orang yang mengaku telah menerima Yesus sebagai Junjungan Yang Ilahi dan Juruslamat di dalam hatinya tentu saja harus mengerjakan apa yang dikerjakan Yesus selama ada di bumi. Apa saja yang dikerjakan Yesus? Markus 7:37 menuliskan, “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata”. Ya, kehadiran orang Kristiani salah satunya adalah harus menjadi berkat dan membawa dampak positif untuk lingkungan di mana mereka berada. Membawa perubahan yang lebih baik dan menjadi orang-orang yang menghadirkan shalom dan kebaikan bagi orang lain

Kita terkadang berpuas diri dan menyalahartikan kehadiran Kristiani dengan memberikan hal-hal material untuk lingkungan kita (sembako dsj). Sekalipun itu tidak keliru namun bukan makna sesungguhnya dari melakukan pekerjaan Yesus. Lebih luas dari itu kita membawa dampak bagi lingkungan di mana kita ada baik melalui keilmuan, kekayaan, kebaikan moral yang berakar dan lahir dari ajaran Yesus Sang Mesias dan Juruslamat dan Junjungan Yang Ilahi

Kesalahpahaman berikutnya adalah menyalahartikan makna “perbuatan-perbuatan Yesus” semata-mata pada mukjizat Yesus. Mendirikan tempat pendidikan dan rumah sakit serta memberdayakan masyarakat adalah wujud lain melakukan pekerjaan Yesus di dunia ini.

No comments:

Post a Comment