Friday, June 10, 2022

AKATHARTON PNEUMA


https://www.mirror.co.uk

Seri Demonologi Bagian Pertama

Matius 12:43-45

Dalam dunia Teologi kita mengenal sejumlah istilah seperti Bibliologi (pengetahuah mengenai Kitab Suci), Soteriologi (pengetahuan mengenai keselamatan), Kristologi (pengetahuan mengenai Kristus/Mesias) Anggelogi (pengetahuan mengenai malaikat) bahkan Demonologi (pengetahuan mengenai roh jahat). Sayangnya tidak semua sekolah Teologi memasukkan Demonologi sebagai sebuah mata pelajaran.

Omong-omong tentang “roh jahat” bagi kebanyakan orang-orang Barat yang menekankan rasionalitas mungkin dianggap sisa-sisa produk kehidupan masyarakat primitif yang disarati tahayul. Pendidikan Barat yang menekankan rasionalitas sebagai alat ukur akan mencari penjelasan rasional dibalik fenomena yang irasional dan bersifat supranatural. Fenomena kerasukan, kepribadian ganda, jiwa terbelah akan dijelaskan sebagai gejala psikologis.

Bahkan dalam dunia ilmu Teologi yang notabene berbicara tentang teks-teks Kitab Suci dan Tuhan, pengaruh filsafat rasionalisme dan aliran liberalisme membuat sejumlah sekolah teologi melakukan proses penafsiran yang mencoba memberikan penjelasan rasional terhadap sejumlah fenomena supranatural yang dilaporkan dalam Kitab Suci seperti peristiwa air bah Nuh, terbelahnya Laut Teberau, mukzizat Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dua ikan, fenomena kerasukan dan pengusiran setan dll. Dalam dunia Teologi dikenal dengan Teori Demitologisasi karya teolog Jerman Rudolph Bultman yang menganggap teks-teks Kitab Suci berisikan sejumlah kisah mitologis yang harus ditafsirkan ulang dalam konteks masa kini.

Sekalipun dunia kita telah dibentuk oleh filsafat Rasionalisme dan mewarisi pendidikan rasional yang menghasilkan modernitas dan kemajuan teknologi, namun fenomena yang bersifat supranatural, magis, gaib, demonik tidak juga lenyap. Berbagai fenomena sejenis masih dapat ditemukan di hampir semua belahan dunia.

Percakapan tentang keberadaan roh-roh jahat masih menjadi bagian kisah yang melekati kehidupan masyarakat di mana kita tinggal. Mungkin kita pernah mendengar atau mengalami fenomena rumah berhantu, kebun berhantu, jembatan berhantu, perlintasan jalan berhantu, orang-orang yang mengalami sakit penyakit yang disebabkan aktifitas roh-roh jahat dll. Terlepas ada kisah-kisah yang dilebih-lebihkan dan menimbulkan bias informasi sehingga mengabaikan peran akal sehat dan rasio untuk menalar sebuah fenomena namun fenomena-fenomena sebagaimana disebutkan di atas masih dapat kita temui dan bersifat lintas masyarakat, lintas geografis, lintas etnis.

Bagaimana sikap orang beriman dengan keberadaan roh-roh jahat yang menghantui rumah, tanah, manusia? Haruskah kita menyangkal semua fenomena tersebut dan menganggapnya sebagai halusinasi belaka dan produk berfikir irasional sisa-sisa masyarakat tradisional? Sederhana saja logika yang kita bangun. Jika kita percaya Tuhan yang tidak nampak dan berkuasa terhadap kehidupan, mengapa kita harus tidak percaya pada keberadaan roh-roh jahat yang tidak nampak dan bisa mengintervensi kehidupan manusia? Jika kita mempercayai sabda Yesus sementara Yesus mengakui keberadaan mereka dan berkuasa atas mereka, mengapa lantas kita menyangkal apa yang diakui oleh Yesus mengenai keberadaan roh-roh jahat?

Persoalan mendasar bagi kita sebenarnya adalah apakah kita percaya atau tidak percaya bukan apakah fenomena ini fakta atau fiktif. Semua upaya penyangkalan dan mencari-cari penjelasan rasional belaka terkadang dimotifasi oleh ketidakpercayaan belaka.

Apa yang dikatakan Kitab Suci khususnya sabda Yesus Sang Mesias, Juruslamat kita mengenai keberadaan roh-roh jahat? Dari sekian banyak teks yang ada kita fokuskan pada sabda Yesus yang tertulis dalam Matius 12:43-45 sbb:

"Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini" (Mat 12:43-45)

Dari teks pendek di atas kita mendapat keterangan, Pertama, roh jahat (akatharton pneuma) itu ada dan dia dapat memasuki tubuh manusia. Beberapa contoh kasus kerasukan roh dengan segala manifestasinya (menyebabkan seseorang dikuasai sakit atau kegilaan dsj) dapat kita baca al.,

“Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel” (Matius 9:32-33)

“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga” (Matius 17:18)

“Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat  dari pekuburan menemui Dia.  Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya” (Mrk 5:1-4)

Kedua, roh-roh jahat yang keluar dari tubuh manusia akan menggembara mencari tempat tertentu untuk perhentian. Jika tidak menemukan, dia akan kembali ke tempat semula jika tempat di mana dia meninggalkannya bersih namun tidak diisi apapun. Bahkan lebih banyak yang dia bawa sehingga orang yang pernah dirasuk akan lebih parah kondsinya. Teks berikut memberikan keterangan lokasi di mana roh-roh jahat berdiam

“Di sana berpapasan binatang gurun dengan anjing hutan, dan jin (sa’ir) bertemu dengan temannya; hantu malam (lilith) saja ada di sana dan mendapat tempat perhentian” (Yes 34:12)

Sabda Yesus ini mengingatkan kepada kita bahwa jika kita telah mendoakan seseorang yang dirasuki roh-roh jahat atau pernah dihuni oleh kekuatan roh lain yang memampukan dirinya melakukan berbagai hal ajaib maka orang terebut harus mengisi rumah tubuhnya dengan kesadaran keilahian melalui membaca dan mendengarkan sabda-sabda Tuhan. Firman Tuhan adalah makanan

"Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja , tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan YHWH" (Ul 8:3)

Tanpa pengajaran dan sabda Tuhan sebagai makanan rohani bagi roh manusia, maka tubuh menjadi kosong dan mudah diisi kembali dengan roh-roh jahat yang mengendalikan seseorang yang pernah dirasukinya.

Bagaimana kita mengatasi keberadaan roh-roh jahat yang menghantui rumah, manusia, tanah bahkan bisa merasuki seseorang? Pada bagian kedua dari midrash bertema kajian Demonologi pada kesempatan yang akan datang kita akan mendalaminya.

No comments:

Post a Comment