Wednesday, June 27, 2018

KETAMAKAN YANG RELIGIUS

Dilansir dari situs bbc.com perihal seorang pengkhotbah Amerika Serikat yang meminta para jemaatnya mendanai pembelian pesawat jet pribadi keempatnya dengan alasan Yesus “tidak akan menunggang keledai”. Jesse Duplantis menyatakan bahwa Tuhan telah berfirman kepadanya untuk membeli pesawat Dassault Falcon 7X, yang harganya US$54 juta atau sekitar Rp750 miliar.
Dia mengaku awalnya ragu tentang pembelian pesawat itu namun, tambahnya, Tuhan mengatakan kepadanya, “Aku tidak meminta kamu membayarnya. Aku meminta engkau meyakininya”. Walau di Amerika Serikat sudah biasa bagi pengkhotbah untuk memiliki pesawat pribadi, permintaan Duplantis ini memicu kontroversi.

Para pengguna Twitter menangggapi hal itu dengan sikap tidak percaya bahwa ada pengkhotbah seperti itu dan banyak yang mengutip ayat Alkitab yang memperingatkan tentang kedatangan “nabi palsu”. Sementara sejumlah lainnya menyarankan agar uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk membantu orang miskin.
Dalam rekaman video yang diterbitkan di situsnya, Duplantis menjelaskan, “Anda tahu, saya punya tiga jet yang berbeda dalam kehidupan saya, dan saya menggunakan mereka dan menghidupkannya untuk Tuan Yesus Sang Mesias”. Duplantis melanjutkan, “Saya amat yakin bahwa para pengkhotbah seharusnya menggunakan setiap suara yang tersedia, setiap saluran yang tersedia, untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia”.
Sambil berdiri di samping bingkai gambar dari armada pesawatnya saat ini, dia menjelaskan bahwa jet terakhir yang dibelinya 12 tahun lalu sudah tak memadai lagi untuk kegiatannya karena dia tidak bisa terbang non-stop sehingga harus membayar biaya pengisian bahan bakar yang “terlalu mahal” .
Corak ekonomi kapitalisme mempengaruhi pemahaman dan perilaku keagamaan dimana pencapaian ekonomi sebagai ukuran perkenan dan berkat Tuhan. Bahkan kepemilikan benda termodern, termahal, terbaik, terkenal dilegitimasi sebagai kelaziman karena konsep anak-anak Raja harus memiliki seperti seorang raja.
Gema ajaran rasuli (1 Tim 6:5-8) bahwa ibadah bukan menjadi “sumber mencari keuntungan” (porismos, Yun) dan “mencukupkan diri” (arkeo, Yun) menjadi bahan olok-olok gereja modern yang dikepung dengan budaya materialistik. Uang adalah alat tukar dan harta adalah pencapaian kerja. Janganlah mencintai uang hingga diperbudak nafsu dan keinginan yang menjerumuskan pada duka (1 Tim 6:9-10, Ibr 13:5)

No comments:

Post a Comment