Tuesday, November 6, 2012

A-NOMOS



Matius 7:22-23 mengatakan: “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuan, Tuan (Yun: Kurie, Kurie), bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan (Anomos)!

Mengapa Yesus mengatakan tidak mengenal mereka yang telah melakukan sebagaimana yang Dia perintahkan yaitu mengusir setan, bernubuat dan melakukan penyembuhan? Bukan hanya tidak mengenal melainkan Yesus mengatakan bahwa mereka “pembuat kejahatan?” Karena mereka sekalipun melakukan apa yang diperintahkan namun mereka tidak memiliki hubungan yang benar dengan Yahweh Bapa Surgawi dan Yesus Sang Mesias. Karena mereka tidak memiliki hubungan yang benar maka mereka tidak mengetahui kehendak Bapa dan tidak melakukan kehendak Bapa sebagaimana dikatakan dalam Matius 7:21 sbb: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuan, Tuan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga
Apakah kehendak Bapa di Sorga itu? Untuk menemukan apa kehendak Bapa dalam konteks ayat ini, kita kembali kepada kata “pembuat kejahatan” yang merupakan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia. Kata ini dalam bahasa Yunaninya dipergunakan kata ανομιαν (Anomian) dari kata A-NOMOS.

Kata NOMOS dalam Septuaginta (TaNaKh atau lazim disebut sebagai Kitab Perjanjian lama terjemahan bahasa Yunani) dipergunakan untuk menerjemahkan kata TORAH. Kata Yunani NOMOS dapat menunjuk pada Torah dan hukum pada umumnya atau hukum rohani. Baik Kitab PL dan PB menggunakan istilah NOMOS dalam pengertian tersebut.


Taurat (nomos) YHWH itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan YHWH itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” (Mzm 19:7)

dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung YHWH, ke rumah Tuhan Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran (Torah) dan firman YHWH dari Yerusalem." (Yes 2:3)

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Torah (nomon) atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5:17)

Bukankah Musa yang telah memberikan Torah (nomon) kepadamu? Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?" (Yoh 7:19)

Mendengar itu mereka memuliakan Tuhan. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara Torah” (nomou, Kis 21:20)

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh Torah (nomos) dan kitab para nabi” (Mat 7:12)

Kita tahu bahwa Torah (nomos) itu baik kalau tepat digunakan” (1 Tim 1:8)

“...kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum (nomos) yang menentang hal-hal itu” (Gal 5:23)

Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Tuhan karena ia tidak takluk kepada hukum Tuhan (nomou); hal ini memang tidak mungkin baginya” (Rm 8:7)

Kata Yunani ANOMOS dapat menunjuk pada pelanggaran terhadap Torah dan hukum pada umumnya atau hukum rohani. Baik Kitab PL dan PB menggunakan istilah NOMOS dalam pengertian tersebut.

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"(anomian, Mat 7:23)

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Tuhan (anomian), sebab dosa ialah pelanggaran hukum Tuhan” (1 Yoh 3:4)

 “Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan (anomian); sebab itu Tuhan, Tuhan-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu." (Ibr 1:9)

Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan (anomian) yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan” (Rm 6:19)

Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan (anomian), maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Mat 24:12)

Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan (anomian) dari dalam Kerajaan-Nya” (Mat 13:41)


Dari pengkajian atas kata ANOMOS, maka istilah ini dapat diterjemahkan dengan “mengabaikan Torah”, “mengabaikan Ajaran”, “mengabaikan Syariat” atau “hidup tanpa syariat”.


       20
 
The Scriptures menerjemahkan sbb: “And then I shall declare to them, ‘I never knew you, depart from Me, you who work lawlessness![1] Dan Restoration Scriptures menerjemahkan sbb: “And then I will profes to them, I never knew you; depart from Me, you that work Torah-less-ness[2]. Lawlessness artinya “mengabaikan hukum” atau “tanpa hukum”. Torahlessness artinya “mengabaikan Torah” atau “tanpa Torah”.

Mengapa Torah? Karena Torah adalah kehendak Tuhan. Torah diberikan oleh Tuhan Yahweh sebagai panduan untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. Yesus bersabda demikian, "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Torah atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari Torah, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Torah sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah Torah, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga” (Mat 5:17-19).

Mengapa Torah? Karena Torah membedakan mana yang tahor (bersih) dan mana yang tame (kotor). Yekhezkiel 22:26 mengatakan, “Imam-imamnya memperkosa Torah-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka”.

Rasul Paul mengatakan, “Kita tahu bahwa Torah itu baik kalau tepat digunakan, yakni dengan keinsafan bahwa Torah itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat yang berdasarkan Injil dari (Tuhan) yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku” (1 Tim 1:8-10).

Mengapa Torah? Karena Torah adalah pedoman setelah kita menerima keselamatan di dalam Yesus Sang Mesias sebagaimana dikatakan,  Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati. Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ. Paulus memberi salam kepada mereka, lalu menceriterakan dengan terperinci apa yang dilakukan Tuhan di antara bangsa-bangsa lain oleh pelayanannya. Mendengar itu mereka memuliakan Tuhan. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara Torah”(Kis 21:17-20).

Mengapa Torah? Karena Torah membuat kita pandai dan bijaksana sebagaimana dikatakan, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu” (Mzm 119:97-100)

Marilah kita menjauhkan diri kita dari sikap-sikap A-Nomos yaitu hidup yang melawan Torah, mengabaikan Torah, tanpa Torah, melanggar hukum, fasik, durhaka, tidak memiliki syariat. Sebaliknya jadilah orang yang hidup dalam aturan, syariat, Torah karena itulah tanda orang yang mengenal Tuhan Yahweh dan melakukan kehendaknya.




[1] Scriptures, The Institute for Scripture Research, 2000
[2] Restoration Scriptures, True Name Edition, Your Arms to Yisrael Publishing 2005

No comments:

Post a Comment