Thursday, September 12, 2013

KEMATIAN YESUS SEBAGAI KORBAN PENDAMAIAN



 

Midrash 1 Yohanes 2:1-6 (Nats: 1 Yoh 2:1-2)


Perayaan Yom Kippur menunjuk pada pendamaian dosa-dosa kolektif Bangsa Yisrael terhadap YHWH dengan penyembelihan hewan setahun sekali. Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada karya Yesus sebagai korban pendamaian sejati. Nilai karya Mesianis Yesus yaitu kewafatan di kayu salib memiliki aspek ganda yang berkaitan dengan dua perayaan dari tujuh hari raya yaitu Pesakh (Paskah) dan Yom Kippur (Hari Pendamaian).

Berikut ini karakteristik dari perayaan Yom Kippur menurut Barney Kasdan dalam bukunya God’s Appointed Time: A Practical Guide for Undestanding and Celebrating the Biblical Holiday, sbb: Berdasarkan Imamat 16, ritual Yom Kippur berpusat pada persembahan dua korban kambing. Yang satu dinamai dengan Khatat yang akan disembelih sebagai lampang penghapusan dosa Yisrael. Sementara kambing yang satu diberi nama Azazel. Kambing ini tidak disembelih namun dibuang ke hutan dan ditandai kain merah kesumba. Kambing ini sebagai lambang dosa Yisrael yang dibuang. Ritual di atas merupakan ketetapan Tuhan yang agung, yaitu mengenai penebusan dan pengampunan melalui korban pengganti. Karena Rosh ha Shanah dan Yom Kippur berdekatan dalam berjarak sepuluh hari, maka perayaan Yom Kippur menjadi sangat penting. Apa yang telah dimulai pada bulan Tishri sebagai evaluasi diri dan pertobatan maka pada hari kesepuluh digenapi dengan penebusan dan pengampunan. Sejak Bait Suci (Bet ha Miqdash) di Yerusalem hancur pada tahun 70 Ms. Maka muncul kebingungan diantara para rabbi, mengenai bagaimana pelaksanaan korban Yom Kippur yang berpusat di Bait Suci. Pada perkembangannya para rabbi membuat korban pengganti melalui Tseloshah Taw atau “TIGA T” yaitu: Tefilah(doa), Tsedaqah (perbuatan baik, derma) dan Teshuvah (pertobatan).

Wednesday, September 4, 2013

HIDUP MENGHASILKAN BUAH-BUAH PERTOBATAN



Midrash Lukas 3:1-22 (Nats: Luk 3:8)


Ketika kita membaca pernyataan berikut, “Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Tuhan kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun” (Luk 3:1-2), kita hanya mendapatkan latar belakang sosial politik ketika Yohanes melaksanakan tugas mempersiapkan kedatangan Mesias.

Dapatkah kita mendapatkan keterangan mengenai latar belakang munculnya pernyataan dan kotbah Yohanes Pembaptis sbb: “Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Tuhan akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk YHWH, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari YHWH” (Luk 3:3-6).

Pernyataan Yohanes di atas dapat kita telusuri dengan melacak jejak dan latar belakang keagamaan orang Yahudi yaitu Yudaisme yang mengalami perjalanan panjang hingga mencapai bentuk modernya saat ini. Apakah Yudaisme dan mengapa Yudaisme?

Thursday, August 8, 2013

MENJADI KUDUS DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN



Midrash Shabat, 1 Petrus 1:1-25
Nats 1 Petrus 1:15


MAKNA KEKUDUSAN

Berbicara mengenai kekudusan bagi segolongan orang dianggap sebagai sebuah pola hidup yang steril dan ekslusif, baik dalam pergaulan dan hal-hal yang berkaitan dunia sekelilingnya. Ada yang mengartikan kekudusan dengan tidak boleh menggunakan assesoris dan bersolek, ada yang mengartikan kekudusan dengan tidak boleh menonton tayangan ini dan itu. Sementara dilain pihak ada yang mengartikan kekudusan sebagai sebuah konsep ideal yang mustahil untuk dipenuhi oleh manusia yang berdosa. Bagi orang-orang yang ada di wilayah pemikiran sedemikian, mereka mengartikan kekudusan hanyalah sesuatu yang bisa dikerjakan olehYesus Sang Mesias belaka.

Kedua pandangan mengenai kekudusan di atas, mewakili pemahaman ekstrim yang terjadi dalam Kekristenan. Apakah kedua pandangan tersebut firmaniah? Kita akan menyelidiki terlebih dahulu kata “kudus” yang berasal dari bahasa Ibrani “Qadosh” dari akar kata “Qadash” yang artinya “dipisahkan” atau “disendirikan” atau “dikhususkan”.

Dalam Kitab Suci kata “Qadash” muncul dibeberapa tempat dalam pengertian sbb:

Tuesday, August 6, 2013

BOLEHKAH BERCERAI?




Tuhan YHWH telah menetapkan pernikahan sebagai lembaga kudus dimana seorang lelaki dan seorang perempuan memiliki ikatan. Pernikahan bukan sekedar hubungan seksual lelaki dan perempuan melainkan sebuah lembaga spiritual yang ditetapkan Tuhan sebagaimana dikatakan, “al ken ya’azav ish et aviw we et immo wedavaq beishtto lehayu lebasyar ekhad"  (Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging – Kej 2:24).

Namun dalam perjalanan hidup, ternyata pernikahan tidak selalu berjalan dengan baik dan lancar. Ada berbagai persoalan yang dapat merusak kehidupan pernikahan seperti perzinahan, kekerasan fisik dalam keluarga, penelantaran atau pengabaian pemenuhan kebutuhan biologis dan kebutuhan psikis serta ekonomi. Apa yang harus dikerjakan ketika terjadi hal-hal tersebut di atas.

Monday, July 15, 2013

BERPUASA YANG DIKEHENDAKI TUHAN



Yesus bersabda mengenai berpuasa sbb: "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Matius 6:16-18).

Berpuasa adalah bagian dari ibadah Kristen sebagaimana Yesus Sang Mesias memerintahkannya bagi kita. Sabda Yesus mengajarkan pada kita bagaimana puasa yang benar dan berkenan di hadapan YHWH Tuhan dan Bapa Surgawi. Itulah sebabnya dikatakan οταν δε νηστευητε  - hotan de nesteuete - Apabila kamu berpuasa (Mat 6:16) 

Sebelum kita mengupas perihal bagaimana berpuasa yang benar  dan berkenan di hadapan Tuhan, kita akan melihat secara singkat apa yang dimaksudkan dengan berpuasa dan kapan kita harus berpuasa serta manfaat apa yang kita dapatkan dari berpuasa.

Wednesday, June 5, 2013

DEREK YAHWEH




Midrash Shabat: Yeremia 6:1-26
Nats: Yeremia 6:16; 5:4-5, Amsal 2:20

Yeremia pasal 6:1-26 memberikan gambaran perihal kondisi yang akan dialami oleh Bangsa Israel yaitu “malapetaka” (ay 1) dan “hukuman” (ay 6) serta “penyerbuan” dari musuh” (ay 11, Band. Ay 22-26). Apa yang menyebabkan hal-hal di atas? Karena “telinga mereka tidak bersunat dan Firman Tuhan menjadi bahan cemoohan” (ay 10) dan dikatakan “baik nabi maupun umat mengejar untung” (ay 13-15), “tidak mau menempuh jalan orang terdahulu” (ay 16), “tidak memperhatikan para penjaga” (ay 17), “tidak memperhatikan Torah” (ay 19).

Pada ayat 16 dikatakan bahwa orang Israel tidak mau menempuh “jalan orang terdahulu” atau “jalan yang baik”, dimana mereka seharusnya mendapat ketentraman. Apakah jalan yang dimaksudkan itu? Dalam Amsal 2:20 digemakan kembali sbb, “Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar” (Ibr: lema’an telek bederek tovim, wearkhot ha tsadiqim tishmor).

Untuk memahami makna “jalan orang terdahulu” atau “jalan orang baik” atau “jalan orang benar”, maka kita harus membaca terlebih dahulu Yeremia pasal 5:1-5 sbb: “Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu. Sekalipun mereka berkata: "Demi YHWH yang hidup," namun mereka bersumpah palsu. Ya YHWH, tidakkah mata-Mu terarah kepada kebenaran? Engkau memukul mereka, tetapi mereka tidak kesakitan; Engkau meremukkan mereka, tetapi mereka tidak mau menerima hajaran. Mereka mengeraskan kepalanya lebih dari pada batu, dan mereka tidak mau bertobat. Lalu aku berpikir: "Itu hanya orang-orang kecil; mereka adalah orang-orang bodoh, sebab mereka tidak mengetahui jalan YHWH, hukum Tuhan mereka. Baiklah aku pergi kepada orang-orang besar, dan berbicara kepada mereka, sebab merekalah yang mengetahui jalan YHWH, hukum Tuhan mereka." Tetapi mereka pun semuanya telah mematahkan kuk, telah memutuskan tali-tali pengikat”.

Yang dimaksudkan dengan jalan dimana umat israel harus menempuhnya adalah “Jalan YHWH (Yahweh)” atau dalam bahasa Ibrani disebut “Derek YHWH”. Jalan YHWH adalah “jalan Tuhan mereka”. Jalan YHWH adalah aturan main yang telah ditetapkan oleh Tuhan agar umat-Nya mengalami ketentraman dan jika peraturan dan ketetapan ini dilanggar, mereka akan mengalami hukuman.

Mari kita lihat lebih jauh apa itu “Jalan YHWH” atau “Derek YHWH”. Kitab Suci memberikan keterangan sbb:

Tuesday, May 7, 2013

MISKIN NAMUN MEMPERKAYA ORANG LAIN, KAYA FINANSIAL DAN KAYA AKAN KEBAJIKAN

Ketika saya masih sekolah menengah atas di Bandung, saya pernah ingin menyalurkan bakat menulis saya dengan menyerahkan naskah cerpen ke pihak organisasi intra sekolah agar dapat dimuat di mading (majalah dinding). Namun cerpen tersebut dikembalikan pihak pengelola mading dengan alasan isinya terlalu idealis dan mustahil terjadi.