Tuesday, June 12, 2018

JANGAN TERGESA MENGAMBIL KEPUTUSAN


Tengah malam baru saja lewat pada tanggal 26 September 1983. Suara sirine menyala dan layar komputer di hadapannya berganti warna merah dengan tulisan “Launch”, memberi tanda peringatan bahwa serangan rudal Amerika Serikat diluncurkan. Ketegangan hinggap di pundak Stanislav Petrov.

Di Serpukhov-15, bungker pusat komando rahasia tempat sistem satelit peringatan dini memantau serangan Amerika Serikat, ia adalah komandannya. Di sana, Petrov bertugas untuk melaporkan pada pihak militer dan pimpinan Uni Soviet jika ada serangan misil. “Beberapa menit kemudian, sirine menyala kembali. Serangan misil kedua diluncurkan. Hingga peluncuran ketiga, keempat, dan kelima. Sinyal di layar komputer berganti dari ‘launch’ menjadi ‘missile strike’,” ujarnya kepada BBC, tahun 2013.
Satu tangannya memegang telepon, tangan yang lain siap mengangkat interkom. Berdasarkan sinyal yang diberikan, seharusnya ia segera melaporkan serangan tersebut. Selama 15 detik, kami sangat terkejut. Kami harus memahami apa yang akan terjadi selanjutnya,” kenang Petrov, seperti dikutip dari The New York Times
Barangkali, jika ia seperti prajurit pada umumnya yang tunduk patuh pada perintah dan protokol militer, ia akan segera melaporkan sinyal serangan dari sistem peringatan dini bernama Oko (mata--dalam bahasa Rusia).
Sementara detik-detik yang menegangkan terus berdetak dan tanda bahaya jelas di depan mata, intuisi Petrov berkata lain. Setelah sekitar lima menit yang menggelisahkan di antara peta-layar-alarm, ia mencoba menyerap semua informasi yang ditampilkan. Petrov kemudian menghubungi petugas militer di pusat dan melaporkan bahwa sinyal peluncuran misil merupakan alarm palsu karena ada kesalahan sistem.
Keputusan Petrov amat vital. Jika dia salah, ledakan nuklir pertama akan terjadi beberapa menit kemudian. Sungguh pilihan yang sulit. “Dua puluh tiga menit kemudian saya menyadari bahwa tak ada yang terjadi. Sangat melegakan,” katanya, tersenyum.Jika bukan karena Stanislav Petrov, Perang Dingin yang berlangsung sejak 1946 barangkali akan pecah menjadi Perang Dunia III di 1983.“Aku tidak mau menjadi orang yang bertanggung jawab dalam memulai Perang Dunia III,” ujar Petrov kepada TIME pada 2015. 
Sebuah keputusan akan membawa sebuah dampak. Oleh karenanya jangan tergesa dan mintalah hikmat-Nya agar kita mengambil keputusan yang diterangi Firman-Nya (Ams 19:2; 21:5).

No comments:

Post a Comment