Thursday, May 25, 2023

PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA


Foto: https://ryanleasure.com

Kita semua tentu sudah pernah menghadiri sebuah undangan pernikahan baik dari teman atau saudara kita yang menikahkan anak mereka dengan pasangan yang dicintainya bukan? Ada pernikahan yang sederhana ada pernikahan yang mewah. Apapun itu, mereka yang mengundag dan yang diundang tentu berusaha menggenakan pakaian yang pantas sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhidmatan acara yang berlangsung. Bukan hanya pakaian namun penataan ruangan dibuat seindah mungkin dengan nuansa keagungan dan kemegahan.

Semua peristiwa undangan pernikahan yang telah kita hadiri dan juga mungkin telah kita laksanakan sebagai penyelenggara pernikahan untuk putra/putri kita mengingatkan kita bahwa pada suatu hari kelak kita semua akan menghadiri sebuah pesta pernikahan dalam keabadian. Pesta apakah gerangan?

Wahyu 19:6 memulai dengan ungkapan di mana Yohanes dalam penglihatan tentang masa depan yang diterimanya menuliskan, “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak (phonen oxlou, Yun), seperti desau air bah (phonen udatoon pollon, Yun) dan seperti deru guruh yang hebat (phonen bronton ischuron, Yun), katanya: ”Halelu-Yah! Karena, YHWH Tuhan kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja”.

Ungkapan Yunani “Alellouia” merujuk pada ungkapan dalam bahasa Ibrani “Halelu-Yah” yang artinya “Pujilah Yah” atau “Pujilah Yahweh”. Mazmur 150:6 berkata, “Kol ha neshamah tehalel Yah, Halelu-Yah” (Biarlah segala yang bernafas memuji YHWH Halelu-Yah!). Ungkapan Yunani “Kurios ho Theos hemon” merujuk pada ungkapan dalam bahasa Ibrani “YHWH Eloheinu”. 

Karena orang Yahudi sejak pembuangan Babilonia menghindari pengucapan nama Tuhan secara verbal maka diganti dengan sapaan Ibrani “Adonai” yang dalam bahasa Yunani diterjemahkan “Kurios” dan untuk kata “Elohim” diterjemahkan dengan “Theos”. Complete Jewish Bible menerjemahkan frasa, “Alleloiua, oti ebasileusen Kurios ho Theos hemon ho Pantokrator” dengan, “Haleluyah! Adonai, God of heaven armies has begun his reign!. Sementara itu Restored Names King James Version menerjemahkan, “Alleluia: for YHVH Elohim omnipotent reigneth”. Dalam terjemahan Kitab Suci bahasa Inggris pada umumnya diterjemahkan, “Alleluia: for the Lord God omnipotent reigneth”. 

Kita membutuhkan kejelian saat mana kata “Kurios” atau “Lord” dalam teks Kitab Perjanjian Baru sedang merujuk pada kata sapaan pengganti untuk YHWH (Yahweh) atau bentuk sapaan umum yang artinya “Tuan”.

Pernyataan malaikat yang berkata kepada Yohanes ini menegaskan pula kepada kita bahwa ungkapan Ibrani Halelu-Yah tetap akan dipergunakan di dalam keabadian sebagai bagian dari pujian dan penyembahan umat kepada Tuhannya. Pahamilah dengan baik makna dibalik ungkapan Halelu-Yah.

Namun message(pesan) apa yang paling penting dari penglihatan yang diterima Yohanes dalam kitab Wahyu yang ditulisnya? Wahyu 19:7-8 menuliskan sbb:

“Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya   telah siap sedia”

“Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus)”

Apa yang dimaksudkan dengan “ho gamos tou Arniou” (Perkawinan Anak Domba)? Istilah Anak Domba adalah ungkapan simbolik yang merujukmpada diri Yesus dan pengorbanan yang dilakukan-Nya sebagai Putra Tuhan untuk menebus umat manusia dari kutuk dosa yaitu maut sebagaimana dikatakan dalam 1 Korintus 15:7, “Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Mesias (Kristus)”.

Karena konteks pesan Yesus dalam banyak hal berlatarbelakang kebudayaan Yahudi, darimana beliau berasal dan melakukan karya Mesianisnya maka kitapun harus memahami barang sedikit konsepsi pernikahan dalam budaya Yahudi. Pernikahan Yahudi modern saat ini dibagi menjadi dua tahap yaitu kidushin (pengudusan atau peresmian) atau erusin (pertunangan) dan nisu'in (pernikahan). Pada tahap pertama mempelai wanita dinyatakan terlarang bagi semua pria lain, dan dengan demikian mengakhiri masa berlaku surat cerai (get) jika mempelai wanita memilikinya. Pada tahap berikutnya, kedua mempelai dibenarkan untuk mulai hidup bersama-sama. Upacara untuk tahap nissu'in dikenal sebagai khuppah.

Jika keselamatan dan hidup kekal kita terima saat kita mengakui bahwa Yesus seagai Anak Tuhan dan Juruslamat serta Junjungan Agung Yang Ilahi (Yoh 14:6, 17:3, Kis 16:31, Roma 10:9, Kis 4:16) bisa dianggap sebagai tahapan kidushin/erushin maka ungkapan “Perkawinan Anak Domba” bisa disetarakan dengan tahapan nisu’in. Dengan kata lain merupakan ungkapan simbolik kemanunggalan antara Gereja sebagai umat tebusan Mesias bersatu selamanya dalam kekekalan sorgawi bersama Sang Putra Tuhan itu.

Apakah syarat masuk Perkawinan Anak Domba? Apakah semua orang diundang ke pesta Perkawinan Anak Domba? Sebagaimana dikatakan sebelumnya dalam Wahyu 19:8, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus)”. Ya, hanya mereka yang telah ditebus dalam nama-Nya dan mengenakan “Bussinon lampron; katharon to gar bussinon” (kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!). Perhatikanlah bahwa lenan halus nan berkilauan adalah perbuatan baik orang-orang yang telah ditebus dalam naman Sang Juruslamat.

Tidak karena kita telah ditebus hanya oleh Anugrah yang direspon melalui iman, maka perbuatan baik tidak punya nilai sama sekali. Rasul Paulus menuliskan demikian

“Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman” (Rm 2:6-8).

“Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan (Mesias) supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” (2 Korintus 5:10).

Perbuatan baik kitalah yang akan menyertai saat kita tertidur dalam debu menanti penghakiman orang hidup dan orang mati sebagaimana dikatakan, “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Junjungan Agung, sejak sekarang ini" "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka” (Why 14:13)

Apakah kita sudah menjadi orang Kristen yang berbuah? Anda tentu dapat menjawabnya sendiri.

Selain kita harus mengenakan lenan halus (perbuatan baik orang kudus) tentu saja kita harus menjadi orang yang diundang sebagaimana dikatakan, “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba” (Why 19:9). Bagi mereka yang telah mengikat pertunangan dengan Sang Anak Domba saat mengaku percaya pada-Nya dan dibaptis dan berbuah dalam kebaikan tenntu saja akan diundang dalam perjamuan nikah yaitu kemanunggalan  Gusti dan kawulanya dalam kekekalan.

Berjagalah dengan berdoa dan bekerja sampai Maranatha, sampai Dia datang yang kedua kalinya

No comments:

Post a Comment