Friday, February 24, 2017

RAJA DI ATAS SEGALA RAJA, TUAN DI ATAS SEGALA TUAN



Melalui apa yang dilihat dan ditulis oleh Yohanes dalam penglihatan Ilahi (visium) ada tiga hal penting yang dapat kita telaah yaitu: Pertama, siapa sosok penunggang kuda putih tersebut? Melihat dari julukannya, “Yang Setia dan Yang Benar” (Why 19:11) dan “Firman Tuhan” (Why 19:13) kita dapat memastikan bahwa sosok penunggang kuda putih ini adalah Yesus Sang Mesias dan Anak Tuhan karena hakikat Yesus adalah Sang Firman yang menjadi manusia (Yoh 1:14) dan Firman Yang Hidup (1 Yoh 1:1-3).

Kedua, wujud dan kemuliaan Yesus dalam Keilahian/Ketuhanan berbeda dengan wujud kemanusiaan-Nya. Jika dalam kemanusiaan-Nya
Yesus memberikan diri-Nya mengalami penganiayaan dan penyiksaan hingga berakhir dalam kematian di kayu salib maka dalam kemuliaan-Nya, Yesus tampil dalam kewibawaan dan kemuliaan yang digambarkan oleh Yohanes, “mata-Nya bagaikan nyala api”, “di atas kepalanya banyak mahkota” (Why 19:12), “keluar pedang tajam dari mulut-Nya”, “menggembalakan dengan gada besi” (Why 19:15). Gambaran yang sama pernah disaksikan sebelumnya oleh Yohanes (Why 1:12-16).

Ketiga, julukan
Yesus sebagai “Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan”. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tidak konsisten menerjemahkan kata Yunani Kurios bagi Yeshua yang dihampir keseluruhan Kitab Perjanjian Baru diterjemahkan Tuhan namun di beberapa tempat diterjemahkan Tuan (Band. Kol 3:24, Why 17:14).

Tanpa bermaksud menyangkal hakikat Keilahian/Ketuhanan
Yesus sebagai perwujudan Sang Firman (Yoh 1:14, 1 Yoh 1:1-3), gelar/julukan/sebutan Kurios seharusnya memang diterjemahkan Tuan atau Junjungan Agung, karena baik raja, majikan, pemilik tanah pun disebut Kurios (Luk 19:33, Mat 6:24, Kis 25:26). Perbedaannya saat kita menyebut Yesus dengan Tuan/Junjungan Agung adalah dia lebih dari sekedar Tuan biasa melainkan di atas segala tuan (Why 17:14;19:16).

Selanjutnya merujuk pada nubuatan Mesianis pada Mazmur 110:1, “Demikianlah firman YHWH (Adonai) kepada tuanku (Adoni): Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu”. Menyapa-Nya dengan sebutan Adon/Kurios/Tuan/Junjungan maka kita telah menegaskan status dan kedudukkan Yesus sebagai Mesias yang telah dinubuatkan dalam Mazmur 110:1.

2 comments:

  1. Kalau begitu Maria/Miryam seharusnya disebut ibu Mesias bukan ibu Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya...Christotokos (yang melahirkan Mesias) bukan Theotokos (yang melahirkan Tuhan)

      Delete