Wednesday, June 5, 2013

DEREK YAHWEH




Midrash Shabat: Yeremia 6:1-26
Nats: Yeremia 6:16; 5:4-5, Amsal 2:20

Yeremia pasal 6:1-26 memberikan gambaran perihal kondisi yang akan dialami oleh Bangsa Israel yaitu “malapetaka” (ay 1) dan “hukuman” (ay 6) serta “penyerbuan” dari musuh” (ay 11, Band. Ay 22-26). Apa yang menyebabkan hal-hal di atas? Karena “telinga mereka tidak bersunat dan Firman Tuhan menjadi bahan cemoohan” (ay 10) dan dikatakan “baik nabi maupun umat mengejar untung” (ay 13-15), “tidak mau menempuh jalan orang terdahulu” (ay 16), “tidak memperhatikan para penjaga” (ay 17), “tidak memperhatikan Torah” (ay 19).

Pada ayat 16 dikatakan bahwa orang Israel tidak mau menempuh “jalan orang terdahulu” atau “jalan yang baik”, dimana mereka seharusnya mendapat ketentraman. Apakah jalan yang dimaksudkan itu? Dalam Amsal 2:20 digemakan kembali sbb, “Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar” (Ibr: lema’an telek bederek tovim, wearkhot ha tsadiqim tishmor).

Untuk memahami makna “jalan orang terdahulu” atau “jalan orang baik” atau “jalan orang benar”, maka kita harus membaca terlebih dahulu Yeremia pasal 5:1-5 sbb: “Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu. Sekalipun mereka berkata: "Demi YHWH yang hidup," namun mereka bersumpah palsu. Ya YHWH, tidakkah mata-Mu terarah kepada kebenaran? Engkau memukul mereka, tetapi mereka tidak kesakitan; Engkau meremukkan mereka, tetapi mereka tidak mau menerima hajaran. Mereka mengeraskan kepalanya lebih dari pada batu, dan mereka tidak mau bertobat. Lalu aku berpikir: "Itu hanya orang-orang kecil; mereka adalah orang-orang bodoh, sebab mereka tidak mengetahui jalan YHWH, hukum Tuhan mereka. Baiklah aku pergi kepada orang-orang besar, dan berbicara kepada mereka, sebab merekalah yang mengetahui jalan YHWH, hukum Tuhan mereka." Tetapi mereka pun semuanya telah mematahkan kuk, telah memutuskan tali-tali pengikat”.

Yang dimaksudkan dengan jalan dimana umat israel harus menempuhnya adalah “Jalan YHWH (Yahweh)” atau dalam bahasa Ibrani disebut “Derek YHWH”. Jalan YHWH adalah “jalan Tuhan mereka”. Jalan YHWH adalah aturan main yang telah ditetapkan oleh Tuhan agar umat-Nya mengalami ketentraman dan jika peraturan dan ketetapan ini dilanggar, mereka akan mengalami hukuman.

Mari kita lihat lebih jauh apa itu “Jalan YHWH” atau “Derek YHWH”. Kitab Suci memberikan keterangan sbb:

Tuesday, May 7, 2013

MISKIN NAMUN MEMPERKAYA ORANG LAIN, KAYA FINANSIAL DAN KAYA AKAN KEBAJIKAN

Ketika saya masih sekolah menengah atas di Bandung, saya pernah ingin menyalurkan bakat menulis saya dengan menyerahkan naskah cerpen ke pihak organisasi intra sekolah agar dapat dimuat di mading (majalah dinding). Namun cerpen tersebut dikembalikan pihak pengelola mading dengan alasan isinya terlalu idealis dan mustahil terjadi. 

Thursday, April 4, 2013

ARTI KEMATIAN YESUS BAGI PENGHAPUSAN DOSA MANUSIA



Sebelum kita mengupas makna kematian Yesus bagi penghapusan dosa umat manusia, kita akan mengkaji terlebih dahulu apa yang dimaksudkan dengan Dosa Asal (Original Sin). Saya lebih memilih istilah ini karena memang istilah inilah yang lebih tepat dan dipergunakan untuk menjelaskan asal usul dosa dalam berbagai terjemahan bahasa Inggris. Tidak ada istilah Dosa Waris kecuali penafsiran beberapa golongan Kristen yang membuat istilah tersebut menjadi rancu. Karena memang dosa tidak diwariskan sebagaimana dikatakan dalam Yekhezkiel 18:20

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya”.

Dosa Asal (Original Sin)

Dosa berawal ketika manusia melanggar perintah Tuhan YAHWEH agar tidak memakan buah Pohon Pengetahuan Baik dan Pengetahuan Jahat sebagaimana dikatakan:

Lalu Yahweh Tuhan (יהוה אלהים) memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”(Kej 2:16-17).

Saturday, March 23, 2013

YESUS DALAM UPACARA SEDER PESAKH



MENGKAJI AKAR YUDAISME PERJAMUAN KUDUS YAITU SEDER PESAKH

Pesakh ada daftar perayaan yang pertama dari ketujuh hari raya yang ditetapkan YHWH di Sinai untuk dipelihara selamanya. Perayaan ini menunjuk pada peringatan terluputnya nenek moyang Yishrael dari tulah YHWH melalui olesan darah di tiap palang pintu orang Yisrael (Im 23:5).

Tradisi Yahudi melaksanakan Seder Pesakh dalam menandai Pesakh yang jatuh Tanggal 14 Nisan. DR. David Stern menjelaskan perihal Seder sbb:  “Seder adalah, Tata Cara, namun istilah ini menunjuk pada tata cara makan dan perayaan yang dilaksanakan saat Pesakh. Hari ini, bagian-bagian dari peristiwa Paskah, doa-doa, cerita dan berbagai hidangan yang dimakan dipersiapkan dalam bentuk Haggadah (penceritaan) yang mengumpulkan cerita Kitab Suci mengenai keluarnya Bangsa Israel dari Mesir dengan tambahan-tambahan Rabinik. Banyak dari ciri-ciri dalam Seder Modern tetap dilaksanakan dimasa hidup Yeshua”[1].

Unsur-Unsur Liturgis Seder Pesakh Yahudi

Untuk dapat memahami makna yang terkandung dalam Seder Pesakh, maka perlu mengkaji unsur-unsur liturgis dan berbagai hidangan yang tersedia selama pelaksanaan Seder Pesakh, yaitu:

Cawan Berkat/Pengudusan
Meminum anggur pertama, dengan terlebih dahulu mengucap syukur dan mengucapkan Berakhah (berkat). Anggur yang diminum bukanlah anggur berfermentasi sebagai lambang tanpa dosa dan cela.

Cawan Tulah
Meminum anggur kedua, sebagai lambang peringatan terhadap peristiwa YHWH membebaskan Bangsa Israel dari Mesir. Nama-nama tulah disebutkan sambil mencelupkan jari kelingking kedalam cawan sebagai simbol berkurangnya sukacita.


Thursday, February 21, 2013

KORUPSI: MENDAPATKAN REZEKI TIDAK KOSHER




Halaman surat kabar hari-hari ini masih melaporkan kasus-kasus penindakan korupsi sebagai headingnya. Harian Suara Merdeka beberapa hari lalu melaporkan hasil pengkajian KPK terhadap kasus korupsi Simulator SIM dan penyucian uang dengan terdakwa Irjen Djoko Susilo dengan heading “Irjen Djoko ‘Raja’ Properti”. Dalam pemberitan dilaporkan bahwa Irjen Djoko Susilo telah melakukan penyucian uang dengan membeli sejumlah properti di beberapa daerah. KPK telkah menemukan dan menyita sejumlah rumah mewah yang dibeli oleh Irjen Djoko Susilo dengan uang hasil korupsi al., rumah di Graha Candi Golf Semarang (2 buah), rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan Solo, rumah di Jalan Sam Ratulangi Solo, rumah di Jalan Langenastran Yogya, rumah di Jalan Patehan Lor Yogyakarta[1]. Rumah-rumah tersebut disita antara tanggal 13-14 Februari 2013 lalu.

Beberapa hari kemudian tanggal 20 Februari 2013 KPK menemukan bukti baru dan melakukan penyitaan perumahan hasil penyucian uang Irjen Djoko Susilo al, rumah di Jalan Prapanca Raya Jakarta Selatan, rumah di Jalan Cikajang Jakarta Selatan, rumah di Jalan Elang Mas Jakarta Selatan, rumah di Pesona Kayangan Jawa Barat[2]. Semua rumah tersebut bernilai miliaran rupiah. Sebuah angka fantastis dan jumlah rumah yang fantastis jika melihat jabatan Djoko Susilo sebagai Inspektur Jendral.

Kita pun masih teringat dengan kasus korupsi pengadaan Al Qur’an beberapa waktu lalu. Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan dua tersangka korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama pada 2011/2012. Mereka adalah anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat, Zulkarnaen Djabar, serta Direktur Utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia, Dendy Prasetia. "KPK dalam hal ini telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan," kata Ketua KPK Abraham Samad di kantor KPK kemarin. Abraham hanya menyebut inisial kedua tersangka sebagai ZD dan DP demikian laporan koran Tempo[3].

SUAP MEMBUTAKAN MATA ORANG BIJAKSANA




Di era Reformasi yang mengedepankan jargon-jargon (semboyan) al., demokrasi, kebebasan berpendapat, reformasi birokrasi, reformasi hukum, keadilan sosial, anti korupsi dll justru kenyataan-kenyataan di atas semakin menguat saja kepermukaan.

Dibentuknya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bukan menghentikan dan meminimalisir korupsi dan suap, sebaliknya semakin merajalela di tubuh badan-badan pemerintahan serta partai politik dengan ditemukannya berbagai fakta dan kasus yang ditemukan oleh KPK. Ini bukan bermakna keberadaan KPK menjadi stimulan kemunculan korupsi, melainkan eksistensi dan kerja KPK menyebabkan aktifitas korupsi sistemik di segala bidang mulai terkuak satu persatu dan belum memberikan efek jera kepada pelaku korupsi.

Publik kembali dikejutkan oleh kasus yang sedang hangat hari ini dibahas yaitu kasus suap kuota impor daging sapi yang melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bernama Luthfi Hasan Ishaaq[1]. Ternyata tindakan melawan hukum berupa kasus suap tidak melihat apakah orang tersebut beragama apa atau berasal dari partai berbasis agama atau tidak. Kasus Lutfi Hasan Ishaaq membuktikan bahwa partai berbasis agama tidak menjamin pelaku organisasi kepartaian ini akan menjadi orang yang bersih dan terbebas dari suap dan korupsi.
Bagaimana iman Kristen memandang kasus suap? Tuhan YHWH melalui Torah-Nya ribuan tahun lampau telah mengecam dan melarang praktek suap. Kitab Keluaran (Sefer Shemot) 23:8 Tuhan YHWH bersabda agar para hakim di Israel dalam menjalankan peradilan dalam sistem Teokrasi diperintahkan, “Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar”.

Sunday, December 16, 2012

BERSENTUHAN DENGAN ALAM CIPTAAN TUHAN



Seseorang pernah bertanya pada saya, “untuk apa Tuhan menciptakan alam semesta khususnya kehidupan di bumi yang dihuni manusia, berbagai hewan serta tumbuhan?” Saya mengutip Kitab Mazmur 19:2-7, “Langit menceritakan kemuliaan Tuhan, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya”.

Kutipan ayat di atas mengatakan bahwa hashamayim mesaprim kevod El, umaasyeh yadaiw maggid haraqiya (Langit menceritakan kemuliaan Tuhan, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya). Tujuan penciptaan alam semesta dan kehidupan yang indah di bumi adalah untuk memperlihatkan kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Jika kita perhatikan, seluruh sistem dan gerak dalam alam semesta khususnya kehidupan di bumi mencerminkan keteraturan, harmoni, sistematis, hukum yang mengatur keseimbangan. Mari kita perhatikan beberapa keteraturan dan keseimbangan berikut ini:

Tingkat eksentrisitas bumi (kemiringan rotasi bumi) berada dalam angka 2%. Jika kemiringan bumi saat berotasi mendekati angka 0% maka berbentuk lonjong dan jika mendekati angka 1% maka akan berbentuk datar. Dengan kisaran angka kemiringan 2% maka rotai bumi seperti lingkaran. Jika mendekati kemiringan 1% maka lautan kita akan menguap karena terlalu dekat dengan matahari dan membeku jika menjauh dari matahari (Noel Hornor, Planet Earth; Lucky Accident or Master Handiwork?, Good News Magazine, March-April 2012, p. 5)

Kadar oksigen dalam atmosfir bumi berjumlah 21%. Dengan jumlah sedemikian, kehidupan bumi dapat terjamin. Apa yang terjadi jika kadar oksigen 25%? Akan ada ledakan besar secara tiba-tiba. Apa yang akan terjadi jika kadar oksigen 15%? Manusia akan mengalami mati lemas (Ibid.,)

Bumi kita senantiasa dibombardir cahaya radiasi matahari. Tingkat transparansi atmosfir bumi sebagai penyaring radiasi matahari sangat berpengaruh terhadap kehidupan di bumi. Jika atmosfir bumi terlalu terang akan menimbulkan efek bagi manusia berupa kanker kulit. Namun jika atmosfitr bumi kurang terang maka akan menimbulkan ketiadaan kemampuan foto sintesis pada tanaman hijau yang mengubah air, mineral serta karbon dioksida menjadi oksigen (Ibid., p. 6).