Thursday, July 6, 2023

MAKANAN UNTUK 40 HARI 40 MALAM

Sumber foto: churchofjesuschrist.org

Peristiwa di Gunung Karmel di mana nabi Elia berhadapan dengan 450 nabi Baal yang mengabdi pada pemerintahan Raja Ahab, Raja Israel Utara (Samaria) dalam suatu demonstrasi kuasa antara Tuhan yang disembah Elia dan Tuhan yang disembah para Nabi Baal (1 Raj 18:20-46), menimbulkan guncangan bagi kedua belah pihak.

Bagi Ahab, kejadian di mana para nabi Baal dieksekusi oleh Elia karena tidak mampu membuktikan kuasa tuhannya saat Elia membuat peraturan bahwa barangsiapa Tuhan yang menyambar persembahan hewan yang ditaruh pada kayu yang dibasahi air, membuat malu sekaligus menimbulkan amarah. Izebel, istri Ahab yang dominan dan berpengaruh terhadap kehidupan Ahab merencanakan pembunuhan terhadap Elia.

Di sisi lain, Elia pun mengalami ketakutan dan harus melarikan diri sampai ke Bersyeba dan terus memasuki padang gurun untuk bersembunyi dan menghindari kejaran tentara suruhan Ahab dan Izebel. "Cukuplah itu! Sekarang, ya YHWH, ambillah nyawaku sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku”, demikian seru Elia kepada Tuhannya.

Dalam ketakutan dan kelelahannya, Elia terbaring di bawah pohon Arar. Namun malaikat Tuhan membangunkan Elia dan memintanya meminum air dari kendi dan roti bakar. Setelah Elia terbangun dan memakannya kemudia dia tertidur kembali.

Malaikat membangunkannya kembali dan mengingatkan Elia untuk makan dan minum karena perjalanan yang dia tempuh masih jauh yaitu ke Gunung Horeb, yaitu gunung di mana Musa menerima Sepuluh Perintah. Gunung Horeb ini memiliki nama lain Gunung Sinai dan Gunung Tuhan.

Ajaibnya, setelah makan roti bakar dan meminum air di kendi yang disediakan malaikat Tuhan, Elia dikatakan, וילך בכח האכילה ההיא ארבעים יום וארבעים לילה עד הר האלהים חרב - wayelek bekoakh haakilah hahi arbaim yom we arbaim laylah ‘ad har ha Elohim Khoreb (oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam – 1 Raj 19:8). Wow!

Terlepas adanya perdebatan diantara arkeolog dan teolog di mana lokasi Gunung Horeb atau Gunung Sinai namun di masa kini jarak tempuh antara Israel ke Mesir dengan jarak 613 km bisa ditempuh antara 40 menit sampai 1 jam dengan pesawat. Demikian pula jarak antara Israel ke Arab Saudi dengan jarak tempuh 1.284 km bisa dicapai oleh pesawat dengan hitungan 1-2 jam. Namun pada masa Elia hidup, di mana belum ada moda transportasi udara, maka perjalanan bisa memakan waktu 1 bulan lamanya.

Ajaibnya, roti yang dimakan Elia mampu membuatnya dapat menempuh perjalanan tanpa lapar hingga sampai di Gunung Horeb atau Gunung Sinai guna mendapatkan tugas baru yang mengharuskanya  לך שׁוב לדרכך - lek, suv ledarkeka (Pergilah, kembalilah ke jalanmu – 1 Raj 19:15) yaitu kembali ke Israel. Roti apakah gerangan sehingga mendatangkan kekuatan luar biasa semacam itu?

Baiklah kita tidak akan membahas perihal khasiat roti bakar yang diberikan malaikat kepada Elia, karena sudah barang tentu itu bukan roti biasa karena mendapatkan sentuhan keilahian sehingga mendatangkan kuasa dan kekuatan untuk stamina perjalanan Elia.

Namun kita akan belajar mengenai kekuatan yang diperlukan oleh kita sebagai anak-anak Tuhan dalam sebuah perziarahan iman selama hidup di dunia. Ya, selama kita diberikan kesempatan dalam menjalani kehidupan dalam waktu yang terbatas ini, sesungguhnya kita menjadi orang yang melakukan perziarahan iman.

Dalam perziarahan iman selama hidup di dunia ini kita membutuhkan kekuatan yang membuat stamina mental dan stamina spiritual kita agar tetap terjaga. Kehidupan tidak selalu berisi yang baik dan menguntungkan serta membahagiakan. Ada kalanya sesuatu yang buruk, menyedihkan serta mengguncang kejiwaan.

Riak ombak dan gemuruh topan dalam kehidupan bisa membuat perziarahan iman kita diuji apakah mampu menghadapinya dengan ketabahan atau sebaliknya karam dalam perjalanan.

Kita membutuhkan makanan untuk jiwa dan roh kita selain makanan untuk tubuh kita. Yesus Sang Mesias dan Anak Tuhan serta Junjungan Agung kita Yang Ilahi bersabda:

”Akulah roti hidup εγω ειμι ο αρτος της ζωης - Ego eimi ho artos tes zoes); barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35)

“Rohlah yang memberi hidup (το πνευμα εστιν το ζωοποιουν - To pneuma estin to zopoioun), daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yoh 6:63)

Dengan senantiasa mengasup sabda Tuhan yang kita baca dan dengar serta renungkan maka kita telah mengisi jiwa dan roh kita dengan makanan yang mampu membuat kita bertahan bukan hanya untuk 40 hari 40 malam namun selama perziarahan iman yang pada akhirnya nanti sampai di dermaga tujuan ada waktu yang telah ditetapkan untuk masing-masing orang beriman.

Jika air teh dalam sebuah gelas dapat berubah warna dan isi jika kita tuang air putih terus menerus, demikianlah sabda Tuhan YHWH di dalam Yesus Sang Putra dan Juruslamat kita mampu membuang segala yang negatif dan kotor menjadi positif dan bersih serta menimbulkan kekuatan dalam menjalani kehidupan

No comments:

Post a Comment