Rabu, 26 Juli 2017

DI BAWAH KAKI SANG RABI


Memahami konteks sosio religius dan idiom serta world view Yahudi dan Yudaisme bukan hanya membuat kita dapat memahami sabda-sabda Yeshua dengan lebih mendekati makna aslinya namun juga bermanfaat memahami berbagai peristiwa lain yang dituliskan dalam Kitab Perjanjian Baru yang samar artinya. 


Gesture Maria – duduk dekat kaki Tuan – hanya dapat dipahami dengan membaca konteks Yudaisme Abad I Ms. Ann Spangler dan Lois Tverberg menjelaskan: “Turning into the customs of Jesus’ time and to the conversations of the rabbis who lived at the time can deepen your faith as it has ours, transforming the way you read the Bible” (Kembali kepada kebiasaan di zaman Yesus dan kepada percakapan para rabbi yang hidup pada saat itu dapat memperdalam iman Anda seolah itu milik kita dan mengubah cara Anda membaca Kitab Suci - Sitting at the Feet of Rabbi Jesus, 2009:13).  

Kita dapat melacak dari Mishnah Pirkey Avot 1:4 dimana Rabi Yose ben Yoezer (Abad II sM) berkata, “Yehi beteka bet wa’ad lakhakamim weheweh mitabbeq ba’afar ragleyhem weheweh shoteh katsama et divreyhem” (Hendaklah rumahmu menjadi tempat pertemuan para cerdik pandai, selubungilah dirimu dengan debu dari kaki mereka dan minumlah di tempat mereka dengan rasa haus - The Hirsch Siddur: The Order of Prayer For The Whole Year, 1978:421).  Frasa, “selubungilah dirimu dengan debu dari kaki mereka” dapat bermakna duduk di bawah kaki sang guru dengan sikap hormat atau dapat pula bermakna mengikuti jejak sang guru kemanapun pergi. Gesture di atas menunjukkan kedudukan sang guru terhadap sang murid (memberikan pengetahuan dan ilmu) dan kedudukan sang murid terhadap sang guru (belajar dan menimba ilmu). 


Gesture – duduk di bawah kaki guru – muncul pula dalam surat Rasul Paul (Kis 22:3). Perhatikan terjemahan LAI, “di bawah pimpinan Gamaliel”. Terjemahan ini hanyalah upaya menerjemahkan secara dinamis sebuah idiom dan ungkapan Ibrani yang ditulis dalam bahasa Yunani, “para tous podas Gamaliel”. Terjemahan KJV, RSV, YLT menerjemahkan dalam bahasa Inggris, at the feet of Gamaliel” (di bawah kaki Gamaliel).  

Dari penelusuran konteks budaya dan religi Yudaisme Abad Pertama, kita dapat menyimpulkan bahwa gesture Maria – duduk dekat kaki Tuan – menunjukkan sikap dan kedudukan seorang murid yang belajar di bawah bimbingan sang rabi atau sang guru (Luk 10:39). Sudahkan Anda menjadi murid seperti Maria?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar