Rabu, 26 Juli 2017

SINAGOGA SEBAGAI PUSAT IBADAH DAN BELAJAR


Tanpa pemahaman konteks sosio religius Yahudi dan Yudaisme kita tidak mendapatkan gambaran yang utuh dalam memahami istilah “rumah ibadat” sebagaimana deskripsi Lukas 4:16, “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab”

Frasa “rumah ibadat” tidak bisa dilepaskan dengan “hari Sabat”. Namun apa nama rumah ibadat yang dimaksudkan dalam teks tersebut? Dalam teks Yunani tertulis, toon Sabbatoon eis ten Sunagoogen. Lebih tepat diterjemahkan Sinagog untuk mendekatkan teks dengan konteks sosio religius Yahudi dan Yudaisme daripada mengaburkannya dengan terjemahan umum “rumah ibadat”.  

Ada banyak istilah sinagog dalam Kitab Perjanjian Baru (Kis 9:20; 13:5; 14:1; 15:21; 16:13; 17:1,10,17 ; 18:4, 19, Yak 2:2) namun LAI terkesan menyamarkan maknanya hanya dengan menerjemahkannya menjadi “rumah ibadat” sekalipun di beberapa tempat menerjemahkan dengan “sinagoga”. H.H. Rowley menjelaskan perihal asal usul sinagog, “...sinagoge mula-mula berdiri di antara kaum buangan di babel, waktu mereka mulai berkumpul agaknya di rumah-rumah mereka sendiri, dengan maksud mempertahankan iman mereka” (Ibadat Israel Kuno, 2002:180). 

Fungsi Sinagog adalah tempat pengajaran, tempat berdoa serta kiblat doa (Ibid., 183-185). Jadi, selain keluarga dan rumah sebagai pembentukkan iman (Ul 6:4-9), sinagog menjadi pusat ibadah dan pengajaran. Lebih jelas lagi diterangkan oleh Brad H. Young bahwa di Abad 1 Ms, selain sinagog ada bet midrash (rumah belajar) yang memfokuskan untuk menganalisis dan mempelajari Kitab Suci yaitu Torah sebagaimana dikatakan, “In the synagogue Torah was read and expounded and in the bet midrash it was memorized and studied. These two institution helped spawn a Torah-centric culture in the first-century Israel” (Di sinagoga, Torah dibacakan dan dijelaskan sementara di bet midrash, Torah diingat dan dipelajari. Dua institusi ini telah menolong menelurkan budaya yang berpusat pada Torah di Israel Abad Pertama - Meet The Rabbis: Rabbinic Thought and The Teaching of Jesus, 2010:29).  

Dengan membiarkan kata sinagog muncul dalam terjemahan Kitab Suci berbahasa Indonesia, bukan hanya memberikan informasi mengenai fungsi spiritual dan intelektualnya namun mendekatkan kekristenan pada akar keimanannya yang bersumber dari Yudaisme yang berbasis Torah dan Sinagog.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar