Saat Natal tiba, salah satu lagu yang kerap dinyanyikan
untuk merayakan kembali peristiwa Kristologis adalah Hai Mari Berhimpun (Kidung Jemaat 109). Dalam salah satu baitnya berbunyi demikian (kata "Allah" saya ganti menjadi "Tuhan"):
Saturday, September 21, 2019
AGUNGLAH RAHASIA IBADAH KITA: DIA YANG MENJADI MANUSIA
Ada sebuah lagu dalam Kidung Jemaat yang kurang familiar
dinyanyikan dan tidak ada yang menyanyikan dalam bahasa Indonesia di channel
You Tube selain alunan instrumen piano. Lagu ini berjudul, Sebelum Semua Jadi
(Kidung Jemaat 136). Berikut penggalan baitnya:
Thursday, September 12, 2019
TIDAK MEMINTA KEPUTUSAN TUHAN
Setelah kehancuran
Yerikho dan Ai, orang Hewi di Gibeon mengirimkan utusan untuk menipu Yosua dan
orang Israel agar membuat perjanjian damai dengan mereka yang berpura-pura
datang dari negara jauh.
Friday, August 30, 2019
DUA PENYAMUN DI SAMPING YESUS DAN DUA SIKAP TERHADAP PERISTIWA SALIB
Saat Yesus tergantung
di kayu salib untuk menjalani eksekusi hukum Romawi atas desakan dan tuduhan
para imam Yahudi, suasana pada saat itu digambarkan, “Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin
mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia
menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih
Tuhan” (Luk 23:35).
Saturday, August 24, 2019
MENGAPA YESUS MENGECAM ORANG FARISI DAN AHLI TORAH?
Jika kita membaca narasi
Matius 23:1-39, sebanyak delapan kali Yesus mengatakan “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi” (Mat
23:13-16, 23,25,27,29). Mengapa Yeshua mengecam demikian? Apakah Yesus sedang
memposisikan bahwa diri-Nya hendak meniadakan Torah? Apakah Yesus hendak
mengatakan bahwa Torah adalah sebuah kuk perhambaan yang bertentangan dengan
diri-Nya?
PARADOX SALIB: KEBODOHAN SEKALIGUS KEKUATAN
Jika kita memasuki rumah
seseorang, mungkin kita akan menemui sejumlah simbol-simbol keagamaan yang
bersifat visible (terlihat) dan
terpampang di dinding atau diletakkan di atas meja. Jika kita melihat lambang
“bulan sabit dan bintang” atau kaligrafi berbahasa Arab yang berisikan
“sahadat”, maka tahulah kita bahwa pemilik rumah adalah seorang Muslim.
Demikian pula jika kita memasuki rumah seseorang lalu ada patung “Siwa” atau
“Ganesha” atau lambang huruf “AUM”, maka
pemiliknya adalah seorang beragama Hindu. Jika ada simbol “swastika” dan patung
“Sidharta Gautama”, maka pemiliknya mestilah seorang beragama Budha. Demikianlah
jika kita memasuki rumah, lantas melihat lambang “salib” atau lukisan “Yeshua
membopong domba” serta “Perjamuan Malam” karya Leonardo Da Vinci, maka kita
dapat meyakini bahwa pemilik rumah adalah seorang Kristiani.
Wednesday, July 24, 2019
SATU "THEOS" DAN SATU "KURIOS"
Beberapa waktu cukup
ramai di media sosial berbagai tanggapan terhadap kotbah viral seorang pendeta
yang menjelaskan bahwa Yesus bukan Theos.
Beramai-ramai orang memberikan tanggapan teologis maupun hujatan penuh
emosional. Jauh sebelum ada perdebatan demikian, saya telah menuliskan artikel
di tahun 2013 dengan judul, Haruskah Gelar
Kurios (Adon) Bagi Yesus Diterjemahkan Tuhan?(https://pijarpemikiran.blogspot.com/2014/04/haruskah-gelar-kurios-adon-bagi-yesus.html)
Subscribe to:
Posts (Atom)






