Sunday, October 9, 2022

SUKACITA KARENA YHWH ITULAH PERLINDUNGANMU

Penaklukan dan Pembuangan

Pada tahun 727 SM, terjadi pergantian kekuasaan di Asyur. Salmaneser V naik takhta menggantikan Tiglat-Pileser III. Situasi ini dimanfaatkan oleh raja Israel untuk memberontak. Israel menolak membayar upeti dan mencari bantuan kepada So (raja Mesir).

Hal ini membuat Salmaneser V dan pasukannnya mengepung Israel. Dalam pengepungan ini, raja Salmaneser V meninggal dunia dan digantikan oleh raja Sargon II. Di bawah pimpinan Sargon II, Israel akhirnya ditaklukkan setelah dikepung selama 2 tahun.

Kerajaan Israel Utara (Samaria) kemudian dibuang ke berbagai wilayah taklukan Asyur, khususnya ke Hala, Gozan, dan kota-kota Madai. Sementara itu, agar Israel tidak kosong, orang-orang dari daerah lain yang ditaklukkan oleh Asyur, seperti dari Babel, Kuta, Awa, Hamat, dan Sewardim ditempatkan di Israel.

Kerajaan Israel Selatan (Yehuda) bertahan hingga 586 sM, saat kerajaan tersebut diserbu oleh Kekaisaran Babilonia di bawah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal Nebukadnezar. (2 Raja-raja 25:8-21) Dengan pengasingan penduduk dan penghancuran Bait Suci dan Yerusalem, berakhirlah kekuasaan Yehuda.

Kepulangan Dari Pembuangan

Orang Yahudi kembali dari Pembuangan dalam dua tahap: Rombongan pertama dipimpin oleh Sesbazar dan Zerubabel pada tahun 538 sM (Ezr. 1:8-2:70). Rombongan kedua dipimpin oleh Ezra dan Nehemia pada tahun 458 sM dan 445 sM (Ezr. 8:1-14).

Seperti yang dinubuatkan Yesaya (Yes. 44:28; 45:1), Tuhan YHWH membangkitkan seorang raja kafir yang baik hati - Koresy dari Persia - yang mengizinkan orang Yahudi kembali ke Palestina.

Dalam Alkitab Kristen, kitab Nehemia ditempatkan dalam urutan di antara Kitab Ezra dan Kitab Ester, karena mempunyai kaitan erat dengan kedua kitab tersebut. Ketiga kitab sejarah ini mencakup masa sekitar 100 tahun, yaitu antara tahun 536 SM - 432 SM.

Baik Ezra dan Nehemia adalah dua tokoh penting yang melakukan pembaruan kehidupan keagamaan dan sosial bangsa Israel pasca pembuangan. Ezra adalah adalah ahli kitab (Neh 9:5) yang hidup di masa Raja Persia, Koresh sementara Nehemia adalah penyaji anggur raja yang diangkat menjadi bupati di masa Raja Persia Arthahsasta (Neh 2:1, Neh 5:14)

Perayaan Sukot di Masa Nehemia

Ketika Bangsa Israel pulang ke Yerusalem di masa Nehemia, maka untuk pertama kalinya mereka merayakan kembali Sukot (Pondok Daun) yang sudah tidak pernah dilaksanakan sejak Yahshua ben Nun (Yoshua ben Nun) (Neh 8:18)

Perayaan Sukot kala itu ditandai oleh pembacaan Kitab Torah Musa oleh Ezra, Ahli Kitab (Neh 8:3-4), pendirian pondok dengan ditutupi daun korma, daun zaitun, daun minyak (Neh 8:14-18), pembacaan Kitab Torah selama perayaan Sukot (Neh 8:19)

Perayaan Sukot adalah perayaan sukacita namun mengapa orang Israel justru menangis sebagaimana dilaporkan dalam Nehemia 8:10? Karena untuk pertama kalinya bangsa Israel dapat mendengar pembacaan Torah di tanah nenek moyang mereka, Yerusalem. Selain itu situasi transisi di mana bangsa Israel harus menghadapi sejumlah tekanan dan hambatan dari orang non Israel yaitu Tobia dan Sanbalat agar tidak berhasil membangun kota Yerusalem (Neh 6:1-19)

Nehemia mengingatkan bangsa Israel dengan berkata, כי־חדות יהוה היא מעזכם ki khedwat YHWH, hi ma’uzkem – Sukacita karena YHWH itulah perlindunganmu (Neh 8:11). New Jerusalem Bible menerjemahkan, the joy of Yahweh is your stronghold – sukacita karena Yahweh itulah kekuatanmu. Young’s Literal Translation menerjemahkan, for the joy of Jehovah is your strength – karena sukacita Jehovah itulah kekuatanmu.

Bayangan Karya Mesias Dalam Perayaan Sukot

Jika Yesus merayakan hari-hari raya YHWH (Ul 23:1-44) dan memberi makna ulang yang merujuk kepada pemenungan nubuat terhadap diri-Nya sebagaimana beliau lakukan saat melaksanakan jamuan Seder Pesakh menjelang sengsara salib (Mat 27:26-29, Mrk 14:22-25, Luk 22:15-20).

Jika Rasul Paul memberikan makna-makna kristologis dan mesianis terhadap hari-hari raya yang ditetapkan YHWH sebagaimana tersurat dalam istilah “Anak Domba Paskah kita” (1 Kor 5:7), demikianlah kita menemukan bayang-bayang karya mesianis Yesus dalam perayaan Sukot yaitu perihal kedatangan Yesus yang pertama dan datangnya sebuah masa di mana langit baru dan bumi baru mengubah realitas lama dan Kemah Tuhan akan ada diantara umat-Nya.

Sukot dan Kelahiran Yesus Sang Mesias

Berdasarkan kajian kata Yunani skenoo dalam Yohanes 1:14 yang bermakna “kemah”, maka ayat tersebut dapat diterjemahkan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan berkemah di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”.

Apa arti penting kata “berkemah” pada ayat 14? Pertama, Yohanes hendak memberikan pesan tersembunyi bahwa Yesus Sang Mesias lahir pada saat orang Yahudi merayakan sukkot atau eorte skenon. Data ini diperkuat bahwa pada hari kedelapan, Yesus  di sunat di Bait Suci. Tradisi penyunatan tidak harus jatuh pada saat Shemini Atseret (hari kedelapan Sukkot) namun Lukas 2:21 pasti terkait, jika memang benar terbukti bahwa Mesias lahir pada saat orang Yahudi merayakan Sukkot. Kedua, bahwa Sang Firman menjadi manusia dan berkemah di antara manusia memberikan makna teologis yang mendalam bahwa YHWH telah melawat manusia, berdiam diantara manusia, menyatakan kemuliaan-Nya ditengah-tengah manusia.

Sukot dan Langit Baru Bumi Baru

Dalam perayaan Sukot kita mendapatkan gambaran profetik perihal datangnya realitas baru dari Tuhan yang mengubah realitas lama dengan ditandai kehadiran Kemah Tuhan diantara umat-Nya sebagaimana dikatakan Wahyu 21:3-4 sbb: Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Tuhan ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Tuhan mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata  mereka, dan maut  tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita,  sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu”

Itulah sebabnya umat Kristiani dapat merayakan Sukot (Pondok Daun) bukan hanya memperingati pemeliharaan Tuhan YHWH terhadap bangsa Israel di padang gurun melalui Tiang Awan dan Tiang Api namun serenta berfokus pada karya Mesianis yang dikerjakan oleh Yesus baik pada kedatangan-Nya yang pertama maupun kedatangan yang kedua di mana Dia akan menjadi Raja dalam Kerajaan 1000 tahun damai serta hadirnya Kemah Tuhan dalam langit dan bumi yang baru

Sukacita Karena YHWH Itulah Kekuatan dan Perlindungan Kita

Kembali kepada Nehemia 8:1-19, khususnya Nehemia 8:11 perayaan Sukot Tahun 5783/2022 membawa pesan penting bahwa janganlah kita kehilangan sukacita sekalipun kita sedang mengalami masa sulit dan situasi menyedihkan. Ketika kita kehilangan sukacita maka kita akan dikuasai kemurungan dan ketakutan sehingga memperkecil kekuatan kita dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan. Ketika kita bersukacita dalam YHWH Sang Bapa dan di dalam Yahshua Putra-Nya Yang Tunggal, Juruslamat kita maka akan muncul kekuatan yang menopang dan memampukan.

Merujuk pada sambutan Presiden Jokowi pada kegiatan Silatnas dan Ultah ke 19 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat (5/8/2022) bahwasanya situasi dunia saat ini dalam keadaan yang sulit. Bahkan pada tahun depan, situasi dunia diperkirakan akan “gelap” karena berbagai konflik yang menyebabkan terjadinya krisis.

Presiden Jokowi kemudian menceritakan pertemuannya dengan sejumlah pimpinan negara pada ajang G7 beberapa bulan lalu. Jokowi sempat bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, petinggi lembaga internasional, hingga negara anggota G7. Namun menurut presiden, itu bukan situasi yang dialami Indonesia melainkan negara-negara di dunia secara umumnya akibat berbagai krisis multidimensi yang saat ini terjadi.

Sekalipun situasi yang digambarkan Presiden Jokowi bukan situasi Indonesia namun bukan berarti krisis tidak bisa menerpa Indonesia. Berbagai kemungkinan bisa dan dapat saja terjadi di masa depan.

Apapun yang terjadi, tetaplah bersukacita karena sukacita karena YHWH Sang Bapa dan di dalam Yahshua Putra-Nya akan membangun kekuatan dalam diri kita untuk menghadapi berbagai tantangan dan krisis.

 

Sameakh Sukot 15-21 Tishri 5783/ 9-16 Oktober 2022

Tuhan YHWH, Bapa Surgawi melimpahkan rahmat dan keselamatan di dalam Yahshua Sang Mesias, Sang Putra serta Juruslamat kita, Amen we Amen

 

 

 

No comments:

Post a Comment