Jumat, 22 Agustus 2014

BERJUANG MEMPERTAHANKAN IMAN




Yudas (ιουδας) adalah bentuk Yunani dari Yahudah/Yehudah (יהודה). Siapakah Yudas yang dimaksudkan dalam surat ini? Penulisnya hanya mengidentifikasi dirinya sebagai “hamba Yesus Sang Mesias dan saudara Yaakov” (Yun: Iesou Chroistou doulos adelphos de Iakoobou/Ibr: Eved Yeshua ha Mashikah we Akhi Ya’akov). Yudas dalam surat ini bukan menunjuk Yudas murid yang mengkhianati Yesus Sang Mesias melainkan menunjuk pada saudara Yahshua dan Yaakov/Yakobus sebagaimana dikatakan dalam Matius 13:55-56 sbb: “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" Sekalipun demikian, banyak sarjana dan peneliti Kitab Perjanjian Baru meragukan apakah penulis surat Yudas adalah saudara Yesus dan Yakobus.

Dalam suratnya, Yudas memperingati para pembacanya, “supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yud1:3). Kata Yunani ἐπαγωνίζομαι (epagoonizomai) bermakna “bertempur” atau “berjuang”. LAI menerjemahkan secara dinamis “berjuang untuk mempertahankan iman”. Iman apa yang dimaksudkan untuk dipertahankan? “iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus”. Kita umat beriman yang hidup di Abad XXI telah menerima iman yang disampaikan kepada orang kudus zaman dahulu melalui orang tua atau pemberitaan Injil yang dilakukan orang lain. Di atas semuanya, iman itu telah disampaikan melalui tulisan kudus yaitu Kitab Suci yang telah kita pegang sebagai warisan rasuli.