Selasa, 22 Agustus 2017

APAKAH JEMAAT PERDANA MENGGANTIKAN SABAT MENJADI MINGGU?


Kalimat, "Pada hari pertama minggu itu,...". mengesankan bahwa sakramen Perjamuan Kudus dilaksanakan tiap-tiap hari minggu sebagaimana lazim dilakukan di beberapa denominasi gereja tertentu. 

Mari kita baca secara utuh teks dan kontek narasi Kisah Rasul 20 dengan seksama agar kita mendapatkan gambaran apa yang sebenarnya dilakukan oleh Rasul Paul pada saat itu. Dalam naskah Yunani dituliskan, "en de te mia ton sabbaton sunegmenon hemon klasai arton Paulos dielegeto hautois". Menariknya, dalam naskah Yunani tertulisn kata sabat, namun hilang dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia

Frasa "en de te mia ton sabbaton..” selayaknya diterjemahkan “Pada hari pertama usai Sabat itu…”. Frasa "en de te mia ton sabbaton..”  menurut DR. David Stern, menunjuk pada “motsaei shabat” atau “Departure of the Shabat” (Sabat yang sebentar hendak berlalu - Jewish New Testament Commentary, JNTP, 1992, p.299). 

Dalam Ortodox Jewish Brit Chadasha, diterjemahkan: “And on Yom Rishon, when we met for a firen tish (it was Motzoei Shabbos when there was a Melaveh Malkeh communal meal), Rav Sha'ul was saying a shiur to them, since he would have to depart early the next day and was having to extend the message until chatzot halailah”. Maka pertemuan yang diadakan Paul sebenarnya dalam rangka penutupan Sabat  yang diakhiri pukul 19.00. Sebelumnya telah dimulai suatu pertemuan. Lalu dilanjutkan sampai malam. Ini bukan pertemuan istimewa yang menggantikan Sabat sebagaimana anggapan Kekristenan pada umumnya. 

DR. David Stern melanjutkan memberi komentar,"Pertemuan Sabtu malam akan melanjutkan semangat sabat yang berorientasi pada Tuhan, daripada membirkan orang-orang beriman mengalihkan perhatian mereka dari berbagai hal mengenai kerja, seperti yang akan terjadi pada Minggu malam”(Ibid). 

Konteks Kisah Rasul 20:7 membicarakan mengenai persinggahan Paul dari kegiatan pelayanan di Makedonia, Siria, Filipi dan Troas (Kis 20:1-6). Usai ibadah Sabat di Troas, Paul berbincang-bincang sampai larut malam, sebelum keesokkan harinya berangkat ke Asos, Metilene, Khios, Miletus, Efesus, sebelum kembali ke Yerusalem (Kis 20:13-16). Kata dielegeto yang dihubungkan dengan ucapan Paul bukan berkategori kotbah namun setara dengan “berdiskusi”, “berdebat”, “berbicara” (Mrk 9:34, Kis 17:2, Kis 17:17).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar