Thursday, September 28, 2017

RAPTURE DAN TRIBULASI SERTA KEWASPADAAN MENYONGSONG KEDATANGAN YESUS SANG MESIAS YANG KEDUA


Rapture (Pengangkatan)

Frasa, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Tuhan berbunyi, maka Tuan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Mesias akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuan” (1 Tes 4:16-17) kerap dihubungkan dengan istilah Rapture (pengangkatan) di dalam tafsir denominasi tertentu dalam kekristenan. 


Selain istilah Rapture adalah Millenium (kerajaan 100 tahun) dan Tribulation (kesusahan besar). Ketiga istilah tersebut masuk dalam kajian ilmu Teologi yaitu Eskatologi (pengetahuan perihal akhir zaman). Di kalangan Kristen terdapat multitafsir perihal kapan terjadinya Kerajaan 1000 Tahun (Millenium) sehingga terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: Amillenial (tidak percaya adanya Kerajaan 100 Tahun secara literal melainkan simbolik), Postmillenial (Kerajaan 1000 Tahun sudah dan sedang terjadi sampai saat ini), Premillenial (Kerajaan 1000 Tahun baru akan terjadi setelah kedatangan Yesus kedua kali). 

Adapun kelompok Premillenial terbagi menjadi tiga posisi yaitu: Pre-Tribulation Rapture (pengangkatan terjadi sebelum Kesusahan Besar), Mid-Tribulation Rapture (pengangkatan terjadi di tengah-tengah Kesusahan Besar), Post-Tribulation Rapture (pengangkatan terjadi setelah Kesusahan Besar). 

Yang menjadi persoalan adalah istilah Rapture hanya tertulis 1 kali (1 Tes 4:16-17) dan tidak pernah disinggung dalam Kitab Wahyu yang berbicara secara spesifik perihal peristiwa Akhir Zaman. Persoalan lainnya adalah kesulitan menjelaskan secara masuk akal perihal tafsir bahwa nantinya orang-orang Kristen yang taat tiba-tiba akan lenyap dari kendaraannya, rumahnya, kantornya, sekolahnya dll karena diangkat ke udara. 

Bayangnya jika seorang Kristen mengendarai motor atau mobil tiba-tiba hilang, apa yang terjadi di jalan raya? Apakah Tuhan akan membiarkan terjadinya kekacauan masal dikarenakan peristiwa pengangkatan? Tribulation, Millenium, Rapture adalah peristiwa masa depan yang akan terjadi namun Kitab Suci tidak memberikan detail dan kronologi kapan dan bagaimana itu terjadi. 

Namun jika Rapture ditandai dengan peniupan sangkakala (1 Tes 4:16), maka bisa jadi ini adalah penanda akhir zaman dimana segala sesuatu di dunia kemudian lenyap serentak karena kemudian orang-orang mati dibangkitkan.

Masa Tribulasi (Kesusahan Besar) 23 September 2017?

Dalam sebuah artikel di internet berjudul, Tanda Besar di Langit: Perempuan dan Naga | 23 September 2017 penulisnya dengan mengutip dari situs internet di luar negeri memaparkan ramalan perihal kesusahan besar di tahun 2017 sbb, “Tanda Wahyu 12 ini melibatkan 12 suku-suku Israel, yakni bangsa Yahudi lahiriah sekarang ini. Menurut website Stellarium (www.stellarium.org), tanda ini akan muncul di langit malam, di atas Yerusalem, pada hari Sabtu, 23 September 2017....Tanda Wahyu 12 digenapi dalam ayat 5 sesudah Anak laki-laki ini dilahirkan, dan demikian juga dua minggu sesudah Yupiter keluar dari rahim Virgo, ia bergerak turun melalui “saluran kelahiran” dan tanda besar ini lengkap terbentuk di langit. Bisa dikatakan bahwa perempuan ini mengalami sakit bersalin selama dua minggu sementara bayi itu bergerak keluar dari rahim dan melewati saluran kelahiran. Perlu diingat, masa “Tribulasi” atau “Kesusahan Besar” juga memiliki arti “sakit bersalin“ (https://harituhan.wordpress.com/2017/02/09/tanda-besar-di-langit-perempuan-dan-naga-23-september-2017/).  

Sebelumnya pada ahun 2011 lalu beredar brosur dengan judul, Akhir Dunia 21 Oktober 2011 di kalangan jemaat Kristen. Rupanya selebaran ini adalah hasil terjemahan dan tidak ada nama penulis dan alamat pembuat selebaran kecuali alamat darimana tulisan berbahasa Inggris ini bermula yaitu di Sharon Hill, Amerika Serikat. 

Bahkan tahun 2012 kita pernah dihebohkan dengan ramalan bangsa Maya kuno yang dipublikasikan secara masif di Historia channel. Bahkan ramalan tersebut mencapai puncak dengan diangkat ke layar lebar dengan judul 2012. Paska tayangan film tersebut justru memicu gejolak frustasi dan paranoia massa di beberapa negara hingga berujung mengakhiri nyawanya dengan bunuh diri. 

Dalam uraian panjangnya perihal tanda-tanda akhir zaman, Yesus Sang Mesias menutup penjelasannya dengan mengatakan: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." (Mat 24:36). 

Jika Yesus saja berkata tidak mengetahui melainkan hanya Bapa sendiri, lalu mengapa para peramal dan nabi-nabi palsu telah bertindak melebihi pengetahuan dari Yeshua Sang Mesias? Siapapun mengatasnamakan dibimbing Roh Kudus namun melampaui apa yang disabdakan Yesus perihal akhir zaman, sesungguhnya mengambil jalan bid’ah.

Berjaga-Jaga Menyongsong Kedatangan-Nya

Ir. Herlianto, MTh. Dalam bukunya Akhir Zaman Kapan Akan Terjadi? Menjelaskan sbb: “Sejarah telah mencatat bahwa sejak abad pertama sudah banyak perhitungan-perhitungan yang dilakukan umat untuk menentukan waktu akhir zaman dan kedatangan Yesus kedua kali, tetapi ramalan-ramalan mengenai akhir zaman itu memuncak dengan timbulnya ajaran-ajaran bidat yang mulai banyak bermunculan pada abad ke-19 sehingga dapat disimpulkan bahwa ‘salah satu ciri kegiatan bidat adalah kepastiannya dalam menghitung waktu akhir zaman’, padahal justru hal ini dilarang oleh Tuhan untuk dilakukn manusia!”(Yayasan Kalam Hidup, hal 23). 

William Miller seorang pendiri gereja Advent meramalkan bahwa akhir dunia akan terjadi pada tahun 1874. Charles Taze Russel pendiri Saksi Yehuwa meramalkan bahwa kedatangan Yesus kedua kali untuk menghakimi akan terjadi pada tahun 1914. Hadi Wiryono dalam sebuah artikel berjudul Saat Pengangkatan Sudah di Ambang Pintu meramalkan bahwa tahun 1992 adalah peristiwa pengangkatan Gereja Tuhan. 

Dalil yang dipergunakan adalah umur bumi sejak penciptaan adalah 4000 tahun dan bumi akan berakhir pada hari yang keenam atau tahun yang keenam ribu. Semua perhitungan dan kalkulasi telah dipublikasikan dan disebarluaskan oleh para tokoh keagamaan sejak zaman lampu sampai hari ini. 

Kita masih ingat kasus Sekte Pondok Nabi pimpinan Pdt Mangapin Sibuea yang menyatakan bahwa Tanggal 10 November 2003 Yeshua Sang Mesias akan datang untuk kedua kalinya. Ketika tanggal yang dimaksud berlalu tidak seperti yang diramalkan, maka Pdt. Mangapin Sibuea ditangkp dan 300 anak buahnya terlantar serta ditampung di Gereja Bethel Tabernakel Bandung.   

Sebelumnya kita pun dibingungkan dengan ramalan Bangsa Maya kuno di Meksiko yang menyatakan bahwa zaman akan berakhir di tahun 2012. Dan terakhir yang kita dengar hari ini adalah ramalan bahwa Tgl 21 Mei 2011 dan Tgl 21 Oktober 2011 sebagai angka-angka penting terkait penghakiman dan kiamat. 

Sikap yang benar dalam menyikapi guncangan sosial politik dan ekonomi serta peristiwa akhir zaman adalah bukanlah menghitung harinya dan menunggu melainkan berwaspada dan berjaga (Mat 24:42-44) serta bekerja sesuai tugasnya masing-masing sebagaimana disabdakan, “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” (Mat 24:46).

No comments:

Post a Comment