Selasa, 22 Agustus 2017

APAKAH YESUS SANG MESIAS MEMBATALKAN SABAT?


Jika Sabat adalah hari mulia dan diberkati dimana Yesus dan para rasul-Nya memelihara hari sabat sebagai hari peribadatan, lalu mengapa kita mendapati dalam Yohanes 5:18 pernyataan, “dia meniadakan hari Sabat?”. 

Kita lihat secara utuh baik teks maupun konteks perikop agar narasi ini dapat dipahami secara utuh. Narasi Yohanes 5:1-18, mengisahkan bahwa Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh selama tiga puluh delapan taahun saat berada di kolam Betesda pada hari Sabat (Yoh 5:5-9). 

Orang Yahudi marah karena Yesus menyembuhkan orang di hari Sabat (Yoh 5:16). Namun komentar Yohanes yang disalin dalam teks Yunani berbunyi, "...luen ton sabbaton", banyak diartikan, "dia meniadakan Sabat". Kata Luo memiliki beragam makna sbb : “membuka” (Mk 1:7), “dilepaskan” (Lk 13:16), “dipukul” (Kis 27:41), “berakhir” (Kis 13:43), “meniadakan”, “melanggar” (Mt 5:19; Yoh 5:18), “mengikat”, “melepas” (Mt 16:19; 1Yoh 4:3), “melepaskan” (Kis 2:24), “membinasakan” (1Yoh 3:8). 

Kata Luo, dapat juga diartikan "mengijinkan" (permit) dan "melaksanakan kekuasaan" (exercise authority). Dalam Orthodox Jewish Brit Chadasha kalimat, "...luen ton sabbaton", diterjemahkan “he not shomer Shabbos” bermakna, “Dia tidak memelihara Sabat”. DR. James Trimm dalam terjemahannya yang bersumber dari naskah Ibrani Aramaik, menerjemahkan sbb : “…because he has loosed the Shabath” (Hebraic Root New Testament). Dalam catatan kaki kata “loosed”, beliau memberi keterangan bahwa kata tersebut merupakan idiom Yahudi yang bermakna “mengijinkan” (Ber. 5b;6b, San. 28a, b.Hag 3b)12. 

Konteks kalimat dalam Yohanes 5:18 bukan dalam pengertian bahwa Yeshua membatalkan atau meniadakan Sabat, namun Yeshua mengijinkan terjadinya terapeutik (penyembuhan) dihari Sabat, sehingga membawa konsekwensi melanggar aturan diseputar Sabat. 

Segolongan para rabbi memandang peristiwa terapeutik tersebut telah melanggar Sabat namun bagi Yesus, menolong orang (menyembuhkan) tidaklah melanggar Sabat dikarenakan tidak masuk dalam kategori melaka atau avad maupun asha atau pekerjaan yang menghasilkan profit. Bahkan terapeutik tidak masuk dalam kategori yang disebutkan sebagai pelanggaran Sabat yang tertulis dalam Misnah Sabat 7:2 sebagaimana telah disinggung sebelumnya. 

Apa yang dilakukan Yeshua menggemakan apa yang dituliskan dalam Lukas 13:15, "Tetapi Tuan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar