Thursday, April 26, 2018

ADAB MEMBAGI WARISAN


Kekristenan kerap dituding tidak memiliki syariat atau aturan, baik aturan ibadah, aturan kehidupan keseharian mulai dari kelahiran hingga kematian bahkan pembagian warisan.
Tudingan ini tidak sepenuhnya keliru karena masih banyak orang-orang Kristen yang beranggapan bahwa kekristenan bukan agama dengan seperangkat peraturan melainkan hubungan pribadi dengan Tuhan. Dibalik pemahaman yang terlihat mulia ini justru bukan didasarkan pemahaman yang benar tentang iman kristen.

Friday, March 30, 2018

YANG SULUNG BANGKIT DARI KEMATIAN


Iman Kristen dilandaskan pada kebangkitan Yesus Sang Mesias dari alam maut. Jika Yesus Sang Mesias tidak bangkit maka sia-sialah iman Kristen. Rasul Paul berkata: “Tetapi andaikata Mesias tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1 Kor 15:14). Ayat ini menegaskan pada kita bahwa kebangkitan Yesus dari alam maut adalah kemutlakan. 

Wednesday, March 28, 2018

MEMAHAMI LATAR BELAKANG IBRANI PERJAMUAN MALAM (LAST SUPPER) YAITU SEDER PESAKH


Yesus wafat di kayu salib, terkubur di rahim bumi tiga hari serta bangkit pada hari ketiga adalah fakta historis yang tertulis dalam keempat Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Namun Kekristenan memiliki keragaman penghayatan bagaimana mengingat dan mengenang kembali peristiwa-peristiwa historis teologis tersebut.

Wednesday, March 14, 2018

SHOW MUST GO ON


Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh. 

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. 

TUHAN BERKUASA MENGUBAH SAAT DAN WAKTU


Pada 106 tahun yang lalu, para pejuang nasionalis di Tiongkok mendeklarasikan berdirinya negara republik. Setelah 2.000 tahun diperintah para raja, Tiongkok bukan lagi berbentuk kekaisaran melainkan menjadi negara Republik China. 

Menurut sejarawan Edward J. M. Rhoads dalam bukunya, Manchus & Han: Ethnic Relations and Political Power in Late Qing and Early Republican China, 1861-1928, peristiwa itu dikenal dengan Revolusi Xinhai (Hsinhai), yang juga populer disebut Revolusi 1911 atau Revolusi China. 

KETAMAKKAN BERUJUNG KEHILANGAN


Dalam sebuah film berjudul House of Sand and Fog (2003) yang diangkat dari novel laris karya Andre Dubus III bercerita tentang Kathy Nicolo (Connelly), seorang wanita muda yang diwariskan sebuah rumah cantik sederhana di tepi laut oleh mendiang ayahnya.

Setelah ditinggal suaminya yang tak menginginkan kehadiran buah hati dalam penikahan mereka, Kathy mengalami depresi berat, sehingga ia tak memerhatikan urusan-urusan lain, termasuk pajak bisnis yang harus dibayarkannya selama beberapa bulan. 

PENYEBARAN BUDAYA HOAX DI MASYARAKAT


Dalam kolom Opini-nya, Majalah Tempo membuka dengan pernyataan, “Annus horribilis. Ini tahun yang mengerikan dalam hal penyebaran kabar sesat. Pemerintah perlu sunguh-sungguh menanggapi hal itu karena daya rusak kabar palsu ini semakin merisaukan. Prasangka, hasutan, kebencian, ketidakpercayaan, meluas masuk ke ruang-ruang privat. Informasi sesat berseliweran di berbagai media sosial” (Tempo, 2-8 Januari 2007, hal 25). 

Mengapa kita menyukai hoax atau kabar bohong? Riset yang dilakukan oleh Robert Feldman, psikolog dari University of Massachusetts menunjukkan bahwa kebohongan memiliki keterkaitan dengan kepercayaan diri. Saat kepercayaan diri kita terancam seseorang akan dengan mudah berbohong. Riset Feldman ini dimuat dalam Journal of Basic and Applied Psychology