Saat
sebuah krisis melanda (sosial, ekonomi, politik) akan melahirkan fenomena
pelarian diri. Agama kerap menjadi pelarian diri yang paling banyak dituju
(sekalipun dibelahan Amerika dan Eropa, agama hanya tinggal nama). Para
pengkotbah mulai menghubung-hubungkan krisis dengan akhir zaman (yang terbaru
adalah fenomena bulan darah dan tahun shemitah sebagaimana lazimnya perilaku
beragama ini telah dilakukan pada krisis-krisis sebelumnya).
John Naisbit dan Patricia Aburdene seorang Futurolog (sekalipun sempat meleset memprediksikan perihal kebangkitan Asia pada milenium ke-3 dan sebaliknya tahun 1997 justru Asia mengalami krisis ekonomi) telah memprediksikan gejala paranoia agama tersebut pada tahun 80-an melalui bukunya, "Megatrends 2000: Sepuluh Arah Baru Untuk Tahun 1990-an” sbb: " Sementara kita mendekati tahun 2000, hal itu terjadi lagi. Ketika orang percaya 'waktunya sudah tiba' mereka secara khas berkerumun dalam kelompok-kelompok kecil di sekeliling pemimpin yang penuh semangat dan eksentrik. Menggemakan gerakan masa lalu, jutaan orang dewasa ini tertarik ke ujung yang tidak ortodox dari spektrum agama: Dari penyalur Abad Baru hingga karismatik 'berbahasa lidah' hingga pendeta TV yang rentan skandal" (1990:255).






