Kehidupan, selalu terdiri dari tiga rentangan
waktu yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan. Beberapa orang berpengaruh
kerap mengutip adagium ini, “Yesterday is
history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it
the present” (Kemarin adalah sejarah dan masa depan adalah misteri. Hari
ini adalah karunia Tuhan, itulah sebabnya kita menyebutnya hari ini). Masa
depan, selalu menimbulkan keingintahuan.
Wednesday, December 25, 2019
Tuesday, December 24, 2019
GEMBALA JIWA KITA
Kita tentu pernah mendengar lirik lagu pujian sbb: “Tak pernah Tuhan janji/ Hidupku takkan
berduri/ Tak pernah Dia janji lautan tenang/Tetapi Dia berjanji kan selalu
sertaku/ Dan menuntun jalan hidupku slalu/ Janji-Nya Dia atur langkahku/
Janji-Nya Dia pegang tanganku……….dst.
CHARAN MEGALEN (KESUKAAN BESAR)
Peristiwa kelahiran
Yesus sebagaimana dilaporkan dalam Lukas 2:1-20 masih menjadi topik perdebatan
tiada habisnya di antara umat Kristiani. Apa yang diperdebatkan? Frasa, “Hari ini telah lahir bagimu Juruslamat” (Luk
2:11) terus menerus diperdebatkan.
Saturday, December 21, 2019
KETIKA ANAK-ANAK KITA BERUBAH
Kahlil Gibran, seorang penyair terkemuka dari Libanon dan seorang Kristen Moronit, dalam masterpiecenya yang berjudul The Prophet (Sang Nabi) yaitu kumpulan puisi-puisi terbaiknya menuliskan puisinya tentang anak sbb:
Thursday, December 5, 2019
KETABAHAN DAN KEARIFAN YUSUF
Pernyataan Yusuf diakhir riwayat yang dikisahkan dalam
Kitab Kejadian yaitu, “Memang kamu telah
mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Tuhan telah mereka-rekakannya
untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini,
yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kej 50:20) merefleksikan
tiga hal sbb:
KASIH MENJADI DINGIN
Ujaran
kebencian, fitnah, dusta, hoax,
kemarahan yang diartikulasikan melalui media sosial kerap dan semakin
menjadi-jadi hari ini. Kita bisa melihat dan menemukan disetiap status Facebook seseorang pernyataan-pernyataan
provokatif, ajakkan melakukan kekerasan, ujaran kebencian.
JANGAN MENYEBUT "KAFIR" DAN "JAHIL?"
Kata
“kafir” dan “jahil” dalam Matius 5:22 dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) sesungguhnya “jauh panggang dari
api” alias tidak tepat sama sekali dengan teks aslinya yang berbunyi “Raka”
(bahasa Aramaik) yang artinya “isi kepala kosong” dan “Moore” (bahasa Yunani)
yang artinya, “kebodohan”.
Subscribe to:
Posts (Atom)






